<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ilmuwan Muda</title>
	<atom:link href="http://ilmuwanmuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com</link>
	<description>Bagi Siapa Saja yang Berjiwa Ilmuwan Mari Tegakkan Pilar Peradaban</description>
	<lastBuildDate>Thu, 27 Oct 2011 16:40:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ilmuwanmuda.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/7a5cdf513e277bf682539291664b34c7?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ilmuwan Muda</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ilmuwanmuda.wordpress.com/osd.xml" title="Ilmuwan Muda" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kasih Sayang</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/10/27/kasih-sayang/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/10/27/kasih-sayang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 16:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih Sayang]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[Ada sebuah cerita sederhana akan pentingnya keberhasilan dan kekayaan yang diperoleh dengan kasih sayang hadir bersama. Suatu ketika, ada seorang wanita karir yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.  Wanita itu tidak mengenal mereka semua.  Wanita itu berkata: &#8220;Aku tidak mengenal Anda, tapi aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=401&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada sebuah cerita sederhana akan pentingnya keberhasilan dan kekayaan yang diperoleh dengan kasih sayang hadir bersama.</p>
<p>Suatu ketika, ada seorang wanita karir yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.  Wanita itu tidak mengenal mereka semua.  Wanita itu berkata: &#8220;Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut&#8221;. Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, &#8220;Apakah suamimu sudah pulang?&#8221;</p>
<p>Wanita itu menjawab, &#8220;Belum, dia sedang keluar&#8221;. &#8220;Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali&#8221;, kata pria itu.</p>
<p>Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, &#8220;Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini&#8221;.<span id="more-401"></span></p>
<p>Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam. &#8220;Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama&#8221;, kata pria itu hampir bersamaan.  &#8221;Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran. Salah seseorang pria itu berkata, &#8220;Nama dia Kekayaan,&#8221; katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya,  &#8220;sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria  berjanggut  lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh  masuk  ke rumahmu.&#8221;</p>
<p>Wanita itu kembali masuk ke dalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. &#8220;Ohho&#8230;menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.&#8221; Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, &#8220;sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.&#8221;</p>
<p>Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.  &#8220;Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam?  Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang.&#8221; Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. &#8220;Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.&#8221;</p>
<p>Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.  &#8221;Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.&#8221;</p>
<p>Si Kasih-sayang bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.  Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.  Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan. &#8220;Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?</p>
<p>Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. &#8220;Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar.  Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat.  Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup  ini.&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/401/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=401&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/10/27/kasih-sayang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istriku Menulis di Masa Lalu</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/05/05/istriku-menulis-di-masa-lalu-2/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/05/05/istriku-menulis-di-masa-lalu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 18:22:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[  Istriku Menulis di Masa Lalu (I)   ADIK KECIL Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Adik kecil cepatlah datang Semarang, 2 Desember 2003 Berkali-kali saya berusaha untuk bisa memahami siapa … &#38; bagaimana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=396&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:0;"><strong><a href="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2011/05/picture-085.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-397" title="IM000566.JPG" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2011/05/picture-085.jpg?w=223&#038;h=274" alt="" width="223" height="274" /></a></strong></div>
<p align="center"> </p>
<p><strong>Istriku Menulis di Masa Lalu (I)</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>ADIK KECIL</strong></p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p>Adik kecil cepatlah datang</p>
<p><span id="more-396"></span></p>
<p><strong>Semarang, 2 Desember 2003</strong></p>
<p>Berkali-kali saya berusaha untuk bisa memahami siapa … &amp; bagaimana … suami saya, m Tomy.</p>
<p>Berkali-kali saya mencoba mencari alasan dari setiap sikap dia, yang seringkali tidak sejalan dengan saya … yang sulit untuk bisa saya terima.</p>
<p>Berkali-kali saya merasa dia tidak perduli pada saya …</p>
<p>Tapi berkali-kali juga saya merasa dia menyayangi saya.</p>
<p>Dia selalu membuat saya merasa bersalah tapi juga membuat saya merasa dikorbankan …</p>
<p><strong>Senin, 22 Maret ‘04</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.34</strong></p>
<p>Nggak ada yang lebih saya syukuri … selain bahwa saya sangat mensyukuri karunia Allah yang menganugerahi saya seorang suami … sebaik &amp; sesabar mas.</p>
<p>Saya bersyukur untuk banyak hal …</p>
<p>Tapi yang paling saya syukuri … bahwa suami saya … orang paling penyabar yang pernah saya kenal.</p>
<p>&amp; itumembuat saya menjadi orang yang sangat beruntung di muka bumi ini.</p>
<p>&amp; itu mendorong saya untuk bisa menjadi istri yang patuh &amp; taat sama mas.</p>
<p>Tapi itu ternyata sulit sekali … karena sampai saat ini … saya masih saja selalu membantah kata-kata mas … &amp; bahkan sering menyakiti hati mas.</p>
<p>&amp; itu membuat saya merasa amat sangat menyesal …</p>
<p>Apalagi tiap kali saya menyadari kesabaran mas terhadap sikap &amp; perilaku saya yang tidak baik.</p>
<p>Sering saya berharap bisa melakukan banyak hal untuk mas …</p>
<p>Saya ingin bisa membahagiakan mas …</p>
<p>Saya ingin selalu mendukung setiap keinginan mas …</p>
<p>Saya tidak ingin menyakiti hati mas …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Kabulkanlah doa kami … Amin.</p>
<p>Mas itu … bukan orang yang mudah menunjukkan perasaannya.</p>
<p>Mas itu … bukan orang yang mudah mengungkapkan isi hatinya.</p>
<p>Apa yang ada di dalam … belum tentu sama dengan yang tampak</p>
<p>dari luar …</p>
<p>&amp; apa yang terlihat dari luar … belum tentu cerminkan isi hati mas.</p>
<p>Kelihatannya saya harus mulai membiasakan diri …</p>
<p>Untuk melihat &amp; mempercayai mas dengan cara yang berbeda dengan melihat diri sendiri.</p>
<p>Karena mas memang diri mas sendiri … bukan saya … jadi tidak akan mungkin sama dengan saya.</p>
<p>Hanya satu yang harus saya lakukan …</p>
<p>Menyerahkan semua pada Allah semata …</p>
<p>&amp; memohon pertolongan-Nya.</p>
<p>Buat …</p>
<p>Anakku Sayang …</p>
<p><strong>Semarang, 18 Agustus 2004</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.08</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Alhamdulillah … akhirnya Allah SWT mengabulkan doa ibu …</p>
<p>Menghadirkan ade di tengah-tengah ibu+papa.</p>
<p>Usia ade sekarang insya Allah udah lebih dari 3 1/2 bulan. Dalam kandungan ibu.</p>
<p>Tadi … ibu udah beli sebagian keperluan untuk acara yasinan bulan depan.</p>
<p>Karena insya Allah malam tgl. 3 September’04 di rumah mo ada acara yasinan, menyambut 4 bulannya ade dalam kandungan ibu.</p>
<p>Karena di usia itu … 120 hari …</p>
<p>Allah mulai meniupkan ruh ade …</p>
<p>&amp; ade akan mulai bergerak-gerak di perut ibu.</p>
<p>Gimana rasanya ya …?</p>
<p>Pasti lucu …</p>
<p>Ade …</p>
<p>Tadi ibu buka-buka brosur makro.</p>
<p>Disitu ada kasur lipat kecil lengkap dengan bantal + gulingnya …</p>
<p>Kecil-kecil … cocok buat ade.</p>
<p>Ibu pengen banget cepet-cepet beli buat ade …</p>
<p>Tapi keliatannya, ibu harus bersabar nunggu sampai usia ade udah 7 bulan di perut ibu sini …</p>
<p>Baru Ibu mulai beli macam-macam buat ade.</p>
<p>Mudah-mudahan, pas itu apa-apanya lebih bagus dr yang sekarang ya …</p>
<p>Ade …</p>
<p>Ibu mulai hamil ade sesudah 1 1/2 tahun usia pernikahan ibu+papa.</p>
<p>Memang rasanya lama sekali nunggu kehadiran ade … tapi …</p>
<p>Sepertinya itu waktu yang paling tepat untuk ibu+papa.</p>
<p>Karena sesudah ade lahir nanti …</p>
<p>yang insya Allah bulan Februari ’05 …</p>
<p>Di tahun yang sama, bulan Juli-nya … insya Allah papa mulai pindah ngajar di Semarang …</p>
<p>Di tengah-tengah kita …</p>
<p>Di tengah-tengah ibu sama ade.</p>
<p>Kita tunggu sama-sama ya …</p>
<p>Kemaren-kemaren … ibu nunggu papa sendirian …</p>
<p>Lalu ade nemani … tapi masih dalam perut ibu …</p>
<p>Mudah-mudahan hari cepat berlalu …</p>
<p>Terus ade lahir …</p>
<p>Kita nunggu papa bareng-bareng …</p>
<p>Lalu papa pindah ke Semarang …</p>
<p>&amp; kita kumpul sama-sama sekeluarga …</p>
<p>Pasti seneng ya …</p>
<p>Papa juga pasti seneng banget.</p>
<p>Karena pada saatnya pindah ke Semarang nanti … udah ada ade yang nunggu papa pulang ke rumah …</p>
<p>Ngajak main ade …</p>
<p>Semoga Allah mengabulkan doa ini.</p>
<p>Amin.</p>
<p>Ade …</p>
<p>Banyak yang menantikan kehadiran ade …</p>
<p>Eyang di Rembang …</p>
<p>Eyang di Purbayasa …</p>
<p>Om Dimas yang berkali-kali nanyain ade terus …</p>
<p>&amp; dan yang pasti … ibu + papa di sini selalu mengharap</p>
<p>ade cepat hadir di rumah ini …</p>
<p>Di rumah yang dibangun oleh keringat papa …</p>
<p>Kalo udah ada ade … rumah ini akan jadi ramai …</p>
<p>Ibu nggak akan sendirian lagi nunggu papa pulang</p>
<p>Ke rumah.</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Lindungilah kehamilanku ini …</p>
<p>Jagalah bayiku …</p>
<p>Jagalah kandunganku …</p>
<p>Semoga selamat, lancar &amp; selalu dalam lindungan &amp; pertolongan-Mu</p>
<p>Sampai dengan waktu kelahiran</p>
<p>Nanti …</p>
<p>Semoga bayiku lahir dengan selamat, sehat lahir &amp; batin, sempurna</p>
<p>jasmani &amp; rohaninya …</p>
<p>&amp; semoga Kau cukupkan rizki yang halal &amp; thoyibah bagi perjalanan</p>
<p>Hidupnya.</p>
<p>Amin ya Robbal Alamin …</p>
<p><strong>Kamis, 19 Agt ‘’04</strong></p>
<p><strong>Pk. 16.56</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Hari ini ibu sedih sekali …</p>
<p>Ibu udah ingin sekali keluar dari tempat kerja ibu …</p>
<p>Tapi kondisi belum memungkinkan untuk itu.</p>
<p>Rasanya ibu udah nggak bisa menyesuaikan diri lagi dengan orang-</p>
<p>Orang yang ada di sana sekarang …</p>
<p>Tapi ade harus baik-baik aja di perut ibu ya …</p>
<p>Jangan sampai terpengaruh suasana hati ibu yang lagi</p>
<p>Kacau ini …</p>
<p>Ade harus sehat … kuat …</p>
<p>Mudah-mudahan ibu cepet baikan lagi …</p>
<p>Supaya ade juga ikut tenang di dalam sini …</p>
<p>Hari ini udah dulu ya …</p>
<p>Daah ade …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Kuatkanlah lahir &amp; batinku …</p>
<p>Berikanlah pertolongan-Mu …</p>
<p>Amin.</p>
<p><strong>Senin, 23 Agt. ’04</strong></p>
<p><strong>Pk. 21.15</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Ade harus sayang sama papa ya …</p>
<p>Jangan nakal …</p>
<p>Karena papa sayang sekali sama ade.</p>
<p>Sekarang aja papa masih belum pulang …</p>
<p>Masih kerja … ngelesi …</p>
<p>Ade tahu … papa benar-benar kerja keras untuk kita …</p>
<p>Kadang kalo ingat itu, ibu suka sedih.</p>
<p>Berharap bisa berbuat lebih untuk bantu ringankan</p>
<p>beban papanya ade …</p>
<p>Mudah-mudahan Allah selalu menolong kita ya.</p>
<p>Amin.</p>
<p>Ade …</p>
<p>Ade itu beruntung sekali …</p>
<p>Karena punya &amp; diberi papa yang sangat penyayang&amp; penyabar</p>
<p>Oleh Allah SWT.</p>
<p>Seperti ibu yang beruntung karena dikaruniai suami sebaik dia.</p>
<p>Kita harus bersyukur ya sayang …</p>
<p>&amp; kita harus selalu sayang juga sama</p>
<p>Papa.</p>
<p>Mudah-mudahan segera tiba waktunya …</p>
<p>Kita hidup sebagaimana layaknya sebuah keluarga …</p>
<p>Hidup bersama dalam satu rumah.</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin.</p>
<p><strong>Jum’at, 27 Agt. 04</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.00</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Pagi tadi ibu rasanya marah sama papa …</p>
<p>Dari berangkat kerja sampai pulang kerja sore tadi.</p>
<p>Rasanya nggak enak sekali diem-dieman kayak gini.</p>
<p>Sebenarnya pengen banget cepat baikan.</p>
<p>Mungkin nanti … abis papa pulang ngelesi.</p>
<p>Karena sekarang, papa lagi ngelesi di rumah Lina.</p>
<p>Mudah-mudahan …</p>
<p>Nggak lagi-lagi ibu marah ke papa.</p>
<p>Kan sayang … waktu yang cuman sedikity untuk ketemu,</p>
<p>Kalo dipakai untuk diem-dieman.</p>
<p>Ade juga nggak suka kan …</p>
<p>Kalo ibu+papa marahan … ?</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Rukunkanlah keluarga kami …</p>
<p>Buatlah kami saling menyayangi &amp; menghargai satu sama lain …</p>
<p>Amin Ya Rabbal Alamin.</p>
<p><strong>Ju’mat, 3 September ’04</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Hari ini papa ulang tahun.</p>
<p>Ke-38 tahun.</p>
<p>Kita kasih selamat yok …</p>
<p>“Selamat ulang tahun, ya Pa …</p>
<p>Semoga panjang umur, diberi kesehatan, &amp; selalu mendapat</p>
<p>perlindungan &amp; pertolongan dari Allah SWT.</p>
<p>Semoga selalu mendapat rahmat, hidayah, inayah &amp; rizki yang cukup</p>
<p>dari Allah SWT. ‘‘’</p>
<p>Amin Ya Rabbal Alamin.</p>
<p>Ade …</p>
<p>Malam jumat kemaren ini, di rumah jadi yasinan, acara</p>
<p>4 bulanannya Ade …</p>
<p>Alhamdulillah, acaranya cukup lancar.</p>
<p>Mudah-mudahan Ade baik-baik aja …</p>
<p>Sehat …</p>
<p>&amp; selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT</p>
<p>sampai Ade lahir nanti.</p>
<p>&amp; semoga dalam perjalanan hidup Ade nanti … Allah selalu mengiringi</p>
<p>setiap langkah Ade dengan limpahan rahmat &amp; hidayah-Nya, kasih</p>
<p>Sayang-Nya.</p>
<p>&amp; mencukupkan rizki untuk Ade.</p>
<p>Amin Ya Rabbal Alamin.</p>
<p><strong>Jumat, 29 Okt ’04</strong></p>
<p><strong>Pk. 00.34</strong></p>
<p>Ade … ibu abis ngantar papa ke milo.</p>
<p>Ade ikut bangun kan tadi …</p>
<p>Ade … kita doakan papa ya …</p>
<p>Mudah-mudahan nggak ada masalah apa-apa di sekolah besok.</p>
<p>Soalnya kan … hampir 4 minggu ini papa sering bolos ke Pbg.</p>
<p>Papa nemenin Ade di sini …</p>
<p>Kerja keras cari nafkah untuk kita.</p>
<p>Ibu suka sedih kalo liat papa harus benar-benar kerja keras</p>
<p>Untuk kita …</p>
<p>Mudah-mudahan … ibu segera dapat kerjaan yang lebih baik dari sekarang …</p>
<p>Supaya bisa bantu meringankan beban papa ya sayang …</p>
<p>Doakan Ya …</p>
<p>Oya …</p>
<p>Ibu belum jadi keluar dari PIB.</p>
<p>Nggak dibolehin atasan ibu.</p>
<p>Tapi memang itu yang lebih baik untuk saat ini …</p>
<p>Karena kalo ibu benar-benar keluar kerja sekarang …</p>
<p>Pasti papa akan tambah berat bebannya.</p>
<p>Mudah-mudahan semua segera membaik ya …</p>
<p>Amin.</p>
<p><strong>Minggu, 7 Nov ’04</strong></p>
<p>Alhamdulillah, Ade …</p>
<p>Akhirnya papa udah boleh pindah ke Semarang …</p>
<p>Nggak usah nunggu bulan Juli tahun depan,</p>
<p>Asal udah dapat tempat di Semarang …</p>
<p>Papa udah bisa langsung pindah dari Purbalingga.</p>
<p>Ini rejeki Ade ya …</p>
<p>Menjelang kedatangan ade ke dunia ini … ke rumah ini …</p>
<p>Rasanya semua mulai membaik.</p>
<p>Mudah-mudahan saat kelahiran ade nanti …</p>
<p>papa udah bisa nungguin kita …</p>
<p>ngantar ibu ke klinik …</p>
<p>ikut nungguin ade di klinik …</p>
<p>&amp; secepatnya nyambut kelahiran ade dengan adzan &amp; iqomat</p>
<p>untuk ade …</p>
<p>Kita berdoa ya, sayang …</p>
<p>&amp; Kita mohon juga pada Allah SWT.</p>
<p>Semoga proses kepindahan papa ke Semarang … ke tengah-tengah</p>
<p>kita … dimudahkan &amp; dilancarkan jalannya.</p>
<p>Amin Ya Rabbal Alamin.</p>
<p><strong>Surat Buat Adik Kecil </strong></p>
<p><strong>Semarang, 22 November 2004</strong></p>
<p>Ade …</p>
<p>Apa iya ibu masih belum juga bisa mengenal apalagi memahami papa-nya Ade …</p>
<p>Padahal …</p>
<p>Kadang-kadang ibu tahu kalo papa-nya Ade itu bukan orang yang biasa menunjukkan perasaannya ke orang lain …</p>
<p>Kadang-kadang ibu tahu apa yang ditunjukkan oleh sikap papa-nya Ade itu bukanlah yang sedang dirasakannya …</p>
<p>Kadang-kadang ibu tahu kalo papa-nya Ade itu selalu menelan sendiri segala kesusahannya …</p>
<p>Dan kadang-kadang ibu tahu kalo papa-nya Ade itu sering kelihatan seperti orang yang tidak punya perasaan …</p>
<p>Tapi kenapa … ibu masih juga sering merasa sakit hati dan merasa tidak diperhatikan dan tidak dipedulikan sama papa-nya Ade …?</p>
<p>Kenapa ibu masih sering merasa bahwa papa-nya Ade itu lebih mengutamakan orang lain daripada ibu dan Ade …</p>
<p>Dan rasa sakit hati itu … membuat ibu jadi suka bersikap yang tidak seharusnya dan terlalu berlebihan …</p>
<p>Biarpun ibu tau itu salah dan sudah menyakitkan hati papa-nya Ade … tapi ibu masih saja belum bisa mengendalikan perasaan ibu … dan malah tetap mengikuti amarah ibu ke papa-nya Ade …</p>
<p>Ade … keliatannya memang terlalu berlebihan ya …</p>
<p>Karena ibu mengharap papa-nya Ade memberikan perhatian dan perasaannya hanya kepada ibu dan sekarang ada Ade, biarpun Ade masih ada di perut ibu …</p>
<p>Ade …</p>
<p>Dulu …</p>
<p>Ibu suka marah-marah kalo papa-nya Ade ngasih perhatian ke orang lain … dan lalu merasa nggak diperhatikan sama papa-nya Ade …</p>
<p>Dan sekarang …</p>
<p>Ibu tambah suka marah-marah ke papa-nya Ade kalo papa suka ngasih perhatian dan main-main sama Nouval kecil …</p>
<p>Kalo udah gitu …ibu merasa papa-nya Ade nggak memperhatikan Ade …</p>
<p>Dan itu bikin ibu sedih dan sangat sakit hati … lalu ibu jadinya marah-marah ke papa-nya Ade …lalu ibu nangis sendiri … rasanya sakiiit banget …</p>
<p>Kasihan papa ya, Ade …</p>
<p>Ibu tahu …</p>
<p>Yang ada di pikiran papa-nya Ade itu selalu hal-hal yang besar dan utama …</p>
<p>Seperti menjelang kelahiran Ade ini, gimana supaya dapat rejeki yang cukup, supaya kebutuhan Ade dapat selalu terpenuhi nantinya …</p>
<p>Belum lagi memikirkan masih segitu banyaknya lubang yang harus ditutup … kuliah yang masih belum selesai … dan ditambah lagi ibu yang mau keluar dari tempat kerja sebelum ibu dapat tempat kerja yang baru … yang artinya akan ada sumber penghasilan yang hilang dengan jumlah kebutuhan yang akan semakin banyak …</p>
<p>Ade …</p>
<p>Itu yang jadi beban pikiran papa-nya Ade selama ini …</p>
<p>Jadi papa-nya Ade udah nggak punya tempat untuk memikirkan hal-hal kecil yang buat papa bukan suatu masalah … seperti yang selama ini selalu ibu anggap masalah besar buat ibu …</p>
<p>Ibu tahu itu, Ade …</p>
<p>Tapi entah kenapa ibu selalu aja merasa sakit hati dan ingin marah tiap kali papa-nya Ade dekat dengan Nouval kecil dan papa tidak melibatkan Ade dalam kedekatan mereka …</p>
<p>Iya, Ade belum lahir … belum bisa diajak main sama Nouval kecil …</p>
<p>Tapi, kan …</p>
<p>Ade udah ada …</p>
<p>Ade udah gerak-gerak di perut ibu …</p>
<p>Ibu aja nggak pernah lupa kalo udah ada Ade yang suka bikin perut ibu geli tiap kali gerak-gerak …</p>
<p>Ibu aja seneng ngajak ngomong Ade biarpun Ade nggak jawab omongan-omongan ibu …</p>
<p>Ibu cuman pengen papa-nya Ade juga gitu … nggak cuman main-main dan dekat dengan Nouval kecil aja …</p>
<p>Gara-gara itu … ibu jadi suka ngerasa benci ke Nouval kecil kalo lagi main sama papa-nya Ade … dan anak kecil itu bisa ngerasain kebencian ibu sampai dia yang dulunya juga dekat dengan ibu … jadi ngerasa takut banget ke ibu …</p>
<p>Sebenarnya ibu nggak suka seperti ini dan tahu kalo ibu ini jahat sekali ke Nouval kecil …</p>
<p>Mungkin karena itu, kalo Nouval kecil itu nggak lagi sama papa-nya Ade … ibu bisa tetap suka seperti dulu sama si kecil itu dan tidak merasa terganggu …</p>
<p>Tapi begitu dia dekat-dekat ke papa-nya Ade lagi … emosi ibu langsung aja muncul dengan spontan … apalagi kalo papa-nya Ade juga terus main dan nggak peduli sama Ade yang ada di perut ibu …</p>
<p>Itu yang sering bikin ibu marah-marah … dan kalo udah jadi ribut sama papa-nya Ade … ibu cuman bisa nangis ngerasa nggak dipedulikan sama papa-nya Ade …</p>
<p>Padahal seperti yang udah ibu bilang di awal surat …</p>
<p>Seharusnya ibu tahu kalo itu bukan berarti papa-nya Ade nggak sayang sama Ade … sama ibu …</p>
<p>Karena memang papa-nya Ade punya cara sendiri, yang berbeda dengan cara ibu nunjukkan rasa sayang dan harapan ke Ade …</p>
<p>Jadi seharusnya ibu nggak usah cemburu kalo papa-nya Ade lagi main sama Nouval kecil itu …apalagi sampai marah-marah dan bikin takut anak kecil itu …</p>
<p>Karena dibalik kekakuan sifat dan kesan ketidakpedulian papa-nya Ade itu … rasa sayang papa ke Ade, ke ibu sudah nggak usah diragukan lagi …</p>
<p>Ade …</p>
<p>Papa-nya Ade tahu nggak ya … kalo ibu itu sebenarnya sayang banget sama dia …</p>
<p>Pengen banget membahagiakan dia … apalagi kalo besok Ade udah lahir … kita sama-sama bikin papa-nya Ade seneng ya …</p>
<p>Tapi nggak salah, kan …</p>
<p>Kalo ibu juga pengen papa-nya Ade juga bisa nunjukkan rasa sayang dia ke kita … jangan cuman sayang di pikiran dan di batin aja … karena kita nggak bisa tahu kalo papa-nya Ade nggak berusaha untuk nunjukkan perasaan itu ke kita …</p>
<p>Iya, kan …</p>
<p>Udah dulu suratnya ya, Ade …</p>
<p>Papa dikasih baca ya …</p>
<p><strong><br /> </strong></p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (II)</h2>
<p><strong>Bayi Kecilku</strong></p>
<p>Alhamdulillah …</p>
<p>Akhirnya bayi kecilku lahir juga …</p>
<p>Rabu malam, tanggal 26 Januari 2005, pukul 19.40</p>
<p>Rasa sakit yang luar biasa waktu melahirkannya …</p>
<p>Menjadi terasa tiada berarti setiap kali menatap wajah mungilnya …</p>
<p>Bayiku lucu sekali … imut sekali … manis sekali …</p>
<p>Dia segalanya bagiku …</p>
<p>Dia dan suamiku …</p>
<p>Dua orang yang paling berarti dalam hidupku …</p>
<p>Mereka orang-orang yang paling kukasihi …</p>
<p><em>Muhammad Hafidz Pristiatama Nugraha</em></p>
<p>Itu nama bayi kecilku …</p>
<p>Harapan untuknya agar menjadi orang yang dapat dipercaya …</p>
<p>Menjadi orang yang memahami dan mengamalkan ayat-ayat</p>
<p>Allah …</p>
<p>Pristiatama Nugraha artinya anugerah yang diberikan kepada</p>
<p>Pristiadi Utomo, papanya …</p>
<p><strong>Selasa, 1 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 15.23</strong></p>
<p>Di tengah kebahagiaan yang sedang kurasakan …</p>
<p>Allah memberiku cobaan yang rasanya sangat berat .</p>
<p>Siang tadi, ada SMS dari Pak Dwi Sumarno,</p>
<p>teman guru suamiku …</p>
<p>Katanya, semester ini Mas Tommy tidak diberi jam mengajar …</p>
<p>Dan berkas mutasinya dikembalikan oleh Dinas Pendidikan Kab. Purbalingga …</p>
<p>Saya belum tau apa artinya semua itu …</p>
<p>Sakit rasanya membayangkan bahwa itu berarti sesuatu yang buruk …</p>
<p>Dan lebih sakit rasanya waktu kulihat</p>
<p>wajah mungil bayi kecilku …</p>
<p>Dan lebih sakit rasanya tiap kali terbayang wajah penuh beban suamiku ketika ia sedang tidur lelap …</p>
<p>Di saat sedang tidurpun terlihat jelas garis-garis wajahnya yang terasa menanggung beban yang sangat berat …</p>
<p>Dia orang tersabar yang pernah kukenal …</p>
<p>Dia orang terbaik yang pernah kukenal …</p>
<p>Dia orang terkokoh yang pernah kukenal …</p>
<p>Dia segalanya bagiku …</p>
<p>Dia yang menjadi kekuatan bagiku …</p>
<p>Entah apa jadinya kalau terjadi sesuatu padanya …</p>
<p>Kalau dia tidak dapat lagi menahan beban yang harus ditanggungnya …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Semoga ini bukan sesuatu yang buruk untuk kami …</p>
<p>Semoga Engkau memolong kami …</p>
<p>Semoga Engkau segera mengangkat beban berat dari pundak kami …</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin …</p>
<p>Tak ada kata yang tepat, yang dapat menjelaskan bagaimana suamiku …</p>
<p>Rasanya sebaik-baik sifat seseorang … semua ada padanya …</p>
<p>Aku mencintainya …</p>
<p>Aku menyayanginya…</p>
<p>Aku mengasihinya …</p>
<p>Rasanya Allah benar-benar menyayangiku karena telah menganugerahi suami sebaik dia …</p>
<p>Dan rasanya Allah benar-benar menyayangi kami karena sekarang di tengah-tengah kami telah hadir seorang bayi mungil …</p>
<p>Yang menjadi pelipur lara bagi kami …</p>
<p>Yang menjadi semangat bagi kami untuk terus berusaha membahagiakannya dan mencukupi segala kebutuhannya …</p>
<p><strong>Selasa, 1 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.26</strong></p>
<p>Aku memohon pada Allah agar segera mendatangkan jodoh bagiku …</p>
<p>Di saat yang tidak disangka-sangka … Allah mempertemukan aku dengan Pristiadi Utomo, orang yang sekarang menjadi suamiku …</p>
<p>Aku memohon pada Allah agar diberi suami yang baik dan bertanggung jawab …</p>
<p>Ternyata Allah memberiku seorang suami … orang terbaik yang pernah kukenal selama hidupku …</p>
<p>Aku pernah berdoa agar suatu saat memiliki rumah kecil tempatku berteduh …</p>
<p>Dan saat ini aku berada di dalam rumah mungil dan teduh hasil keringat suamiku …</p>
<p>Kami terus memohon agar dikaruniai keturunan …</p>
<p>Tepat pada waktunya … aku positif hamil …</p>
<p>Rasanya tidak sabar menunggu kelahiran bayi kami …</p>
<p>Ternyata tanpa terasa saat ini sudah ada bayi mungil</p>
<p>ditengah-tengah kami …</p>
<p>Kami sangat mengharapkan bayi pertama kami seorang bayi</p>
<p>laki-laki …</p>
<p>Allah kabulkan permohonan kami …</p>
<p>Kesulitan demi kesulitan yang sering kami hadapi …</p>
<p>Tapi sampai sejauh ini kami masil selalu mendapatkan pertolongan dari-Nya …</p>
<p>Dan sekarang …</p>
<p>Masalah mutasi Mas Tommy …</p>
<p>Benar-benar menjadi beban terberat kami saat ini …</p>
<p>Di saat aku merasa sudah berada di ambang rasa putus asa …</p>
<p>Akankah Allah segera menolong kami …</p>
<p>Memberi kebahagiaan terbesar bagi kami …</p>
<p>Mempersatukan kami sebagai satu keluarga yang utuh …</p>
<p>Satu keluarga yang lengkap …</p>
<p>Setelah kelahiran bayi kami …</p>
<p>Tidak tega rasanya melihat bayi mungil itu ditinggal oleh papanya untuk mencari nafkah di kota lain yang sangat jauh …</p>
<p>Tidak tega rasanya melepas suami untuk bekerja keras, membanting tulang, memeras keringat di tempat yang sangat jauh … dan jauh dari keluarga … dari bayi kecilnya …</p>
<p>Tidak kuat rasanya berada di dalam rumah dimana tidak ada kehadiran orang yang menjadi sumber kekuatan dan kebahagiaan bagi hidupnya …</p>
<p>Ya Allah … tolonglah kami … seperti Engkau selama ini telah menolong dan mengabulkan doa-doa kami …</p>
<p>Selama ini kami terus berharap Kau persatukan keluarga kami …</p>
<p>Terutama setelah kehadiran bayi kami …</p>
<p>Kumohon … kabulkanlah doa kami ini …</p>
<p>Semoga berita dari Pak Dwi Sumarno itu bukan sesuatu yang buruk bagi keluarga kami …</p>
<p>Kabulkan doa kami, ya Allah …</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin .</p>
<p><strong>Rabu, 2 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 16.45</strong></p>
<p>Suamiku …</p>
<p>Proses kelahiran bayi imutku …semakin memperdalam rasa sayangku pada sosok suamiku …</p>
<p>Kesabarannya … perhatiannya … dan tanggung jawabnya selama proses kelahiran itu telah menguras banyak air mataku sampai dengan saat aku menulis ini …</p>
<p>Kalau saja aku mampu … ingin rasanya mengurangi berat beban yang ditanggungnya …</p>
<p>Melihatnya tidur … melihatnya berangkat ngelesi … membayangkannya harus berangkat ke Purbalingga tanpa bisa mengantarnya lagi … membuat dada ini terasa sesak dan tak bisa menahan air mata yang langsung keluar dari mataku …</p>
<p>Tiap kali bayi kecilku menangis di saat papanya sedang berangkat bekerja … membuat hatiku cemas dan khawatir terjadi sesuatu pada suamiku …</p>
<p>Rasanya tersiksa sekali …</p>
<p>Tapi begitu suara motor suamiku terdengar memasuki rumah … perasaan lega langsung terasa .</p>
<p>Begitu melihat wajah suamiku ketika kubuka pintu … menimbulkan rasa bahagia di hati ini …</p>
<p>Melihatnya menyapa bayinya … mengajak berbicara bayinya …</p>
<p>Melihatnya bahagia … membuatku merasa sangat bahagia karena telah melahirkan bayi mungilnya …</p>
<p>Aku terus memohon pada Allah agar segera mempersatukan kami di rumah ini …</p>
<p>Berharap dia segera pindah dari Purbalingga sehingga dia tidak perlu lagi menghabiskan waktu, tenaga dan pikirannya di perjalanan Pbg – Smg …</p>
<p>Dengan begitu damai rasanya hati ini …</p>
<p>Ya Allah bantu aku untuk terus menyayangi suamiku …</p>
<p>Bantu aku untuk terus mengasihi suamiku …</p>
<p>Apa pun akan kulakukan asalkan kami bisa segera bersatu di rumah ini …</p>
<p>Tolonglah kami ya Allah …</p>
<p><strong>Jumat, 4 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 17.21</strong></p>
<p>Entah kenapa rasa sakit itu terasa semakin dalam dan dalam …</p>
<p>Setiap kali suamiku harus pergi meninggalkan rumah, walau itu untuk bekerja …</p>
<p>Rasanya setiap detik yang kulalui sangat berharga untuk dilewatkan tanpa bisa melihat wajah teduh suamiku …</p>
<p>Kehadiran bayi kecilku … membuatku menjadi semakin cengeng dan tak bisa menerima kenyataan bahwa tak mungkin suamiku bisa selalu berada di sisiku setiap saat …</p>
<p>Itu sebabnya setiap kali melihat suamiku keluar meninggalkan rumah dadaku langsung terasa sesak dan tak bisa menahan tangisku …</p>
<p>Dan rasa lega selalu terasa tiap kali kudengar suara motor suamiku memasuki halaman rumahku …</p>
<p>Entahlah …</p>
<p>Mungkin karena setiap detik yang akan kulewati selalu ditakuti perasaan bahwa suamiku masih harus kembali ke Purbalingga meninggalkan aku dan bayi kecilku berdua di rumah …</p>
<p>Rasa sakit juga selalu terasa tiap kali mengingat bayiku harus ditinggalkan papanya itu …</p>
<p>Kehadiran bayi kecilku justru membuatku merasa kesepian di saat suamiku tidak di rumah …</p>
<p>Tapi sebaliknya … pada saat suamiku ada di rumah, hanya kebahagiaan dan kegembiaraan yang kurasakan …</p>
<p>Rasanya dunia hanya milik kami bertiga …</p>
<p>Rasanya keberadaan kami sudah lengkap dan tidak membutuhkan orang lain lagi …</p>
<p>Rasanya tak ingin ada orang lain yang mengusik kebahagiaan kami itu …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Satukan kami dalam sebuah keluarga …</p>
<p>Kumohon pada-Mu ya Allah …</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin …</p>
<p><strong>Senin, 7 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.05</strong></p>
<p>Rasa sakit itu kembali terasa … setelah beberapa hari ini aku merasakan kebahagiaan karena suamiku menemani aku dan bayi kecilku …</p>
<p>Nanti malam … suamiku harus ke Purbalingga …</p>
<p>Rasanya sakit … rasanya tak tega … harus melihatnya keluar meninggalkan pintu rumah di tengah malam … berjalan kaki menuju jalan raya … menunggu kendaraan yang akan membawanya sampai ke Milo … dan masih harus memulai perjalanan ke Purbalingga dengan bis malam …</p>
<p>Rasanya sedih karena tak bisa lagi mengantarnya sampai ke Milo, karena sekarang ada bayi kecilku yang tak bisa kutinggalkan walau sesaat …</p>
<p>Entah apa yang bisa menghibur kesedihan hatiku sekarang ini …</p>
<p>Melakukan banyak hal tetap akan mengingatkanku pada suamiku karena selama ini kami selalu melakukan banyak hal bersama-sama …</p>
<p>Menatap bayi mungilku malah akan menambah rasa sedihku karena kasihan melihat makhluk sekecil itu harus ditinggalkan oleh papanya …</p>
<p><strong>Senin, 7 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.45</strong></p>
<p>Di tengah kesedihanku ini … aku bersyukur karena hari ulang tahun pernikahan kami, tanggal 9 Februari, jatuh pada tanggal merah …</p>
<p>Itu artinya kami bisa memperingatinya bersama-sama, lengkap dengan buah hati kami …</p>
<p>Ya Allah, semoga Engkau benar-benar segera mempersatukan kami …</p>
<p>Kumohon pada-Mu ya Allah …</p>
<p>Kumohon kebahagiaan itu …</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin …</p>
<p><strong>Minggu, 13 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.14</strong></p>
<p>Tanpa terasa 17 hari sudah bayi kecilku mengisi hari-hariku …</p>
<p>Membuatku tak bosan-bosan menatapnya sepanjang siang saat dia terlelap tidur …</p>
<p>Menyibukkan malam-malamku dengan tangisannya …</p>
<p>Dengan pandangan mata mungilnya yang sering terjaga di malam hari …</p>
<p>Sangat melelahkan …</p>
<p>Tapi begitu melihat wajah mungilnya …</p>
<p>Begitu mendengar suara tangisnya …</p>
<p>Rasanya rela melakukan apa saja untuk bayi kecilku …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Alhamdulillah Engkau telah mengaruniai aku seorang bayi mungil yang cantik … yang menjadi pelipur lara bagiku … dan bagi suamiku …</p>
<p><strong>Selasa, 15 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 09.12</strong></p>
<p>Akhirnya mas Tomy benar-benar berangkat ke Purbalingga, setelah berkali-kali membatalkan keberangkatannya …</p>
<p>Rasanya sangat berat melihatnya berjalan kaki meninggalkan rumah di tengah malam … disaat orang-orang sedang terlelap tidur … meninggalkan istri dan bayi mungilnya …</p>
<p>Kuakui dan kukagumi ketegaran hati suamiku dalam menjalani ketentuan yang diberikan Allah padanya …</p>
<p>Semoga Allah selalu menyayanginya … menolongnya … memberinya kekuatan lahir dan batin dalam menjalani hidup ini … dan selalu memberi kemudahan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya … Amin …</p>
<p>Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga kami segera dipersatukan …</p>
<p>Ya Allah … cobaan yang Kau berikan pada kami terasa sangat berat …</p>
<p>Kumohon kekuatan lahir, batin dan iman kami ya Allah …</p>
<p>Kumohon agar kebahagiaan itu segera datang …</p>
<p>Semoga keberangkatan suamiku ke Purbalingga kali ini membawa kebaikan bagi keluarga kami … Amin …</p>
<p><strong>Selasa, 15 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 12.43</strong></p>
<p>Seperti dugaanku …</p>
<p>Kepergian mas Tomy ke Purbalingga membuat rasa sepi di rumah ini …</p>
<p>Sekalipun waktu di Semarang mas Tomy lebih banyak berada di luar rumah untuk ngelesi … tapi ada rasa tenang karena nanti malam mas Tomy akan pulang ke rumah … dan kami akan berkumpul bersama lagi dengan bayi mungil kami …</p>
<p>Tapi sekarang … hari rasanya panjang sekali … dan waktu rasanya berjalan lambat sekali …</p>
<p>Ya Allah … tolonglah kami …</p>
<p>Entah apa yang sedang dikerjakan mas Tomy sekarang …</p>
<p>Mungkin saat ini dia sedang berada di sekolah …</p>
<p>Mengambil gaji …</p>
<p>Merevisi berkas mutasi …</p>
<p>Minta tanda tangan Pak Suhan …</p>
<p>Menyerahkan kembali berkas itu ke Diknas …</p>
<p>Mengatur segala sesuatu berkaitan dengan keberadaan dia di sekolah, karena dia sekarang sudah tidak mempunyai kewajiban mengajar …</p>
<p>Mungkin dia baru bisa ke Semarang lagi besok Rabu …</p>
<p>Tapi nggak apa …</p>
<p>Karena dia juga butuh istirahat …</p>
<p>Supaya dia tidak sakit karena kecapekan …</p>
<p>Sekarang tinggal saya yang harus menata hati …</p>
<p>Menguatkan hati …</p>
<p>Bersabar dengan kenyataan ini …</p>
<p>Menerima keadaan yang diberikan oleh Allah untuk saat ini …</p>
<p>Tapi pasti …</p>
<p>Akan tiba waktunya Allah mempersatukan kami kembali …</p>
<p>Di rumah ini …</p>
<p>Dan semoga saat itu segera datang …</p>
<p>Amin ya Rabbal Alamin …</p>
<p><strong>Senin, 21 Februari 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.07</strong></p>
<p>Akhirnya aku benar-benar merasakan menjadi seorang ibu …</p>
<p>Ketika ada wajah mungil yang setiap saat bisa kuciumi …</p>
<p>Ketika ada wajah mungil yang setiap saat bisa kupandangi …</p>
<p>Ketika ada suara tangisnya yang minta diganti popoknya karena pipis …</p>
<p>Ketika ada suara tangisnya saat dia merasa haus dan lapar …</p>
<p>Ketika ada suara tangisnya saat dia minta digendong dalam pelukanku …</p>
<p>Ketika ada suara tangisnya kalau terlalu lama kutinggalkan …</p>
<p>Dan aku benar-benar merasakan menjadi seorang ibu …</p>
<p>Ketika ada sepasang mata mungil yang terus menatapku saat dia berada dalam pelukanku …</p>
<p>Aku bersyukur dan terus bersyukur setiap kali menyadari bahwa aku telah dikaruniai seorang bayi mungil …</p>
<p>Yang telah lama kunantikan …</p>
<p><strong>Sabtu, 5 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 15.34</strong></p>
<p>Alhamdulillah …</p>
<p>Selapanan bayi mungilku sudah dapat dilaksanakan hari Kamis tanggal 3 Maret kemarin …</p>
<p>Walaupun sangat sederhana … dan tanpa ada acara pengajian ataupun tazmiyah… tapi niat utamanya Insya Allah sudah terlaksana …</p>
<p>Memang ada rasa kecewa karena tidak bisa memberikan yang lebih baik dan sempurna lagi untuk bayi kecilku itu …</p>
<p>Tapi itu sudah yang terbaik yang bisa kami berikan untuknya untuk saat ini …</p>
<p>Mudah-mudahan Mas Hafidz-ku bisa menerimanya dengan hati lapang …</p>
<p>Dan mudah-mudahan kami bisa secepatnya melaksanakan niat aqiqah untuk Mas Hafidz-ku …</p>
<p>Semoga Allah melimpahkan rizki yang halal dan thoyibah untuk kami melaksanakan hajat kami … Amin …</p>
<p align="right">Bersambung. . . .</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (III)</h2>
<p><strong>Minggu, 6 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 11.41</strong></p>
<p>Malam pertama di klinik Bhakti Ibu sesudah melahirkan aku tidak bisa tidur …</p>
<p>Kamarku yang kebetulan berada tepat di sebelah kamar bayi membuatku selalu terbangun tiap kali ada suara tangis bayi dari kamar itu …</p>
<p>Setiap jam selalu ada bayi menangis dan setiap jam itu juga aku selalu terbangun … bertanya-tanya apakah yang menangis itu bayiku …?</p>
<p>Setiap pagi datang aku selalu tidak sabar menunggu perawat membawa masuk bayiku ke kamarku …</p>
<p>Hal yang paling menyenangkan bila bayiku berada di kamarku … dan aku ditemani suamiku …</p>
<p>Dan bila malam tiba aku selalu sedih karena itu berarti waktu untuk berpisah dengan bayiku karena dia harus kembali ke kamar bayi lagi … untuk tidur di dalam box-nya …</p>
<p>Akhirnya waktu yang kunanti-nantikan datang juga …</p>
<p>Aku bisa pulang ke rumah bersama bayiku …</p>
<p>Aku benar-benar menikmati malam pertamaku dengan bayiku …</p>
<p>Berada di rumahku sendiri … di kamarku …</p>
<p>Dengan suamiku bisa sepuas hati memandang bayi mungil kami …</p>
<p>Di hari-hari pertamanya …</p>
<p>Mas Hafidz, bayiku … lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur …</p>
<p>Sehingga belum ada rasa lelah yang terasa olehku …</p>
<p>Memasuki minggu ke-2 … dia mulai banyak bangun dan meminta perhatianku …</p>
<p>Mengganti popok …</p>
<p>Memberinya ASI …</p>
<p>Membuatkannya susu botol …</p>
<p>Mulai dari minggu ke-3 …</p>
<p>Aku mulai kewalahan karena dia ternyata lebih banyak bangun di malam hari …</p>
<p>Dan yang melelahkan … karena dia minta digendong dan harus keluar kamar …</p>
<p>Lebih dari itu … aku harus mengajaknya berjalan-jalan dari satu ruangan ke ruangan lain … karena kalau tidak dia akan menangis …</p>
<p>Setiap tengah malam dia selalu memaksaku untuk melawan rasa kantuk untuk melakukan rutinitas itu …</p>
<p>Rasa kantuk yang amat sangat membuatku menjadi sering tidak sabar menghadapi tangis bayiku …</p>
<p>Dan bisa dipastikan pagi harinya … di saat rasa kantukku hilang aku selalu merasa menyesal dan kasihan pada bayiku, karena telah memarahi bayi mungilku akibat ketidaksabaranku itu …</p>
<p>Tapi bila aku tidak merasa ngantuk … aku bisa lebih bersabar mengurusi bayiku di malam hari …</p>
<p>Semoga saja seiring berjalannya waktu … semakin membuatku lebih dewasa dalam mengurusi bayi mungilku …</p>
<p>Membuatku lebih bersabar menghadapi tangis bayiku …</p>
<p>Karena memang cuma itu cara dia berkomunikasi denganku …</p>
<p>Tapi yang pasti … walaupun kadang-kadang aku memarahi bayi mungilku kalau aku sedang tidak bisa bersabar …</p>
<p>Rasa sayangku … dan rasa kasihku padanya melebihi apa pun yang ada di dunia ini …</p>
<p>Tiap kali memandang wajah sedihnya membuat rasa sakit di hati ini … dan membuatku menangis …</p>
<p>Dan aku selalu ingin menebus rasa bersalahku tiap kali aku telah memarahinya …</p>
<p>Ya Allah … semoga Kau berikan kesenangan di dunia dan di akhirat untuk mas Hafidz-ku … Amin …</p>
<p><strong>Minggu, 6 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk.14.04</strong></p>
<p>Sejak awal pernikahan, kondisi mengharuskan kami, saya dan mas Tomy, untuk mandiri dalam segala hal …</p>
<p>Sehingga dalam menjalani kehidupan rumah tangga … secara finansial kami harus memulai bukan sekedar dani nol melainkan dari minus …</p>
<p>Alhamdulillah … mas Tomy sudah memiliki rumah untuk kami tempati … walaupun kondisinya masih banyak yang harus direnovasi …</p>
<p>Tapi setidaknya … hal terpenting yang dibutuhkan dalam berumah tangga sudah kami miliki …</p>
<p>Tanpa terasa … dua tahun sudah kami menikah …</p>
<p>Tepatnya …dua tahun lebih 25 hari …</p>
<p>Dan sudah ada seorang bayi mungil di tengah-tengah kami … yang baru berusia 38 hari …</p>
<p>Tapi sampai dengan saat ini kami masih belum memungkinkan untuk hidup berlebih-lebihan …</p>
<p>Bahkan untuk beberapa saat ke depan kami masih harus banyak menahan keinginan …</p>
<p>Seringkali semua terasa sangat berat untuk kami jalani …</p>
<p>Tapi Alhamdulillah … Allah senantiasa menolong kami … sehingga walau terasa berat tapi tetap dapat kami lalui …</p>
<p>Memang ada kalanya saya tidak bisa bersabar dan sulit menerima kenyataan mengenai kondisi keluarga kami …</p>
<p>Dan bila sudah begitu selalu mas Tomy yang menjadi sasaran kekesalan saya … dan saya menyakiti hatinya …</p>
<p>Sering saya merasa tidak bisa berpikir jernih … dan itu membuat saya jadi mudah tersinggung dan tidak bisa mengendalikan sikap dan perkataan …</p>
<p><strong>Selasa, 8 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.58</strong></p>
<p>Sekali lagi beban berat terasa menghimpit kami …</p>
<p>Masih seperti yang sudah-sudah … masalah finansial …</p>
<p>Saat ini … kami harus memikirkan SPP  mas Tomy …</p>
<p>Sementara kewajiban bulanan kami untuk bulan ini masih banyak yang belum terpenuhi …</p>
<p><strong>Senin, 14 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 11.52</strong></p>
<p>Alhamdulillah … di tengah-tengah beban yang sedang kami hadapi … ada pertolongan dari Allah …</p>
<p>Sepagian tadi saya bingung memikirkan ABN yang jatuh tempo hari ini … sementara uang les baru akan masuk sore nanti, dan itu pun tidak mencukupi untuk angsuran ABN …</p>
<p>Tapi Allah tidak meninggalkan kami … karena gaji dari PIB cair hari ini walaupun hanya setengahnya …</p>
<p>Satu beban terlewati … dan masih banyak lagi yang masih harus kami jalani … semoga Allah memberikan jalan bagi kami untuk melaluinya … Amin …</p>
<p><strong>Senin, 21 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 17.43</strong></p>
<p>Satu hal yang paling tidak ingin kulakukan adalah …</p>
<p>Berpisah dengan bocah kecilku …</p>
<p>Baru membayangkannya saja … hatiku rasanya sudah sangat sakit …</p>
<p>Rasanya tidak rela melewatkan hari tanpa melihat wajah mungilnya …</p>
<p>Rasanya tidak rela melewatkan hari tanpa mendengar celotehnya …</p>
<p>Rasanya tidak rela tidak melihat mata mungilnya menatap wajahku …</p>
<p>Rasanya tidak rela membayangkan bila dia jadi lebih dekat dengan orang lain … dan bukan dengan aku ibunya …</p>
<p>Tapi entah harus bagaimana …</p>
<p>Kondisi masih mengharuskan aku untuk bekerja …</p>
<p>Kondisi belum memungkinkan aku untuk selalu berada di rumah tanpa melakukan sesuatu yang menghasilkan …</p>
<p>Masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi …</p>
<p>Termasuk kebutuhan bocah kecilku …</p>
<p>Sementara masih banyak juga kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan …</p>
<p>Dan itu berarti … aku harus meninggalkan bocah kecilku untuk bekerja di luar rumah …</p>
<p>Sebenarnya …</p>
<p>Aku sangat tidak ingin melewatkan setiap detik untuk mengikuti perkembangan buah hatiku …</p>
<p>Walaupun aku hanya berpisah di siang hari … dan malamnya kami bisa terus bersama …</p>
<p>Tapi rasanya sangat berat …</p>
<p>Tapi sepertinya belum ada jalan lain untuk menghindari hal itu …</p>
<p>Karena kalau aku berhenti bekerja sekarang …</p>
<p>Kehidupan kami justru akan semakin sulit …</p>
<p>Dan akan berat juga untuk bisa memenuhi kebutuhan bocah kecilku …</p>
<p>Memang masih ada waktu sampai dengan masa cutiku habis …</p>
<p>Tapi sampai dengan saat ini kami masih belum tahu jalan keluar untuk masalah ini …</p>
<p>Apakah bayiku akan dirawat oleh orang lain … atau oleh eyangnya yang di Rembang …</p>
<p>Dan juga masih belum tahu … apakah eyangnya yang ke Semarang … atau bayiku yang harus ke rumah eyangnya di Rembang …</p>
<p>Sedih rasanya memikirkan hal ini …</p>
<p>Kalau memungkinkan …</p>
<p>Sebenarnya aku sangat berharap eyangnya yang datang ke Semarang …</p>
<p>Tapi entahlah … apa mungkin eyangnya bersedia meninggalkan rumahnya …</p>
<p>Ah …</p>
<p>Memikirkan hal ini membuatku merasa pusing … dan sakit hati …</p>
<p>Karena aku sangat mengharapkan kenyataan yang lain ..</p>
<p>Semoga Allah memberi jalan keluar bagi kami …</p>
<p>Amin …</p>
<p><strong>Senin, 21 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.08</strong></p>
<p>Banyak dan berat sekali beban yang harus kami penuhi untuk bulan ini …</p>
<p>Rekening telepon, Finansia, Citibank, Permata …</p>
<p>Semua harus dipenuhi …</p>
<p>Sementara SPP mas Tomy, uang buku, dan kebutuhan bulanan lainnya tetap juga tidak bisa diabaikan …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Kumohon pertolongan-Mu … Amin …</p>
<p><strong>Senin, 28 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.36</strong></p>
<p>Sekarang tanggal 28 Maret … itu berarti waktuku untuk bersama si kecilku tinggal 8 hari …</p>
<p>Setelah itu … dia akan tinggal bersama eyangnya di Rembang …</p>
<p>Ya Allah … entah bagaimana aku akan menjalani hari-hariku …</p>
<p>Tapi sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima ini sebagai kenyataan …</p>
<p>Semoga Engkau selalu menolongku ya Allah … Amin …</p>
<p><em>Surat Untuk Anakku (1)…</em></p>
<p><strong>Selasa, 29 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 07.26</strong></p>
<p>Anakku sayang …</p>
<p>Maafkan ibu … karena kamu lahir di saat kondisi ibu dan papa masih prihatin …</p>
<p>Mungkin ibu dan papa punya kasih sayang yang melimpah untuk kamu …</p>
<p>Tapi ibu dan papa belum punya materi yang berlebih untuk kamu saat ini …</p>
<p>Tapi biarpun begitu … ibu tidak menganggap kamu lahir di saat yang tidak tepat …</p>
<p>Justru kehadiran kamu menjadi penghibur hati di saat ibu merasa sedih …</p>
<p>Tapi sekaligus menimbulkan rasa bersalah karena sebenarnya ibu sangat berharap bisa memberikan segalanya untuk kamu …</p>
<p>Dan yang paling menyakitkan untuk ibu …</p>
<p>Karena ibu dengan sangat terpaksa harus menitipkan kamu … buah hati ibu … yang ibu tunggu-tunggu kehadirannya sejak awal pernikahan ibu … ke rumah Eyang di Rembang …</p>
<p>Sedih rasanya membayangkan kamu di sana tidak bersama ibu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa melihat senyum kamu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa ngobrol dengan kamu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa mendengar tangisanmu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa memeluk kamu dalam gendongan ibu …</p>
<p>Tapi untuk saat ini belum ada jalan lain …</p>
<p>Karena ibu masih harus bekerja … membantu papa berusaha untuk menormalkan kondisi keluarga kita …</p>
<p>Kalau ibu bisa memilih …</p>
<p>Ibu pasti memilih tidak akan pernah meninggalkan kamu anakku …</p>
<p>Tapi kelihatannya belum ada pilihan itu untuk ibu … karena yang ada … ibu dihadapkan pada kondisi … yang untuk sementara harus jauh dulu dari buah hati ibu …</p>
<p>Mudah-mudahan buah hati ibu bisa mengerti …</p>
<p>Mudah-mudahan buah hati ibu tidak marah dan menyalahkan ibu atas keadaan ini …</p>
<p>Saat ini … ibu hanya bisa berharap semoga Allah segera menolong ibu … mendekatkan kembali ibu dengan buah hati ibu dalam kondisi yang jauh lebih baik … Amin …</p>
<p><strong>Kamis, 31 Maret 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 15.14</strong></p>
<p>Ada rasa berdosa yang amat sangat yang kurasakan hari ini untuk bayi kecilku …</p>
<p>Siang tadi … terpaksa aku mengajaknya pergi ke ATM karena hari ini harus membayar finansia …</p>
<p>Dalam kondisinya yang sedang flu dan dengan  suhu badan yang agak hangat … aku terpaksa mengajaknya naik motor …</p>
<p>Dan memang dia tidak seperti biasanya … karena tadi kelihatan dia merasa tidak nyaman berada dalam gendonganku … dan dia sempat menangis walau sangat sebentar …</p>
<p>Mendengar suara batuknya yang kecil membuatku menangis … terasa sangat berdosa karena telah membawanya dalam kehidupan yang masih sangat susah ini …</p>
<p>Terasa berdosa karena membiarkan bayi sekecil itu harus merasakan kehidupan yang keras …</p>
<p>Dia bayi kesayanganku … anak kesayanganku … kelihatannya dia akan jadi anak yang paling kusayangi karena aku telah berhutang padanya … berhutang kasih sayang … dan berhutang kesenangan … kenyamanan … dan kebahagiaan …</p>
<p>Dan ini berarti …</p>
<p>Aku harus benar-benar merelakannya untuk ikut dengan Eyangnya dulu  …</p>
<p>Supaya aku bisa menghabiskan seluruh waktuku untuk memperbaiki kondisi ekonomi kami saat ini …</p>
<p>Supaya secepatnya aku bisa menjemputnya kembali ke rumah ini …</p>
<p>Rumah tempat ibu dan papanya menunggu dan mengupayakan keadaan yang jauh lebih baik …</p>
<p>Untuk bisa membahagiakan dan mencukupi kebutuhan anak-anak kami kelak …</p>
<p>Kumohon pertolongan-Mu ya Allah … Amin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Minggu, 3 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 17.58</strong></p>
<p>Ntah apa rencana Allah …</p>
<p>Yang jelas saat ini … ternyata kamu menolak untuk tinggal dengan mbah di Rembang …</p>
<p>Sesudah rencana itu … hari-hari menjelang keberangkatan ke Rembang … kamu malah mendadak sering rewel dan seperti kehilangan keceriaan …</p>
<p>Setiap kali diajak bicara tentang rencana ke Rembang … kamu malah memasang wajah sedih … atau marah …</p>
<p>Tapi biarpun begitu … rencana … dengan sangat terpaksa akan tetap dijalankan …</p>
<p>Sampai pada akhirnya … tepat malam terakhir  menjelang waktu berangkat …</p>
<p>Ibu dan papa dengan keyakinan yang amat sangat … memutuskan untuk membatalkan rencana itu …</p>
<p>Karena kamu … malah jatuh sakit …</p>
<p>Malam itu juga ibu segera memberi kabar tentang pembatalan itu …</p>
<p>Dan lucunya … malam itu kamu mulai banyak senyum dan mengoceh lagi … sepertinya kamu merasa lega dengan keputusan akhir itu … Alhamdulillahi rabbil alamiin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (IV)</h2>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Muhammad Hafidz </strong><strong>Pristiatama Nugraha</strong><strong> </strong></p>
<p><strong>( Lahir) Rabu, 26 Januari 2005</strong></p>
<p>Dia bayi kecilku …</p>
<p>Dia buah hatiku …</p>
<p>Dia anak tersayangku …</p>
<p>Betapa besar rasa bersalahku padanya …</p>
<p>Dia anugerah terbesar untukku … sekaligus ujian terberat buatku …</p>
<p>Karena di saat kami seharusnya menghabiskan waktu untuk bersama …</p>
<p>Dia malah kujauhkan dari sisiku … dari pangkuanku …</p>
<p>Di usianya yang baru 2 ½ bulan … aku malah membuatnya harus kehilangan ASI nya …</p>
<p>Dia anak terbaikku …</p>
<p>Sejak dari dalam kandungan sampai saatnya melahirkan dia …</p>
<p>dia tidak pernah menyusahkanku …</p>
<p>Bahkan selalu mengerti dan memahami keadaan orang tuanya …</p>
<p>Hanya Allah yang tahu penderitaanku karena berpisah dengannya …</p>
<p>Hanya Allah yang tahu betapa besar dan berat pengorbanan yang harus kulakukan untuk memperbaiki keadaan keluarga kami …</p>
<p>Aku memang tidak bisa membalikkan waktu …</p>
<p>Tapi semoga Allah memberiku kesempatan untuk bisa menebus kesalahanku …</p>
<p>Memberiku kesempatan untuk mengganti waktuku yang telah hilang untuk bersama bayi kecilku …</p>
<p>Yaa Allah … satukan kembali keluarga kami … Amiin …</p>
<p><strong>Senin, 11 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.50</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ujian  sangat berat Allah berikan untuk ibu saat ini …</p>
<p>Karena ibu harus merelakan kamu … bayi kecil ibu untuk jauh dari ibu …</p>
<p>Semua berubah dari rencana … tapi mungkin ini jalan keluar yang diberikan oleh Allah pada kita saat ini …</p>
<p>Semua yang tidak tahu permasalahan yang sebenarnya menyalahkan ibu …</p>
<p>Kenapa mau jauh dari anak semata wayangnya … yang umurnya bahkan masih sangat muda … 2½  bulan …</p>
<p>Semua melarang ibu untuk bersedih … karena itu akan membuat kamu rewel di sana …</p>
<p>Hafidz  sayang … melihat wajah sedih kamu kalau sedang menangis saja membuat ibu ikut sakit rasanya …</p>
<p>Apalagi kalau tahu kamu rewel tanpa ada yang bisa menenangkan …</p>
<p>Rasanya ibu tidak ingin bersedih memikirkan kamu yang jauh di sana sayang …</p>
<p>Tapi ibu tidak bisa membohongi diri sendiri … ibu sangat kangen sama kamu …</p>
<p>Ibu ingat semua yang berkaitan dengan kamu …</p>
<p>Tanpa harus melihat barang-barang kamu yang masih tersisa di rumah ini pun … ibu ingat terus sama kamu …</p>
<p>Mata mungil kamu …</p>
<p>Senyum kamu …</p>
<p>Ocehan kamu …</p>
<p>Tangisan kamu kalau lagi marah …</p>
<p>Dan tangisan kamu kalau kamu merasa sakit hati …</p>
<p>Rasanya sakit hati ini …</p>
<p>Rasanya ingin menyalahkan keadaan … kenapa keadaan harus memisahkan kamu dari ibu …</p>
<p>Ibu tahu kamu di sana aman … dan tidak akan kekurangan apa pun …</p>
<p>Ibu tahu kamu di sana dikelilingi keluarga yang semuanya sangat menyayangi kamu …</p>
<p>Dan itu membuat ibu merasa sangat lega …</p>
<p>Tapi ibu juga tidak bisa menghapus rasa kangen ibu sama kamu …</p>
<p>Walaupun ibu tidak berharap kamu kembali ke rumah ini dalam keadaan masih serba kekurangan …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Yang paling ibu inginkan saat ini …</p>
<p>Menjemput kamu pulang lagi ke rumah kita …</p>
<p>Dan tidak akan berpisah lagi …</p>
<p>Dan itu artinya …</p>
<p>Ibu dan papa harus segera membenahi kondisi keuangan kita …</p>
<p>Supaya kamu tidak menjadi korban dari keadaan kita yang masih serba sangat sulit …</p>
<p>Supaya kamu tetap bisa mendapatkan segala sesuatu yang memang seharusnya kamu dapatkan … dan mungkin saat ini semua itu bukan kamu peroleh dari ibu dan papa …</p>
<p>Dan itu artinya …</p>
<p>Ibu dan papa harus sangat bekerja keras saat ini …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tidak bisa tidak bersedih karena dipisahkan dari kamu …</p>
<p>Tapi ibu sangat berharap itu tidak membuat kamu rewel di sana …</p>
<p>Karena dengan kondisi kita saat ini  … sama sekali tidak ada keraguan dalam hati ibu untuk menitipkan kamu sama Pak Dhe Pris …</p>
<p>Karena di sana … kamu akan mandapatkan semua yang belum bisa ibu dan papa berikan untuk kamu …</p>
<p>Karena keadaan kamu yang masih sangat kecil tidak memungkinkan untuk ikut merasakan keadaan prihatin yang masih harus ibu dan papa jalani saat ini … hanya supaya kita bisa tetap berkumpul …</p>
<p>Karena kalau itu ibu paksakan sama kamu … akan berpengaruh pada kesehatan kamu …</p>
<p>Dan itu yang sangat ibu dan papa jaga …</p>
<p>Karena itu Hafidz sayang …</p>
<p>Kamu jangan rewel di sana … kamu jangan nangis terus …</p>
<p>Kamu harus bisa mengerti, seperti sejak masih dalam kandungan ibu …</p>
<p>Karena walau kita sama-sama kangen dan ingin segera berkumpul lagi …</p>
<p>Tapi yang jelas di sana banyak yang menyayangi kamu … dan kamu tidak akan pernah terlantar …</p>
<p>Sementara ibu dan papa di sini harus berjuang keras berdua … supaya kita bisa cepat berkumpul lagi …</p>
<p>Jadi Hafidz sayang …</p>
<p>Jangan karena kangen sama ibu-papa kamu terus menyiksa diri dengan bersedih … karena ibu yakin banyak yang akan menghibur kamu di sana …</p>
<p>Tapi Hafidz sayang …</p>
<p>Jangan larang ibu untuk bersedih dan mengingat semua tentang kamu …</p>
<p>Jangan karena itu kamu jadi sakit di sana …</p>
<p>Karena dengan adanya kesedihan ibu … dan ingatan tentang kamu … itu yang mendorong semangat ibu untuk terus berusaha mengubah keadaan kita …</p>
<p>Dan semoga Allah segera menolong kita … Amin …</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (V)</h2>
<p><strong><em>Surat Untuk Anakku (2)</em></strong><em></em></p>
<p><strong>Selasa, 12 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 21.35</strong></p>
<p>Hallo sayang …</p>
<p>Gimana keadaan kamu hari ini …</p>
<p>Pasti baik seperti hari kemarin kan …</p>
<p>Kamu nggak rewel … nggak nangis terus … batuk kamu sudah sembuh … mimik kamu banyak …</p>
<p>Dan kamu main terus ya sama Pak Dhe … Bu Dhe … Mbak Hana, Mbak Dani, Mbak Vivi, Mbak Inung, Mbah Yayi dan Mbah Kakung …</p>
<p>Oya … sama keluarga Bu Dhe Win juga ya …</p>
<p>Maaf sayang … hari ini Ibu nggak nelpon kamu …</p>
<p>Soalnya Ibu agak nggak enak sama Pak Dhe dan Bu Dhe kalau setiap hari nelpon … takut dikira nggak percaya sama mereka dalam merawat kamu sayang …</p>
<p>Gini aja … Ibu nelpon kamu dua hari sekali ya …</p>
<p>Tapi … kayaknya setiap hari juga nggak apa-apa ya …</p>
<p>Soalnya Ibu kangennya malah setiap detik bahkan dalam setiap tarikan nafas Ibu … Ibu kangen kamu sayangku …</p>
<p>Hari ini ibu sangat bersyukur kamu ada di rumah Pak Dhe Pris dan Mbah Yayi …</p>
<p>Karena hari ini ibu dan papa mengalami hari yang sangat berat … dan sangat menguras pikiran dan perasaan kami …</p>
<p>Ibu bersyukur karena kamu tidak melihat keadaan itu …</p>
<p>Karena kalau iya … itu akan membuat ibu semakin merasa berdosa sama anak tersayang ibu …</p>
<p>Karena pikiran ibu sangat kacau hari ini … sampai teman-teman di kantor bisa melihat ada beban yang berat di pikiran ibu …</p>
<p>Kalau kamu ada di sini … pasti akan membuat hati kamu ikut sedih seperti biasa … karena kamu selalu ikut merasakan apa yang ibu dan papa rasakan …</p>
<p>Dan kamu pasti tidak akan mau mimik ASI ibu karena rasanya pasti tidak enak … seperti halnya perasaan ibu yang sedang sangat tidak enak hari ini …</p>
<p>Jadi lebih baik bagi kamu … tidak berada … dan jauh dari kondisi seperti ini  …</p>
<p>Di sana kamu banyak yang menemani … ngajak main dan bersenang-senang … juga banyak yang menghibur kamu … memberi kamu kondisi yang nyaman, tenang dan tentram …</p>
<p>Tadi pulang kerja, sayang …</p>
<p>Ada adik kecil lagi digendong sama papanya di depan rumahnya … ibu langsung ingat kamu … langsung pengen cepat bisa menggendong kamu lagi di rumah ini … kapan ya …</p>
<p>Sudah dulu ya sayangku …</p>
<p>Besok ibu nelpon lagi dari kantor …</p>
<p>Mudah-mudahan besok ibu bisa mendengar suara kamu …</p>
<p>Oya …</p>
<p>Jam segini kan … jam melek kamu to …</p>
<p>Lagi digendong Pak Dhe ya …</p>
<p>Atau lagi mimik susu sambil bobo …</p>
<p>Cepet bobo yang nyenyak ya …</p>
<p>Ibu berharap hari cepat berlalu dan ibu bisa segera nengok kamu hari Sabtu besok …</p>
<p>Doakan ada rizki untuk berangkat ke sana ya … sama bawain susu buat kamu …</p>
<p>Udah dulu ya …</p>
<p>Daah  sayang …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Rabu, 13 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.00</strong></p>
<p>Hallo lagi sayang …</p>
<p>Ibu tadi udah denger suara kamu … bikin ibu jadi tambah kangen sama bayi mungil ibu …</p>
<p>Waktu berjalan lambat sekali rasanya …</p>
<p>Lama sekali nunggu hari Sabtu tiba …</p>
<p>Sayangku tadi main sama Mbak Anggun yaa …</p>
<p>Waktu ibu nelpon, mas Hafidz kan lagi mimik botol sama Mbak Anggun …</p>
<p>Bener kan yang ibu bilang …</p>
<p>Di sana kamu banyak yang nemani … dan orangnya baik-baik yang sayang sama kamu …</p>
<p>Kalau kamu di sini … yang nemani kamu orangnya aneh-aneh …</p>
<p>Itu malah nggak baik untuk perkembangan kamu …</p>
<p>Tapi kalau di sana … biarpun kita belum bisa ketemu … tapi siang dan malam kamu bersama orang-orang yang …</p>
<p>Eh, Hafidz sayang, sebentar …</p>
<p>Ada kabar bagus nih …</p>
<p>Alhamdulillah … tadi tante Duy ngasih kabar kalo Pak Her bilang ada kesempatan untuk ibu di tempat kerja dia …</p>
<p>Memang semua tergantung pada kemampuan ibu sendiri … tapi paling tidak ibu diberi kesempatan untuk mengikuti tes lebih dulu sebelum orang lain …</p>
<p>Jadi kalau ibu memang memenuhi kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan itu … ya ibu langsung diterima bekerja di sana …</p>
<p>Ibu senang sekali sekaligus was-was … takut kalau ibu gagal pada kesempatan ini …</p>
<p>Tapi ibu sangat berharap bahwa ini jawaban dari Allah atas doa-doa kita ya, Hafidz sayang …</p>
<p>Di tempat ini gajinya sedikit lebih bagus dibanding dengan PIB … dan yang lebih bagus lagi … di tempat ini gajinya jelas diterimanya kapan … jadi bisa dijadikan pegangan …</p>
<p>Dan dengan begitu mudah-mudahan kita akan semakin cepat berkumpul lagi di rumah ini … Amin …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Banyak yang harus ibu persiapkan supaya ibu bisa diterima di tempat ini …</p>
<p>Ibu harus belajar banyak karena bidang yang akan ibu masuki bukan bidang yang selama ini ibu kuasai …</p>
<p>Ada waktu 4 hari untuk ibu mempersiapkan semuanya  …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tegang sekali rasanya … karena ibu benar-benar sangat berharap sekarang ini …</p>
<p>Berharap ini jalan keluar yang diberikan oleh Allah untuk kesulitan-kesulitan yang sedang kita alami sekarang ini …</p>
<p>Doakan ibu, sayang …</p>
<p>Mintakan pada Allah supaya kita segera terbebas dari segala kesulitan kita …</p>
<p>Mintakan pada Allah bahwa ini adalah benar-benar jalan yang diberikan oleh Allah untuk kita …</p>
<p>Supaya papa bisa terbantu bebannya …</p>
<p>Doakan, ya sayang … Amin …</p>
<p>Eh, tadi kita lagi ngobrol apa ya sebelum tante Duy nelpon …</p>
<p>O, iya … di rumah Pak Dhe sana … yang nemani kamu itu orang-orang yang rasa sayangnya terhadap kamu tidak perlu diragukan lagi … jadi pasti dengan kamu di sana pasti bukan jalan yang salah …</p>
<p>Mungkin memang kita harus saling menahan rasa kangen dulu …</p>
<p>Dan pada akhirnya nanti … Allah akan memberikan kebahagiaan itu kepada kita sekeluarga …</p>
<p>Udah dulu surat ibu hari ini, ya sayang …</p>
<p>Doakan ibu bisa diterima di tempat kerja yang baru itu ya … Amin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kamis, 14 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 17.48</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tadi denger suara kamu lagi …</p>
<p>Waktu ibu nelpon jam 3 lebih tadi, kamu lagi dipangku Pak Dhe Pris abis bangun tidur …</p>
<p>Ibu dan nggak sabar nunggu hari Sabtu sayang …</p>
<p>Oya …</p>
<p>Tadi surat lamaran untuk pekerjaan baru itu udah dikirim papa ke kantornya …</p>
<p>Dan dari pihak kantor langsung nelpon ngasih tahu kalo ibu tes hari Senin besok … Psikotes …</p>
<p>Doakan ibu sayang …</p>
<p>Kelihatannya semua ini bener-bener jalan dari Allah …</p>
<p>Karena sejauh ini … kesempatan ini datang tanpa diduga … dan tiba-tiba banget …</p>
<p>Ibu pun tidak perlu bersusah payah untuk mendapat kesempatan ini …</p>
<p>Hasilnya bener-bener tinggal tergantung pada hasil tes besok ini …</p>
<p>Ibu memang belum tahu bagaimana hasilnya besok … apakah ibu diterima atau tidak …</p>
<p>Tapi setidaknya … kesempatan untuk tes ini datang tanpa diduga …</p>
<p>Selama ini ibu bukannya tidak pernah ikhtiar …</p>
<p>Berulang kali ibu ngirim lamaran ke berbagai tempat …</p>
<p>Tapi panggilan sekedar untuk tes pun tidak ibu terima …</p>
<p>Sementara sekarang …</p>
<p>Tanpa susah payah … tanpa perlu menunggu waktu lama …</p>
<p>Kesempatan itu datang pada ibu …</p>
<p>Karena itu ibu jadi yakin bahwa ini benar-benar Allah yang mengatur semuanya … walau ibu belum tahu apa rencana Allah selanjutnya untuk kita …</p>
<p>Jadi jauh di dalam lubuk hati ibu … ibu sangat berharap bahwa ini jalan keluar untuk kesulitan-kesulitan kita …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Tahu nggak … kantor yang sekarang ini punya cabang di Rembang lho …</p>
<p>Kalau saja ibu bisa diterima … dan kalau saja apa yang dikatakan teman ibu itu benar bahwa dia bisa membantu kalau ibu ingin ditempatkan di tempat tertentu … Ibu pasti langsung minta ditempatkan di Rembang dulu … biar kita bisa berkumpul lagi …</p>
<p>Setidaknya sampai kita mapan dulu …</p>
<p>Ibu bisa tetap kerja, tanpa harus pisah sama Hafidz seperti sekarang ini …</p>
<p>Setelah itu … baru kita ke Semarang lagi …</p>
<p>Soalnya … papa keberatan kalau harus pindah ke Rembang …</p>
<p>Papa lebih senang kalau keluarga kita tinggalnya di Semarang …</p>
<p>Jadi ya … di Rembangnya sementara aja …</p>
<p>Itu sih keinginan ibu … soalnya kalau ibu sedang kerja … ibu pengen yang momong Hafidz itu keluarga sendiri bukan orang lain … atau pengasuh …</p>
<p>Sementara keluarga kita semua di Rembang … nggak ada yang di Semarang … jadi biar ibu yang ngalah kerja dulu di Rembang …</p>
<p>Kecuali … kalau Mbah Yayi mau ikut ke Semarang … ibu pasti milih kerja di Semarang …</p>
<p>Karena di Semarang ada papa … dan yang jelas rumah kita di Semarang …</p>
<p>Tapi … itu cuman keinginan ibu … harapan ibu …</p>
<p>Ibu nggak tahu apa yang akan Allah tetapkan untuk kita …</p>
<p>Kita berdoa ya sayang … semoga semua sesuai dengan harapan kita … Amin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kamis, 14 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.05</strong></p>
<p>Ade sayang …</p>
<p>Sudah 4 hari kita nggak ketemu … walaupun dua hari ini ibu bisa dengar suara kamu lewat telpon …</p>
<p>Tapi tetap aja kita nggak bisa ketemu …</p>
<p>Ade jangan lupa sama ibu ya, sayang …</p>
<p>Ibu lagi kangen banget sama kamu …</p>
<p>Ingat terus mata mungil kamu kalau sedang menatap ibu …</p>
<p>Ingat terus gerakan-gerakan lucu kamu tiap kali mau memandikan kamu …</p>
<p>Ingat terus wajah bersih kamu tiap kali habis dimandikan …</p>
<p>Kalau ibu-papa ke Rembang hari Sabtu besok … ade jangan lupa sama ibu yaa …</p>
<p>Mau digendong ibu yaa …</p>
<p>Mau bobo sama ibu yaa …</p>
<p>Mau dimandiin ibu yaa …</p>
<p>Dan mau mimik ASI ibu yaa …</p>
<p>Tunggu ibu ya, sayang …</p>
<h2> </h2>
<h2> </h2>
<h2> </h2>
<h2> </h2>
<h2> </h2>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (VI)</h2>
<p><strong>Kamis, 14  April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.18</strong></p>
<p align="center">Ya Allah …</p>
<p align="center">Betapa berat ujian yang Kau berikan padaku saat ini …</p>
<p align="center">Kau pisahkan aku dari buah hati yang telah lama kutunggu-tunggu kehadirannya …</p>
<p align="center">Engkau menganugerahkannya padaku … tapi kenapa harus Kau pisahkan kami ya Allah …</p>
<p align="center">Rasanya aku tidak ingin kehilangan setiap detik yang seharusnya bisa kulalui bersama bayi mungilku …</p>
<p align="center">Tapi aku tahu … selalu ada hikmah yang Engkau berikan dalam setiap ujian yang Kau berikan pada kami …</p>
<p align="center">Semoga Engkau segera mempersatukan kami kembali dalam kondisi yang sebaik-baiknya, ya Allah … Amiin …</p>
<p><strong>Jumat, 15 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 01.53</strong></p>
<p>Ada rasa sakit yang amat sangat yang ibu rasakan … tiap kali ibu disadarkan bahwa umurmu baru 2½ bulan saat kamu harus berpisah sama ibu …</p>
<p>Walaupun itu hanya sementara … tetap saja kenyataannya kamu dipisahkan dari ibu … orang yang seharusnya melindungi kamu … menjaga kamu … dan melakukan segalanya untuk kamu …</p>
<p>Tapi ini … justru di saat kamu membutuhkan kehadiran ibu setiap saat di sisi kamu … kamu malah dijauhkan dari ibu …</p>
<p>Jarak dan waktu memisahkan kamu dari ibu …</p>
<p>Bukan ini yang ibu inginkan …</p>
<p>Jauh dari buah hati ibu … anak tersayang ibu …</p>
<p>Tapi keadaan tidak memberikan pilihan lain pada ibu untuk saat ini …</p>
<p>Hanya Allah yang tahu … karena semua ini merupakan ujian dari Allah untuk keluarga kita …</p>
<p>Ujian terberat untuk ibu dan papa … karena harus dipisahkan dari kamu … Hafidz sayang …</p>
<p>Orang-orang hanya bisa menyalahkan …</p>
<p>Tapi mereka tidak tahu … betapa berat saat ibu harus mengambil keputusan ini …</p>
<p>Saat ibu hanya dihadapkan pada keadaan dimana ibu harus meninggalkan kamu di Rembang … supaya ibu dan papa bisa bersama-sama mengatasi kesulitan-kesulitan yang sangat berat yang harus diselesaikan …</p>
<p>Ibu hanya dihadapkan pada harapan bahwa pada saatnya      nanti … ibu akan dapat segera menjemput kamu lagi ke rumah ini …</p>
<p>Amiin …</p>
<p><strong>Jumat, 15 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 02.11</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ada kabar gembira … ternyata ibu juga dapat panggilan wawancara dari PT Royal Wood …</p>
<p>Walaupun mungkin tempat itu juga tidak terlalu bagus dan tempatnya jauh dari rumah … tapi tetap saja lebih baik dari tempat kerja ibu sekarang…</p>
<p>Kelihatannya jalan keluar untuk kita benar-benar mulai diberikan oleh Allah pada kita sayang …</p>
<p>Doakan ibu ya …</p>
<p>Semoga kita benar-benar cepat berkumpul lagi …</p>
<p>Ibu nggak mau kehilangan kesempatan untuk melihat dan mendampingi pertumbuhan dan perkembangan kamu sayang …</p>
<p>Walaupun ibu tidak bisa melihat kamu siang hari karena ibu bekerja … tapi ibu sangat berharap ibu bisa bersama kamu di malam harinya …</p>
<p>Semoga Allah mengabulkan doa ini … Amiin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Jumat, 15 April  2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.05</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tadi nelpon kamu …</p>
<p>Tapi kamu lagi bobo digendong mbah …</p>
<p>Pak Dhe bilang … pagi tadi kamu diimunisasi Polio sama DPT 1 …</p>
<p>Dan kamu lagi demam sama rewel sesudah imunisasi DPT itu …</p>
<p>Tapi kata Pak Dhe … kamu udah diberi obat turun panas dan udah nggak demam lagi … juga udah nggak rewel lagi … makanya kamu udah bisa bobo …</p>
<p>Maaf sayang …</p>
<p>Ibu nggak ada di samping kamu waktu kamu lagi demam …</p>
<p>Tapi ibu besok siang langsung ke Rembang sesudah pulang kantor …</p>
<p>Mau ketemu sama buah hati ibu … tunggu ibu ya …</p>
<p>Papa juga mau ke sana … tapi ibu nggak tahu bisa bareng apa nggak …</p>
<p>Kalau ibu harus kelamaan nunggu papa dari Purbalingga besok … mungkin ibu akan berangkat duluan naik bis …</p>
<p>Soalnya ibu udah nggak sabar pengen ketemu kamu sayang …</p>
<p>Tunggu ibu, yaa …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tadi udah wawancara yang PT Royal itu …</p>
<p>Pagi tadi kamu ikut deg-degan kayak ibu yaa …</p>
<p>Dari kantor tadi ibu terus nelpon Pak Joko nanyain kelanjutannya …</p>
<p>Dia bilang sih … saat ini posisi marketing memang masih kosong, tapi untuk bulan ini masih belum diperlukan … jadi panggilannya nanti mungkin sekitar bulan Mei … bulan depan …</p>
<p>Katanya juga sih … Pak Joko akan mengusahakan supaya ibu bisa diterima di sana bulan Mei itu … mudah-mudahan yaa …</p>
<p>Senin tanggal 18 April besok ibu tes yang Tossa … mudah-mudahan kita ada rizki di salah satu tempat itu ya sayang …</p>
<p>Kita berdoa yaa …</p>
<p>Udah dulu surat ibu hari ini … mudah-mudahan malam cepat berlalu jadi besok ibu cepat ketemu kamu …</p>
<p>Daah sayang …</p>
<p><strong>Senin, 18 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.05</strong></p>
<p>Hallo Hafidz sayang …</p>
<p>Kita udah ketemu kemarin yaa …</p>
<p>Seneng nggak … ? Kalo ibu jelas seneng banget … dan waktu segitu rasanya terlalu singkat banget …</p>
<p>Kalo aja nggak ada yang harus ibu lakukan di Semarang sini … pasti ibu nggak mau ninggalin Hafidz di Rembang …</p>
<p>Tapi ibu udah ceritain semua kemarin kan…</p>
<p>Jadi Hafidz pasti bisa ngerti …</p>
<p>Tahu nggak … kemarin waktu mau berangkat ke Rembang itu … Papa ngebut lho di jalan … soalnya biar cepet nyampe … biar cepet ketemu sama Hafidz …</p>
<p>Dan bener tebakan ibu … nyampe di sana Hafidz lagi bangun … nunggu ibu sama papa yaa …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Hafidz memang tambah gemuk seminggu ini … tapi kenapa sakitnya kelihatan lagi sayang …</p>
<p>Mudah-mudahan cepet sembuh lagi yaa …</p>
<p>Ibu juga sedih banget karena ASI ibu keluarnya sedikit banget …</p>
<p>Kalo nggak cepet-cepet di mimik sama Hafidz lagi bisa-bisa ASI nya bener-bener brenti keluar …</p>
<p>Mudah-mudahan nggak sampai gitu yaa … Amiin …</p>
<p>Hafidz sayang  …</p>
<p>Kemarin waktu malam itu, digendong ibu kok nangis terus … tapi begitu digendong sama mbah yayi langsung brenti nangisnya …</p>
<p>Kok gitu sayang …</p>
<p>Sayangku marah sama ibu … ?</p>
<p>Ibu sama papa punya rencana lagi sesudah melihat kondisi seminggu ini …</p>
<p>Ibu kerja di PIB cuman sampai tanggal 26 April aja … lalu nunggu hasil dari seleksi Royal sama Tossa …</p>
<p>Sambil nunggu itu ibu sama papa akan jemput kamu ke rumah ini lagi … kita kumpul lagi bareng-bareng …</p>
<p>Kalo ternyata ibu dapat kerja lagi pun … kamu tetap di rumah ini sayang … biar ibu bisa tetep beri kamu ASI … dan tahu kondisi dan perkembangan kamu setiap harinya …</p>
<p>Kamu seneng kan sayang …</p>
<p>Berdoa ya supaya Allah memberi kita jalan yang terbaik …</p>
<p>Amiin …</p>
<p>Oyaa … hari ini ibu nggak nelpon kamu sayang … soalnya nggak enak pake telpon kantor terus … besok aja yaa …</p>
<p>Udah dulu ya …</p>
<p>Daah sayang …</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (VII)</h2>
<p><strong>Senin, 18 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.46</strong></p>
<p>Ade sayang …</p>
<p>Ibu kangen kamu …</p>
<p>Ibu pengen kamu ada di sini sekarang dan selamanya …</p>
<p>Ibu pengen bisa liat kamu setiap saat …</p>
<p>Nggak harus nunggu hari Sabtu atau hari libur untuk bisa liat dan ketemu kamu …</p>
<p>Ibu pengen … pada saatnya ibu harus kerja nanti …</p>
<p>Setiap ibu capek pulang kerja … ibu pengen bisa langsung liat kamu nunggu ibu di rumah ini …</p>
<p>Pasti rasa capek ibu langsung hilang begitu liat wajah mungil kamu … yang senyum menyambut kedatangan ibu …</p>
<p>Ade sayang …</p>
<p>Cepet datang yaa …</p>
<p>Cepet pulang yaa …</p>
<p>Ibu tunggu …</p>
<p><strong>Rabu, 20 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.02</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Hari ini udah hari Rabu … itu berarti … besok malam ibu sama papa bakal ke Rembang, ketemu sama Hafidz lagi …</p>
<p>Ibu seneeeng banget …</p>
<p>Ibu punya kabar bagus, sayang …</p>
<p>Tadi Pak Hertanto temen ibu, bilang hasil Psikotes ibu bisa diloloskan … jadi akan ada panggilan wawancara untuk ibu … dan wawancara itu yang bener-bener akan menentukan bisa tidaknya ibu bekerja di Tossa …</p>
<p>Doakan ibu sayang … karena kalau benar ibu bisa diterima bekerja di Tossa … itu berarti Insya Allah akan ada perbaikan kondisi keluarga kita …</p>
<p>Dan kita bisa tetap berkumpul bersama di rumah ini …</p>
<p>Ibu bisa tetap bekerja tanpa harus berpisah sama kamu, sayang …</p>
<p>Di Tossa ini lebih baik dibanding dengan Royal karena tempatnya lebih deket dari rumah dan jalurnya tidak padat seperti jalur ke Royal …</p>
<p>Doakan Ibu sayang …</p>
<p>Udah dulu yaa … tunggu ibu besok yaa …</p>
<p><strong>Kamis, 21 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 11.50</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Hari ini ibu capek banget rasanya … bukan capek fisik … tapi capek pikiran dan perasaan … papa juga …</p>
<p>Rasanya pengen cepat menyelesaikan semua masalah … tapi nggak semudah itu … karena semua ada waktunya sendiri … dan terutama …masih butuh kerja keras ibu dan papa …</p>
<p>Tapi kadang … ibu-papa kehilangan semangat untuk itu … yang lebih terasa hanya … lelah dan bosan …</p>
<p>Tapi tenang ya, sayang …</p>
<p>Karena sekarang ada kamu yang jadi semangat ibu dan papa untuk jangan berputus asa … dan terus berusaha untuk menyelesaikan semuanya …</p>
<p>Sambil berjalan pasti akan ada jalan yang diberikan oleh Allah pada kita … untuk kamu sayang …</p>
<p>Ibu selalu dan sangat berharap Tossa menjadi jalan keluar untuk kita saat ini … mudah-mudahan yaa … Amiin …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Tadi ibu beli baju dan celana untuk kamu … nanti ibu bawa ke Rembang yaa …</p>
<p>Kemarin waktu ketemu kamu sayang … hati ibu rasanya sakiit banget lihat kamu pake baju yang udah kekecilan … pasti nggak enak rasanya yaa …</p>
<p>Kamu cepat besar yaa … baru nggak ketemu seminggu aja … bajunya langsung udah pada nggak cukup semua …</p>
<p>Jadi tadi ibu beli … tapi belum bisa beli banyak sayang …</p>
<p>Besok-besok kita beli lagi yaa …</p>
<p>Hari ini ibu nggak masuk kerja … rasanya nggak mood … males banget …</p>
<p>Kayaknya mau langsung ke Rembang aja … biar cepet ketemu sama kamu …</p>
<p>Tapii … papa lagi di Purbalingga …</p>
<p>Nggak papa yaa … biar untuk papa ibu tulis pesan aja …</p>
<p>Soalnya ibu udah nggak sabar pengen ketemu sama buah hati ibu …</p>
<p>Tunggu ibu ya, sayang …</p>
<p><strong>Senin, 25 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.22</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Kemarin kita ketemu lama yaa … 3½  hari …</p>
<p>Tapi ibu sempat sedih dan sakit hati karena ternyata Hafidz sempat nggak kenal ibu … atau mungkin marah sama ibu …</p>
<p>Hafidz lebih senang sama Bu Dhe Win sama Mbah Yayi daripada sama ibu …</p>
<p>Ibu sampai mau nangis tapi malu sama yang lain …</p>
<p>Tapi Alhamdulillah besoknya Hafidz mulai kenal lagi sama ibu …</p>
<p>Dan karena itu ibu nggak mau lagi pisah sama Hafidz takut Hafidz lupa lagi sama ibu …</p>
<p>Sekarang ibu harus benar-benar menyelesaikan urusan dengan PIB dan terus berkumpul lagi sama Hafidz …</p>
<p>Hari ini ibu rasanya stres banget … pengen banget kumpul sama Hafidz lagi … dan ternyata papa juga begitu …</p>
<p>Ibu sampai kehilangan rasa sabar ibu … kalau ada yang tidak berkenan di hati ibu pengennya marah-marah terus …</p>
<p>Sayang … cepat pulang sayang …</p>
<p>Kita kumpul lagi … di rumah ini aja yaa …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Satu keputusan besar kali ini benar-benar telah ibu-papa ambil …</p>
<p>Ibu keluar dari PIB mulai lusa … jadi besok hari terakhir ibu kerja di tempat itu …</p>
<p>Ibu serahkan segalanya yang berkaitan dengan kehidupan kita sama Allah, sayang …</p>
<p>Ibu belum tahu apa dampak dari keputusan ini …</p>
<p>Apakah akan langsung ada jalan keluar untuk kita lewat Tossa atau Royal … ibu belum tahu …</p>
<p>Semoga Allah senantiasa menolong kita dan mengijinkan kita berkumpul seperti dulu lagi …</p>
<p>Ntah apa dan dimana jalan kita …</p>
<p>Semoga Allah segera mengangkat beban berat dari pundak kita sayang …</p>
<p>Karena ibu yakin Hafidz juga ingin kita segera berkumpul lagi … dan tidak terpisahkan seperti sekarang ini kan …</p>
<p>Amiin …</p>
<p><strong>Selasa, 26 April 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 17.16</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Hari ini umur kamu genap tiga bulan …</p>
<p>Selamat ulang bulan ya sayaang …</p>
<p>Maaf ibu nggak ada di dekat kamu sekarang ini … insya Allah besok ibu datang …</p>
<p>Dan mudah-mudahan ibu membawa kabar baik juga …</p>
<p>Karena besok ibu panggilan wawancara yang Tossa … siapa tahu aja … besok itu bisa langsung ada hasilnya …</p>
<p>Jadi ibu datang dengan kabar gembira buat kamu, sayang …</p>
<p>Doakan ibu yaa …</p>
<p>Karena ibu-papa benar-benar berharap Tossa memang jalan yang diberikan oleh Allah untuk kita …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tadi udah pamitan dengan PIB … tapi mbak Ayu minta ibu untuk cuti lagi satu bulan sambil nyari yang momong kamu di Semarang …</p>
<p>Ibu sempat bingung dan ngerasa nggak enak karena sebenarnya ibu berharap keluar dari PIB dapat tempat kerja baru yang lebih baik …</p>
<p>Ibu sempat ngerasa nggak enak kalo sampe PIB tahu ibu keluar karena dapat tempat kerja baru … karena yang jadi alasan ibu keluar dari PIB karena mau momong kamu sayang …</p>
<p>Tapi kelihatannya itu nggak usah jadi ganjalan ya sayang …</p>
<p>Karena kenyataannya PIB bukan tempat kerja yang cocok untuk orang yang udah berkeluarga dan yang masih dalam kondisi prihatin seperti kita sekarang …</p>
<p>Jadi kita memang butuh tempat kerja yang bisa dijadikan pegangan … iya kan sayang …</p>
<p>Apalagi … ibu benar-benar berharap bisa segera memenuhi kebutuhan kamu sayang …</p>
<p>Jadi … doakan ibu ya sayang … supaya ada jalan kita di Tossa ini …</p>
<p>Soal ke PIB nanti … tinggal gimana ngomong yang halus aja yaa, untuk nolak maksud baik mereka …</p>
<p>Udah dulu yaa sayang …</p>
<p>Tunggu ibu besok …</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (VIII)</h2>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Senin, 2 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 22.41</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu udah cerita kan waktu di Rembang  kemarin … bahwa ibu alhamdulillah benar-benar diterima kerja di Tossa …</p>
<p>Ibu mulai efektif  kerja besok Selasa, tanggal 3 Mei … oya … itu kan pas tanggalnya om Dimas ultah … sayang ibu belum bisa kasih apa-apa ke dia …</p>
<p>Hafidz bantu doa aja buat om Dimas biar cepet dapat kerja kayak ibu ya, sayang … Amiin …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Mudah-mudahan ini bener-bener jalan dari Allah untuk kita yaa …</p>
<p>Dan doakan juga supaya kita bisa segera menyelesaikan semuanya tanpa harus menjual motor GL nya papa … karena kelihatannya papa merasa sayang sekali sama motor itu …</p>
<p>Biarpun ibu udah kasih perhitungan ibu … tapi papa itu dengan berbagai alasan mengulur-ulur terus …</p>
<p>Mungkin memang sebenarnya papa nggak berniat menjual motor itu dan mencoba mencari jalan lain …</p>
<p>Walau sebenarnya ibu merasa jalan yang ditempuh papa itu akan semakin sangat menyulitkan kita untuk waktu-waktu dekat ini … tapi ya sudahlah … ibu akhirnya cuma bisa berdoa dan berharap papa benar-benar tahu jalan apa yang sedang dipilihnya … dan benar-benar sudah memperhitungkan akan membawa kita kemana …</p>
<p>Dan mudah-mudahan itu jalan yang tidak malah akan semakin menyulitkan kita ya, sayang … Amiin …</p>
<p>Udah dulu ya, sayang …</p>
<p>Ibu kangen sama kamu …</p>
<p>Mudah-mudahan kita cepat ketemu lagi …</p>
<p><strong>Selasa, 3 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.50</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu tadi kerja hari pertama …</p>
<p>Lumayan … ibu bisa mengikuti kerjaan di sana …</p>
<p>Ibu belum nemukan kesulitan … cuman kerja ibu belum bisa cepat karena masih belajar …</p>
<p>Mudah-mudahan besok bisa lebih baik lagi yaa …</p>
<p>Oya … teman ibu masih kebanyakan masih muda …</p>
<p>Kelihatannya sih baik-baik mudah-mudahan ibu juga bisa menyesuaikan diri dengan orang-orang di sana …</p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Setiap hari ibu kangen sama kamu …</p>
<p>Ibu ingin kalo pulang kerja kayak gini ada kamu di rumah sayang …</p>
<p>Pasti rasa lelah ibu langsung hilang dengar suara dan senyum kamu …</p>
<p>Kapan yaa … Allah mempersatukan kita lagi …?</p>
<p>Udah dulu yaa, sayang …</p>
<p>Daah …</p>
<p><strong>Kamis, 5 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 01.20</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ternyata besok tanggal merah … tapi ibu nggak tau apa ibu bisa ke tempat kamu atau nggak …</p>
<p>Kalau iya, berarti besok ibu berangkat sendirian … dan balik lagi ke Smg Senin dini hari seperti biasa …</p>
<p>Ibu sedih banget rasanya karena untuk bisa ketemu kamu harus bolak-balik Smg – Rbg … dan pada waktu dan kondisi tertentu ibu harus berperang melawan perasaan ibu … antara keinginan yang besar untuk ketemu dengan kamu dan rasa capek, juga dengan terbatasnya waktu dan tenaga ibu …</p>
<p>Ibu pengen ketemu kamu sayang … walau sebenarnya banyak yang harus ibu kerjakan besok di rumah … karena ibu harus beres-beres rumah juga …</p>
<p>Ibu belum bisa mutuskan ya sayang … nanti ibu tanya papa dulu ya …</p>
<p>Oya … kata Budhe Yayuk, foto kamu dulu udah jadi … lucu …</p>
<p>Ibu pengen cepet-cepet liat …</p>
<p>Mudah-mudahan cepet dikirim ke ibu …</p>
<p>Udah dulu yaa, sayang …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Kamis, 5 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 16.24</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Maafkan ibu yaa … karena ibu tidak jadi ke Rembang, ke mas Hafidz …</p>
<p>Papa pulang dari Purbalingganya tengah malam … dan siang ini ngelesi banyak …</p>
<p>Papa udah sering absen ngelesi … kalo hari ini absen lagi … nanti kita nggak dapat uang …</p>
<p>Sedang ibu … waktunya terlalu mepet kalo ibu berangkat ke Rembang sendiri naik bis … dan malamnya harus pulang lagi ke Semarang …</p>
<p>Besok Sabtu aja yaa sayang …</p>
<p>Ibu datang sama papa naik motor …</p>
<p>Kamu tau sayang …</p>
<p>Ibu kecewa banget karena nggak bisa ketemu kamu hari ini …</p>
<p>Tapi ibu malam ini ada acara yasinan RW di RT kita … jadi tadi ibu abis bantu-bantu nata makanan di rumah Bu Parwi …</p>
<p>Udah dulu yaa, sayang …</p>
<p>Daah …</p>
<p><strong>Jumat, 6 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.49</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Ibu punya kabar baik lagi untuk kamu …</p>
<p>Tadi di kantor ibu dipanggil Kepala Personalia, tanda tangan penerimaan karyawan baru …</p>
<p>Ternyata … gaji ibu Rp 908.000,- sebulan ….</p>
<p>Kayaknya sih, gaji training juga terimanya segitu … mudah-mudahan ya …</p>
<p>Ibu nggak tahu … kalau masa training lemburnya dihitung apa nggak … tapi yang pasti … gaji di atas itu belum termasuk lemburan … dan kalau bisa diterima bener di sana … akan ada THR dan bonus … yang di tempat kerja lama ibu nggak ibu dapatin …</p>
<p>Mudah-mudahan ya sayang …</p>
<p>Ini bener-bener pertolongan dari Allah untuk kita …</p>
<p>Udah dulu ya sayang …</p>
<p>Tunggu ibu sama papa besok yaa …</p>
<p><strong>Senin, 9 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 22.37</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Kata temen-temen kantor ibu … memang gaji training sama dengan gaji sesudah training …jadi insya Allah ibu akan terima Rp 908.000,-  tiap bulannya …</p>
<p>Alhamdulillah yaa …</p>
<p>Cuman yang masih ibu belum ngerti … temen-temen kelihatannya nggak puas dengan kebijakan perusahaan … ntah kebijakan yang bagaimana … yang jelas kata mbak Nana tingkat keluar masuk karyawan di sana bisa dibilang tinggi …</p>
<p>Tapi biarkan aja yaa … yang jelas … untuk saat ini yang akan ibu terima dari Tossa akan sangat membantu kondisi keluarga kita … iya kaan …</p>
<p>Udah dulu ya, sayaang …</p>
<p>Daah …</p>
<p><strong>Minggu, 8 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.39</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Kali ini kita ketemunya sebentar banget yaa …</p>
<p>Ibu nyampe Rembang Sabtu malam … Minggu jam 11 siangnya ibu sama papa harus udah pulang lagi ke Semarang …</p>
<p>Soalnya ibu ada perlu di arisan PKK, kalo papa seperti biasa harus ngelesi …</p>
<p>Nggak apa ya sayang …</p>
<p>Kita prihatin dulu … ketemunya sebentar-sebentar …</p>
<p>Insya Allah kita cepat ngumpul bareng lagi di rumah ini …</p>
<p>Selamat ya sayang …</p>
<p>Kamu udah mulai belajar tengkurap …</p>
<p>Kata mbah Yayi … kamu udah dua kali tengkurap minggu ini … tapi kemarin kok kamu nggak mau tengkurap lagi sih … kan ibu pengen banget liat kamu tengkurap … papa juga …</p>
<p>            Mungkin sabtu ini yaa …</p>
<p>Oya … sekarang ibu nggak bisa sering-sering nelpon kamu sayang … soalnya di tempat kerja baru ibu nggak bisa bebas pakai telpon … jadi yaa … ditahan dulu kangennya yaa …</p>
<p>Udah dulu ya, sayang … Daah …</p>
<p><strong>Minggu, 15 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.17</strong></p>
<p>Hafidz sayang …</p>
<p>Lama ya ibu nggak nulis surat buat kamu … maaf yaa …</p>
<p>Tapi kemarin sama tadi kita udah ketemu lagi kan …</p>
<p>Insya Allah waktu kita untuk kumpul bareng lagi semakin dekat …</p>
<p>Karena kamu mau papa ajak untuk ketemu sama orang-orang yang berkepentingan dengan mutasi papa ke Semarang …</p>
<p>Mudah-mudahan aja, dengan melihat kamu … mereka jadi tergerak untuk menolong keluarga kita untuk bisa cepat benar-benar berkumpul lagi … dengan ijin Allah tentunya … ya sayang …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Kamu sekarang udah tambah pinternya …</p>
<p>Kata Mbak Vivi … minggu ini kamu tengkurap lagi … tapi yang lihat Mbak Dani … kalo mbak Vivi cuman lihat kamu miring-miring aja …</p>
<p>Ibu sama papa juga belum pernah kamu tunjukin tengkurapnya … kemarin ini miring kamu aja yang banyak …</p>
<p>Lain kali … tengkurap di depan ibu sama papa yaa …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Kamu mulai ngerti dan kenal sama ibu-papa yaa …</p>
<p>Kamu tadi sudah keliatan sedihnya waktu ibu-papa mau pulang ke Semarang …</p>
<p>Sabar dulu yaa sayang …</p>
<p>Sebentar lagi ibu-papa jemput kamu ke rumah ini …</p>
<p>Kita kumpul lagi ya sayang …</p>
<p>Udah dulu yaa …</p>
<p>Daah …</p>
<p><strong>Minggu, 22 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 19.45</strong></p>
<p>Hafidz sayang ….</p>
<p>Tadi ibu hampir liat kamu tengkurap yaa …</p>
<p>Tapi Mbah yayi nakal ya … kamu malah langsung digendong … jadi ibu-papa nggak jadi liat kamu beraksi …</p>
<p>Padahal kamu udah susah payah berusaha nunjukkin ke ibu-papa kaan …</p>
<p>Padahal kamu tau ibu-papa udah lama pengen liat kamu tengkurap …</p>
<p>Dan padahal kamu juga pengen nunjukkin ke ibu-papa to …</p>
<p>Tapi Mbah yayi malah gitu … jadinya ibu-papa harus nunggu seminggu lagi untuk ketemu kamu lagi …</p>
<p>Ibu pengen nangis rasanya … karena nggak bisa liat yang seharusnya bisa ibu liat …</p>
<p>Mudah-mudahan Allah segera menolong ibu yaa … Amiin …</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (IX)</h2>
<p><strong>Selasa, 24 Mei 2005 </strong></p>
<p><strong>Pk. 00.41</strong></p>
<p>Kadang saya merasa sangat marah pada mas Tomi … karena merasa hak saya sebagai seorang ibu telah dirampas …</p>
<p>Karena harus membantu membenahi keadaan rumah tangga … saya harus kehilangan saat-saat penting bersama buah hati saya …</p>
<p>Saya sudah kehilangan banyak hal yang seharusnya sebagai seorang ibu … sayalah yang pertama kali mengetahui segala perkembangan bayi kecil saya …</p>
<p>Ketika pertama kali dia mulai belajar miring …</p>
<p>Ketika pertama kali dia mulai belajar tengkurap …</p>
<p>Ketika pertama kali dia mulai belajar mengangkat kepalanya …</p>
<p>Ketika pertama kali dia mulai banyak ngoceh dan tertawa …</p>
<p>Saat ini … saya sudah kehilangan semua itu …</p>
<p>Sesuatu yang tidak mungkin bisa diulang … karena waktu tidak pernah berjalan mundur …</p>
<p>Saya merasa tersiksa …</p>
<p>Tapi sepertinya … nggak ada yang bisa mengerti semua itu …</p>
<p>Nggak ada yang bisa mengerti betapa saya merasa sangat sakit dengan keadaan ini …</p>
<p>Tidak juga suami saya … mas Tomi …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Ibu pengen gendong kamu lagi …</p>
<p>Ibu pengen setiap ibu membuka mata ibu … kamu yang ibu lihat …</p>
<p>Ibu pengen denger suara kamu …</p>
<p>Ibu pengen lihat senyum kamu …</p>
<p>Ibu pengen kita ngobrol lagi …</p>
<p>Seperti dulu waktu kamu masih di rumah ini …</p>
<p>Ibu takut …</p>
<p>Kamu lebih sayang mbah Yayi …</p>
<p>Kamu lebih kenal Budhe Win …</p>
<p>Kamu lebih kangen ke mereka daripada ke ibu …</p>
<p>Ibu takut …</p>
<p>Kamu lebih mencari mereka daripada ibu …</p>
<p>Dan kalau itu sampai terjadi …</p>
<p>Papa kamu jadi satu-satunya orang yang ibu salahkan atas semua itu …</p>
<p>Karena papa yang memaksa ibu untuk kehilangan kamu di saat usia kamu masih sangat kecil …</p>
<p>Karena papa yang membuat ibu kehabisan ASI untuk ibu berikan ke kamu …</p>
<p>Karena papa yang membuat kamu jadi nggak mau lagi ASI ibu …</p>
<p>Sayang …</p>
<p>Kadang memang ibu menganggap papalah yang harus bertanggung jawab atas semua ini …</p>
<p>Karena sebagai kepala keluarga … seharusnya dia bisa mempersatukan anggota keluarganya … dan bukan malah memisahkan ibu dengan bayinya yang masih berumur 2 1/2 bulan …</p>
<p>Tapi kalau ingat bahwa ini juga bukan keinginan papa …</p>
<p>Dan bahwa papa selama ini sudah bekerja mati-matian supaya kondisi kita membaik dan tercukupi …</p>
<p>Ibu jadi nggak tau harus berpikir apa lagi …</p>
<p>Yang ibu tau cuman …</p>
<p>Ibu pengen bisa deket dengan kamu lagi …</p>
<p>Ibu pengen bisa nggendong kamu tanpa ada yang melarang …</p>
<p>Ibu pengen menghabiskan waktu ibu sama kamu …</p>
<p>Ibu pengen kamu cepat ada di sini lagi …</p>
<p><strong>Selasa, 24 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 20.49</strong></p>
<p>Sayang … rasanya ibu berdosa sekali karena menyalahkan papa atas ujian berat yang sedang kita terima saat ini …</p>
<p>Sebenarnya ibu tahu ini semua bukan keinginan papa … untuk hidup terpisah dengan kamu buah hati kami …</p>
<p>Tapi tiap kali ibu ingat dan kangen kamu … rasanya ibu jadi tidak bisa berpikir secara benar …</p>
<p>Ibu tahu … kondisi sekarang ini … adalah benar-benar yang terbaik untuk kamu …</p>
<p>Sekarang ini … apa pun yang ibu-papa lakukan … setiap keputusan yang ibu-papa ambil … pertimbangannya hanya untuk kamu sayang …</p>
<p>Termasuk keputusan untuk berpisah sementara dari kamu …</p>
<p>Sesaat ibu sempat melupakan … bahwa diterimanya ibu di <br /> Tossa adalah benar-benar pertolongan dari Allah untuk kita saat ini …</p>
<p>Tapi karena emosi … ibu hampir jadi orang yang tidak bersyukur atas pertolongan Allah itu …</p>
<p>Ibu hampir saja memutuskan untuk melepaskan sesuatu yang sebenarnya selalu ibu minta pada Allah untuk memperbaiki kondisi kita …</p>
<p>Karena ibu hampir saja merelakan untuk melepaskan Tossa mulai bulan September nanti … karena pada saat itu ibu ingin bisa merawat kamu lagi di rumah ini …</p>
<p>Tapi mungkin itu bukan keputusan yang benar … karena gaji yang rutin itu akan sangat membantu kita …</p>
<p>Entahlah … rasanya ibu terlalu lelah untuk berpikir lagi saat ini …</p>
<p>Doakan ibu sayang …</p>
<p>Ibu merasa tersiksa sekali saat ini karena harus jauh dari kamu …</p>
<p>Semoga Allah segera memberi kita jalan keluar … seperti Dia menolong kita dengan menempatkan ibu di Tossa …</p>
<p>Doakan ibu-papa ya sayang …</p>
<p>Karena papa juga mulai terlihat banyak pikiran lagi saat ini …</p>
<p>Oya, waktu ibu tadi lagi baca-baca surat ibu untuk kamu di komputer ini …</p>
<p>Tanpa sengaja file suratnya malah ketutup … dan yang muncul foto kamu di desktop ini sayang …</p>
<p>Tapi itu foto kamu yang lagi nangis …</p>
<p>Nggak pake nunggu lama … ibu langsung nelpon pa Dhe Pris karena pengen tahu kabar kamu …</p>
<p>Ternyata bener … kamu lagi nangis … keras sekali …</p>
<p>Kenapa sayang … kata mbah Yayi kamu baru bangun ya jam setengah sembilan ini sesudah tidur dari jam setengah lima sore tadi …</p>
<p>Tapi kenapa nangis sayang … ibu sampai langsung nutup telponnya … supaya mbah bisa langsung nenangin kamu …</p>
<p>Jangan rewel yaa … sabar sayang …</p>
<p>Allah pasti segera mempersatukan kita lagi … bertiga di rumah ini …</p>
<p>Karena Allah nggak pernah meninggalkan kita … seperti saat Dia menolong kita dengan Tossa itu …</p>
<p>Mudah-mudahan kamu nangis tadi bukan karena kenapa-kenapa … tapi cuman karena Allah pengen menunjukkan ke ibu … bahwa kamu tidak melupakan ibu … bahwa kamu masih tetap bisa merasakan apa yang ada di hati ibu seperti biasanya …</p>
<p>Kita berdoa terus ya sayang …</p>
<p>Udah dulu yaa …</p>
<p>Ibu mau ngetik punya papa dulu …</p>
<p>Daah sayang …</p>
<p><strong>Rabu, 25 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 22.13</strong></p>
<p>Sayang …</p>
<p>Ada kabar bagus …</p>
<p>Papa bilang libur kenaikan nanti kamu mau dijemput pulang ke rumah …</p>
<p>Anak-anak kan pada libur … jadi yang minta les pasti sedikit sekali … jadi papa mau ngajak kamu ke rumah … nanti kalau pas ibu kerja … papa yang jaga dan main sama kamu …</p>
<p> kalau yang mandiin nanti mbak Ratna … ibu udah bilang ke mbak Ratna … dan dia mau …</p>
<p>Nanti kalau ada yang mau minta les … mau disuruh malam aja … kan kalau siang papa harus sama kamu terus sayang … sampai ibu pulang dari kantor …</p>
<p>Ibu seneng banget … kamu juga kan sayang …</p>
<p>Mudah-mudahan waktu itu cepet datang yaa …</p>
<p>Kamu kumpul lagi sama ibu-papa di runah ini …</p>
<p>Nanti tengkurap ya sayang …</p>
<p>Udah dulu yaa …</p>
<p>Daah …</p>
<p><strong>Kamis, 26 Mei 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 21.49</strong></p>
<p>Sayang …</p>
<p>Selamat ulang bulan yaa …</p>
<p>Hari ini kamu genap 4 bulan  …</p>
<p>Kamu dah tambah pinter … udah berkali &#8211; kali mengkurep kan …</p>
<p>Suaramu juga udah keras kalo teriak …</p>
<p>Terus kalo diajak ngomong udah bisa merespon …</p>
<p>Udah bisa megang botol sendiri kalo pas ngedot …</p>
<p>Anak ibu memang pinter banget …</p>
<p>Nanti lebih pintar dari mas Opang yaa …</p>
<p>Udah dulu ya sayang …</p>
<p>Ibu mau ngerjakan kerjaan kantor dulu yang ibu bawa pulang hari ini …</p>
<p>Daah …</p>
<h2>Istriku Menulis di Masa lalu (X)</h2>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Senin, 19 September 2005</strong></p>
<p><strong>Pk. 18.00</strong></p>
<p>Bayiku akan pulang …</p>
<p>Tidak sampai dua minggu dari sekarang …</p>
<p>Bayiku akan kembali ke pangkuanku … Insya Allah …</p>
<p>Tanggal 1 Oktober nanti … aku dan suamiku akan menjemput bayiku pulang …</p>
<p>Kembali ke rumah ini lagi …</p>
<p>Rasanya tidak sabar menunggu saat itu …</p>
<p>Rasanya ingin waktu cepat berlalu dan segera melewatkan waktuku hanya bersama bayi dan suamiku di sini …</p>
<p>Di rumah kami … seperti dulu …</p>
<p>Pasti akan lain rasanya …</p>
<p>Karena nanti … sudah tidak akan ada lagi kekhawatiran suamiku harus berlama-lama di Purbalingga … karena surat mutasinya sudah selesai … walaupun masih harus menunggu nota tugas untuk mulai mengajar di Semarang …</p>
<p>Waktu dua minggu rasanya terlalu lama untuk menunggu ada suara tawa dan ocehan bayi kecilku yang sudah mulai tumbuh besar itu di rumahku ini …</p>
<p>Tapi sebenarnya tidak terlalu lama kalau mengingat masih banyaknya hal-hal yang harus kami persiapkan untuk menyambut kepulangan bayi kecilku itu …</p>
<p>Membereskan rumah sampai sebersih-bersihnya …</p>
<p>Membuat kelengkapan nasi kuning yang bisa dikerjakan di sini untuk bancakannya bayiku di Rembang nanti …</p>
<p>Mempersiapkan travel untuk mbah Yayi dan mbah Kakung yang akan mengantar bayiku pulang ke rumah ini …</p>
<p>Dan mempersiapkan segala sesuatu untuk mencukupi kebutuhan bayiku setelah dia berkumpul kembali bersama kami …</p>
<p>Semua itu pasti akan menyita seluruh waktu dan pikiranku dan suamiku …</p>
<p>Ya Allah … Engkau Maha Tahu … bahwa sebenarnya masih begitu banyak yang kami khawatirkan untuk membawa kembali bayi kami pulang ke rumah ini …</p>
<p>Tapi rasanya kami sudah tidak kuat untuk menahan lebih lama lagi kalau harus jauh dari buah hati kami …</p>
<p>Seperti ketika kami dihadapkan pada situasi dimana kami harus menitipkan bayi kecil kami di Rembang lima bulan yang lalu …</p>
<p>Sekarang ini pun kami hanya bisa menyerahkan segalanya hanya pada-Nya …</p>
<p>Kami memutuskan untuk memilih jalan dan mengambil resiko untuk membawa kembali buah hati kami ke pangkuan kami … dengan hanya bermodalkan kepasrahan kami pada Yang Maha Memberi Cobaan … yakin dan pasrah bahwa Dia akan selalu menolong kami seperti selama ini … sampai kami bisa melewati cobaan terberat bagi kami ketika kami harus berpisah dari belahan jiwa kami …</p>
<p><em>Konsekuensi dari keputusan kami ini … aku harus berhenti bekerja … dan mulai mengurus dan mendidik Hafidz, bayi kecil kami … dan mempersiapkan kehadiran adiknya nanti … yang Insya Allah akan lahir di bulan Februari 2006 …</em></p>
<p><em>Itu satu hal yang sangat menyenangkan hatiku … satu cita-cita yang sempat tersisihkan … </em></p>
<p><em>Karena ternyata … di awal perjalanan pernikahanku … aku harus bekerja dulu untuk membantu menormalkan kondisi keuangan kami … </em></p>
<p><em>Bahkan bayi mungil kami pun … terpaksa harus mengalami masa prihatin karena harus dijauhkan dulu dari kami orang tuanya … orang yang seharusnya menjadi orang terdekat bagi dia …</em></p>
<p><em>Dan alhamdulillah … kami dianugerahi anak yang sangat sholeh oleh Allah SWT …</em></p>
<p>Tapi biarpun begitu …</p>
<p>Kami tidak ingin berlama-lama jauh dari buah hati kami …</p>
<p>Kami ingin selalu mendampinginya di masa-masa pertumbuhannya …</p>
<p>Dan kami ingin dia merasakan bahwa kami sangat menyayanginya … melebihi apa pun yang ada di dunia ini …</p>
<p>Kami ingin mendekatkannya dengan adiknya yang akan segera menemaninya bermain di rumah ini …</p>
<p>Kami ingin berkumpul bersama di rumah ini …</p>
<p>Kabulkan doa kami, ya Allah … amiin …</p>
<p>Mungkin … dengan aku berhenti bekerja … untuk beberapa waktu ke depan kami belum bisa hidup berlebih … tapi Insya Allah … kami tidak akan kekurangan …</p>
<p>Dan kami yakin … Allah akan mengganti rejeki yang hilang dari pekerjaanku sekarang … dengan rejeki yang lebih barokah … karena kami bisa tetap berikhtiar mencari rejeki dengan tanpa menjauhkan dan mengurus sendiri amanah yang Allah berikan kepada kami … buah hati kami … Amiin …</p>
<p>Walaupun masih banyak keinginan yang tertunda karena aku harus berhenti bekerja sekarang ini … tapi aku yakin … Allah akan menggatinya dengan kebahagiaan lain …</p>
<p>Kebahagiaan melihat wajah polos dan senyum bayi kami …</p>
<p>Kebahagiaan mendengar tawa dan ocehan bayi kami …</p>
<p>Kebahagiaan melihat pertumbuhan dan perkembangan bayi kami …</p>
<p>Kebahagiaan karena bisa bertemu dia setiap saat …</p>
<p>            <em>tanpa harus menunggu hari Sabtu … </em></p>
<p><em>            tanpa memikirkan badan yang lelah …</em></p>
<p><em>            tanpa memikirkan ongkos untuk pergi ke Rembang …</em></p>
<p>Kebahagiaan-kebahagiaan itu … jauh lebih berarti rasanya dibandingkan dengan memiliki perabotan rumah yang lengkap tapi harus berjauhan dengan buah hati tersayang …</p>
<p>Tidak akan ada lagi rasa sakit di hati ini … melihat bayi kecilku terus menatap kepergianku dan papanya … yang meninggalkannya …</p>
<p>Tidak akan ada lagi rasa sakit di hati ini … mendengar rengekannya menangisi kepergianku dan papanya … yang harus segera kembali ke Semarang …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Tidak akan ada penyesalan bagi kami membawa kembali pulang buah hati kami …</p>
<p>Engkau tidak akan memberi cobaan pada kami yang melebihi batas kesanggupan kami…</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/396/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=396&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2011/05/05/istriku-menulis-di-masa-lalu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2011/05/picture-085.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">IM000566.JPG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BU KEK SIANSU &#8211; Kho Ping Ho JILID 1</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/11/26/391/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/11/26/391/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 16:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=391</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga). Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk. Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=391&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi itu bukan main indahnya di dalam hutan di lereng Pegunungan Jeng Hoa San (Gunung Seribu Bunga).</p>
<p>Matahari muda memuntahkan cahayanya yang kuning keemasan ke permukaan bumi, menghidupkan kembali rumput-rumput yang hampir lumpuh oleh embun, pohon-pohon yang lenyap ditelan kegelapan malam, bunga-bunga yang menderita semalaman oleh hawa dingin menusuk.</p>
<p>Cahaya kuning emas membawa kehangatan, keindahan, penghidupan itu mengusir halimun tebal, dan halimun lari pergi dari cahaya raja kehidupan itu, meninggalkan butiran-butiran embun yang kini menjadi penghias ujung-ujung daun dan rumput membuat bunga-bunga yang beraneka warna itu seperti dara-dara muda jelita sehabis mandi, segar dan berseri-seri.</p>
<p>Cahaya matahari yang lembut itu tertangkis oleh daun dan ranting pepohonan hutan yang rimbun, namun kelembutannya membuat cahaya itu dapat juga menerobos di antara celah-celah daun dan ranting sehingga sinar kecil memanjang yang tampak jelas di antara bayang-bayang pohon meluncur ke bawah, disana sini bertemu dengan pantulan air membentuk warna pelangi yang amat indahnya, warna yang dibentuk oleh segala macam warna terutama oleh warna dasar merah, kuning dan biru.</p>
<p>Indah! Bagi mata yang bebas dari segala ikatan, keindahan itu makin terasa, keindahan yang baru dan yang senantiasa akan nampak baru biarpun andaikata dilihatnya setiap hari Sebelum cahaya pertama yang kemerahan dari matahari pagi tampak, keadaan sunyi senyap.</p>
<p>Yang mula-mula membangunkan hutan itu adalah kokok ayam hutan yang pendek dan nyaring sekali, kokok yang tiba-tiba dan mengejutkan, susul menyusul dari beberapa penjuru.</p>
<p>Kokok ayam jantan inilah yang menggugah para burung yang tadinya diselimuti kegelapan malam, menyembunyikan muka ke bawah selimut tebal dan hangat dari sayap mereka, kini terjadilah gerakan-gerakan hidup di setiap pohon besar dan terdengar kicau burung yang sahut-menyahut, bermacam-macam suaranya, bersaing indah dan ramai namun kesemuanya memiliki kemerduan yang khas.</p>
<p>Sukar bagi telinga untuk menentukan mana yang lebih indah, karena suara yang bersahut-sahutan itu merupakan kesatuan seperangkat alat musik yang dibunyikan bersama.</p>
<p>Yang ada pada telinga hanya indah! Sukar dikatakan mana yang lebih indah, suara burung-burung itu sendiri ataukan keheningan kosong yang terdapat di antara jarak suara-suara itu.</p>
<p>Anak laki-laki itu masih amat kecil.</p>
<p>Tidak akan lebih dari tujuh tahun usianya.<span id="more-391"></span></p>
<p>Dia berdiri seperti sebuah patung, berdiri di tempat datar yang agak tinggi di hutan Gunung Seribu Bunga itu, menghadap ke timur dan sudah ada setengah jam lebih dia berdiri seperti itu, hanya matanya saja yang bergerak-gerak, mata yang lebar yang penuh sinar ketajaman dan kelembutan, seperti biasa mata kanak-kanak yang hidupnya masih bebas dan bersih, namun di antara kedua matanya, kulit di antara alis itu agak terganggu oleh garis-garis lurus.</p>
<p>Aneh melihat seorang anak kecil seperti itu sudah ada keriput di antara kedua alisnya! Anak itu pakaiannya sederhana sekali, biarpun amat bersih seperti bersihnya tubuhnya, dari rambut sampai ke kuku jari tangannya yang terpelihara dan bersih, wajahnya biasa saja, seperti anak-anak lain dengan bentuk muka yang tampan, hanya matanya dan keriput di antara matanya itulah yang jarang terdapat pada anak-anak dan membuat dia menjadi seorang anak yang mudah mendatangkan kesan pada hati pemandangnya sebagai seorang anak yang aneh dan tentu memiliki sesuatu yang luar biasa.</p>
<p>Sepasang mata anak itu bersinar-sinar penuh seri kehidupan ketika dia tadi melihat munculnya bola merah besar di balik puncak gunung sebelah timur, bola merah yang amat besar dan yang mula-mula merupakan pemandangan yang amat menarik hati, akan tetapi lambat laun merupakan benda yang tak kuat lagi mata memandangnya karena cahaya yang makin menguning dan berkilauan.</p>
<p>Maka dia mengalihkan pandangannya, kini menikmati betapa cahaya yang tiada terbatas luasnya itu menghidupkan segala sesuatu, dari puncak pegunungan sampai jauh di sana, di bawah kaki gunung.</p>
<p>Anak itu lalu menanggalkan pakaiannya, satu semi satu dengan gerakan sabar dan tidak tergesa-gesa, tanpa menengok ke kanan kiri karena selama ini dia tahu bahwa di pagi hari seperti itu tidak akan ada seorang pun manusia kecuali dirinya sendiri berada di situ.</p>
<p>Dengan telanjang bulat dia lalu menghampiri sebuah batu dan duduk bersila, menghadap matahari.</p>
<p>Duduknya tegak lurus, kedua kakinya bersilang dan napasnya masuk keluar dengan halus tanpa diatur, tanpa paksaan seperti pernapasan seorang bayi sedang tidur nyenyak.</p>
<p>Sudah beberapa tahun dia melakukan ini setiap hari duduk sambil mandi cahaya matahari selama dua tiga jam sampai semua tubuhnya bermandi peluh dan terasa panas barulah dia berhenti.</p>
<p>Juga di waktu malam terang bulan, dia duduk pula di batu itu, telanjang bulat, mandi cahaya bulan purnama selama tujuh malam, kadang-kadang sampai lupa diri dan duduk bersila sampai setengah tidur, dan barulah dia berhenti kalau tubuh sudah hampir membeku dan bulan sudah lenyap bersembunyi di balik pumcak barat.</p>
<p>Anak yang luar biasa! Memang.</p>
<p>Demikian pula penduduk di sekitar Pegunungan Jeng Hoa San menyebutnya Sin Tong (Anak Ajaib), demikianlah nama anak ini yang diketahui orang.</p>
<p>Anak ajaib, anak sakti dan lain-lain sebutan lagi.</p>
<p>Karena semua orang menyebutnya Sin Tong dan memang dia sendiri tidak pernah mau menyatakan siapa namanya, maka anak itu sudah menjadi terbiasa dengan sebutan ini dan menganggap namanya Sin Tong! Mengapakah orang-orang dusun, penghuni semua dusun di sekitar lereng dan kaki Pegunungan Jeng Hoa San menyebutnya anak ajaib? Hal ini ada sebabnya, yaitu karena anak berusia tujuh tahun itu pandai sekali mengobati penyakit dengan memberi daun-daun, buah-buah, dan akar-akar obat yang benarbenar manjur sekali! Hampir semua penduduk yang terkena penyakit datang ke lereng Hutan Seribu Bunga, yaitu nama hutan di mana anak itu tinggal karena di antara sekalian hutan di Pegunungan Seribu Bunga, hutan inilah yang benar-benar tepat disebut Hutan Seribu Bunga denga tetumbuhan beraneka warna, penuh dengan bunga-bunga indah, terutama sekali pada musim semi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/391/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=391&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/11/26/391/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>THE SOURCE OF ELECTRIC CURRENT 		(SUMBER ENERGI LISTRIK)</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/09/03/the-source-of-electric-current-sumber-energi-listrik/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/09/03/the-source-of-electric-current-sumber-energi-listrik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Sep 2010 14:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Energi]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[(SUMBER ENERGI LISTRIK) 1. There are many……..in the solution of electrolyte. Free proton Free electron Free molecule Free ion Pada larutan elektrolit, banyak terdapat……….. Proton bebas Electron bebas Molekul bebas Ion bebas Sumber tegangan di bawah ini yang termasuk sumber tegangan DC adalah…….. Generator Dynamo Accu PLN George Lenclanche merupakan ilmuwan penemu…….. Accu Baterai Elemen [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=363&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong> (SUMBER ENERGI LISTRIK)</strong></p>
<p><em>1. There are many……..in the solution of electrolyte.</em></p>
<ol>
<li><em>Free proton</em></li>
<li><em>Free electron</em></li>
<li><em>Free molecule</em></li>
<li><em>Free ion</em></li>
</ol>
<p>Pada larutan elektrolit, banyak terdapat………..</p>
<ol>
<li>Proton bebas</li>
<li>Electron bebas</li>
<li>Molekul bebas</li>
<li>Ion bebas</li>
</ol>
<ol>
<li>Sumber tegangan di bawah ini yang termasuk sumber tegangan DC adalah……..</li>
<li>Generator</li>
<li>Dynamo</li>
<li>Accu</li>
<li>PLN</li>
</ol>
<p>George Lenclanche merupakan ilmuwan penemu……..</p>
<ol>
<li>Accu</li>
<li>Baterai</li>
<li>Elemen volta</li>
<li>Baterai litium</li>
</ol>
<ol>
<li>Arus listrik akan mengalir daripotensial tinggi ke potensial rendah,berarti mengalir dari………</li>
<li>Proton sedikit ke proton banyak</li>
<li>Electron sedikit ke electron banyak</li>
<li>Neutron banyak ke proton sedikit</li>
<li>Neutron banyakke electron sedikit
<ol>
<li>Aliran electron pada suatu penghantar mengalir dari beda potensial di titik A ke titik B  jika terjadi perbedaan…</li>
<li>V<sub>A </sub> &gt;  V<sub>B</sub></li>
<li>V<sub>A </sub> ≥  V<sub>B</sub></li>
<li>V<sub>A </sub> &lt;  V<sub>B</sub></li>
<li>V<sub>A </sub> =  V<sub>B</sub></li>
</ol>
</li>
</ol>
<ol>
<li><em>Electric current on a conductor arises due to…..</em></li>
<li><em>a. </em><em>Electric potential difference</em></li>
<li><em>b. </em><em>Electric resistance</em></li>
<li><em>c. </em><em>Open series</em></li>
<li><em>d. </em><em>Internal resistance</em></li>
</ol>
<p>Arus listrik pada suatu  penghantar  timbul akibat…….</p>
<ol>
<li>Adanya beda potensial listrik</li>
<li>Adanya hambatan listrik</li>
<li>Rangkaiannya terbuka</li>
<li>Terdapat hambatan dalam</li>
</ol>
<ol>
<li><em>Mobile phone’s battery whose capacity is 200 mAh keeps electric charge…..</em></li>
</ol>
<p>Baterai handphone yang kapasitasnya 200 mAh menyimpan muatan listrik sebesar</p>
<ol>
<li>180 C</li>
<li>200 C</li>
<li>400 C</li>
<li>720 C</li>
</ol>
<ol>
<li>When an accu is being used, then…….</li>
<li><em>The volume of sulphate acid increase</em></li>
<li><em>Concentration of sulphate acid decreases</em></li>
<li><em>Concentration of sulphate acid increases</em></li>
<li><em>The acid sensitivity is constant</em></li>
</ol>
<p><em> </em></p>
<p>Pada saat pemakian accu,maka…..</p>
<ol>
<li>volum asam sulfat bertambah</li>
<li>konsentrasi asam sulfat berkurang</li>
<li>konsentrasi asam sulfat bertambah</li>
<li>kepekaan asam tetap.</li>
</ol>
<ol>
<li>Elemen Volta sama dengan accu dalam hal…</li>
<li>Elektroda positif</li>
<li>Elektroda negative</li>
<li>Larutan elektrolit</li>
<li>Tegangan</li>
</ol>
<p>10. <em>The advantages of lithium battery compared with alkaline battery are:</em></p>
<ol>
<li><em>Rechargeable</em></li>
<li><em>Greater potential difference</em></li>
<li><em>More durable</em></li>
<li><em>Cheaper.</em></li>
</ol>
<p><em>Which one is correct based on the statements above?</em></p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>1,2 and 3</em></li>
<li><em>b. </em><em>1 and 3</em></li>
<li><em>c. </em><em>2 and 4</em></li>
<li><em>d. </em><em>All are correct</em></li>
</ol>
<p>Kelebihan baterai lithium dibandingkan dengan baterai alkalin adalah:</p>
<ol>
<li>Dapat diisi ulang</li>
<li>Beda potensialnya lebih besar</li>
<li>Waktu pemakaian lebih lama</li>
<li>Harganya lebih murah</li>
</ol>
<p>Pernyataan diatas yang benar adalah……….</p>
<ol>
<li>1,2 dan 3</li>
<li>1 dan 3</li>
<li>2 dan 4</li>
<li>Semua benar<span id="more-363"></span></li>
</ol>
<p>11. <em>The phenomenon of polarization on voltaic cell is the phenomenon,of arising….</em></p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Nitrogen buble on Zn plate</em></li>
<li><em>b. </em><em>Nitrogen buble on Cu plate</em></li>
<li><em>c. </em><em>Hydrogen buble  on Zn plate</em></li>
<li><em>d. </em><em>Hydrogen buble on Cu plate</em></li>
</ol>
<p>Peristiwa polarisasi pada elemen volta merupakan peristiwa timbulnya…….</p>
<ol>
<li>Gelembung nitrogen pada lempeng Zn</li>
<li>Gelembung nitrogen pada lempeng Cu</li>
<li>Gelembung hydrogen pada lempeng Zn</li>
<li>Gelembung hydrogen pada lempeng Cu</li>
</ol>
<p>12. <em>Positive</em> <em>electrode in lithium battery is….</em></p>
<ol>
<li><em>Lithium</em></li>
<li><em>Dioxide lithium</em></li>
<li><em>Percolate lithium</em></li>
<li><em>Metal oxide lithium</em></li>
</ol>
<p>Elektroda positif pada baterai lithium adalah</p>
<ol>
<li>Lithium</li>
<li>Lithium dioksida</li>
<li>Lithium perklorat</li>
<li>Lithium metal oksida</li>
</ol>
<p>13. Elemen dibawah ini yang termasuk elemen primer adalah…..</p>
<ol>
<li>Baterai nicad dan baterai alkalin</li>
<li>Baterai nicad dan baterai lithium</li>
<li>Baterai alkalin dan baterai biasa</li>
<li>Baterai litium dan baterai biasa.</li>
</ol>
<p>14. Baterai Nicad termasuk dalam</p>
<ol>
<li>Elemen volta</li>
<li>Elemen listrik</li>
<li>Elemen primer</li>
<li>Elemen sekunder</li>
</ol>
<p>15. <em>Dioxide lead in an accumulator functions as…</em></p>
<ol>
<li><em>Negative electrode</em></li>
<li><em>Positive electrode</em></li>
<li><em>Electrolyte solution</em></li>
<li><em>Depolarizer</em></li>
</ol>
<p>Timbal dioksida pada akumolator berfungsi sebagai……..</p>
<ol>
<li>Elektroda negatif</li>
<li>Elektroda positif</li>
<li>Larutan elektrolit</li>
<li>Depolarisator</li>
</ol>
<p>16. <em>Electrolyte</em> <em>solution in an alkaline battery is</em></p>
<ol>
<li><em>a. </em><em>Mangan dioxide</em></li>
<li><em>b. </em><em>Ammonium chloride </em></li>
<li><em>c. </em><em>Sulphate acid</em></li>
<li><em>d. </em><em>Potassium dioxide</em></li>
</ol>
<p>Larutan elektrolit pada baterai alkalin adalah………</p>
<ol>
<li>mangan dioksida</li>
<li>ammonium klorida</li>
<li>asam sulfat</li>
<li>potassium dioksida</li>
</ol>
<p>17. Sebuah accu berkapasitas 50 Ah dialiri arus 60 A. lam awaktu pemakaian accu adalah…..</p>
<ol>
<li>20 menit</li>
<li>30 menit</li>
<li>40 menit</li>
<li>50 menit</li>
</ol>
<p>18. <em>Pay</em> <em> attention to the picture!</em></p>
<p><em>Perhatikan gambar berikut</em></p>
<table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="27" height="4"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><a href="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/08/new-picture.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-364" title="New Picture" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/08/new-picture.png?w=140&#038;h=155" alt="" width="140" height="155" /></a></p>
<p><em>Battery diagram above which shows mangan dioxide (MnO<sub>2</sub>) is…….</em></p>
<p>Bagan baterai diatas yangmenunjukkan mangan dioksida (MnO<sub>2</sub>) adalah:::::</p>
<ol>
<li>1</li>
<li>2</li>
<li>3</li>
<li>4</li>
</ol>
<p>19. Ammonium klorida pada baterai berfungsi sebagai………..</p>
<ol>
<li>Elektroda positif</li>
<li>Elektroda negative</li>
<li>Larutan elektrolit</li>
<li>Depolarisator</li>
</ol>
<p>20. Pernyataan berikut yang benar adalah………</p>
<ol>
<li>Baterai alkalin termasuk elemen sekunder</li>
<li>Tembaga pada elemen Volta berfungsi sebagai katoda</li>
<li>Larutan elektrolit acu adalah asam nitrat</li>
<li>Baterai litium memiliki tegangan terbesar dibandingkan baterai lain.</li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/363/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=363&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/09/03/the-source-of-electric-current-sumber-energi-listrik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/08/new-picture.png" medium="image">
			<media:title type="html">New Picture</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KOMPETENSI PROFESIONAL  KEPALA LABORATORIUM, TEKNISI LABORATORIUM DAN LABORAN LABORATORIUM SEKOLAH/MADRASAH  (Salah Satu Kompetensi Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah  menurut Permendiknas RI No. 26 tahun 2008)</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/kompetensi-profesional-kepala-laboratorium-teknisi-laboratorium-dan-laboran-laboratorium-sekolahmadrasah-salah-satu-kompetensi-tenaga-laboratorium-sekolahmadrasah-menurut-permendiknas-ri-no-26/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/kompetensi-profesional-kepala-laboratorium-teknisi-laboratorium-dan-laboran-laboratorium-sekolahmadrasah-salah-satu-kompetensi-tenaga-laboratorium-sekolahmadrasah-menurut-permendiknas-ri-no-26/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 15:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[KEPALA LABORATORIUM 4.  Kompetensi Profesional 4.1  Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium sekolah/madrasah 4.1.1  Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan laboratorium sebagai wahana pendidikan 4.1.2 Menerapkan hasil inovasi atau kajian laboratorium 4.2  Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian di sekolah/madrasah 4.2.1  Menyusun panduan/penuntun (manual) praktikum 4.2.2  Merancang kegiatan laboratorium untuk pendidikan dan penelitian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=377&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KEPALA LABORATORIUM</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="10" width="132" valign="top"><strong>4.  Kompetensi   Profesional </strong></td>
<td rowspan="2" width="180" valign="top">4.1    Menerapkan gagasan, teori, dan prinsip kegiatan laboratorium   sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.1.1    Mengikuti perkembangan pemikiran tentang pemanfaatan kegiatan   laboratorium sebagai wahana pendidikan</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.1.2 Menerapkan hasil inovasi atau   kajian laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="180" valign="top">4.2    Memanfaatkan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan penelitian   di sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.2.1    Menyusun panduan/penuntun (<em>manual</em>) praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.2    Merancang kegiatan laboratorium untuk pendidikan dan penelitian</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.3    Melaksanakan kegiatan laboratorium untuk kepentingan pendidikan dan   penelitian</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.4    Mempublikasikan karya tulis ilmiah hasil kajian/inovasi</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="180" valign="top">4.3  Menjaga   kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.3.1 Menetapkan ketentuan mengenai   kesehatan dan keselamatan kerja</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.2    Menerapkan ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.3    Menerapkan prosedur penanganan bahan berbahaya dan beracun</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.4 Memantau bahan berbahaya dan beracun, serta   peralatan keselamatan kerja</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>TEKNISI LABORATORIUM<span id="more-377"></span></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="17" width="132" valign="top"><strong>4.  Kompetensi   Profesional </strong></td>
<td rowspan="10" width="180" valign="top">4.1    Menyiapkan kegiatan laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.1.1    Menyiapkan petunjuk penggunaan peralatan laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.1.2 Menyiapkan paket bahan dan rangkaian peralatan   yang siap pakai untuk kegiatan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.1.3    Menyiapkan penuntun kegiatan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top"><strong>KOMPETENSI   KHUSUS</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top"><strong>Teknisi Laboratorium IPA, Fisika, Kimia, Biologi dan   Program Produktif SMK </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">a)  Membuat   peralatan praktikum sederhana</p>
<p>b)  Membuat   paket bahan siap pakai untuk kegiatan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top"><strong>Teknisi Laboratorium Bahasa</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">Membuat rekaman audio visual   dalam berbagai media untuk kepentingan pembelajaran</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top"><strong>Teknisi Laboratorium Komputer</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">a)  Memelihara   kelancaran jaringan komputer (LAN)</p>
<p>b)    Mengoperasikan program aplikasi sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="2" width="180" valign="top">4.2  Merawat   peralatan dan bahan di laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.2.1 Mengidentifikasi kerusakan peralatan dan bahan   laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.2 Memperbaiki kerusakan peralatan laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="5" width="180" valign="top">4.3  Menjaga   kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.3.1 Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.2 Menggunakan peralatan kesehatan dan   keselamatan kerja di laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.3 Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun   sesuai dengan prosedur yang berlaku</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.4 Menagngani limbah laboratorium sesuai dengan   prosedur yang berlaku</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.5 Memberikan pertolongan   pertama pada kecelakaan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>LABORAN LABORATORIUM</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="20" width="132" valign="top"><strong>4.  Kompetensi   Profesional </strong></td>
<td rowspan="3" width="180" valign="top">4.1 Merawat ruang laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.1.1 Menata ruang   laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.1.2 Menjaga kebersihan ruangan laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.1.3. Mengamankan ruang   laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="8" width="180" valign="top">4.2  Mengelola   bahan dan peralatan laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.2.1 Mengklasifikasikan bahan dan peralatan   praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.2 Menata bahan dan peralatan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.3 Mengidentifikasi kerusakan bahan, peralatan,   dan fasilitas laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.4 Menjaga kebersihan alat laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.5 Mengamankan bahan dan peralatan laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top"><strong>Khusus untuk laboran biologi: </strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.6 Merawat tanaman untuk kegiatan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.2.7 Memelihara hewan untuk praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="4" width="180" valign="top">4.3  Melayani   kegiatan praktikum</td>
<td width="293" valign="top">4.3.1 Menyiapkan bahan sesuai dengan penuntun   praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.2    Menyiapkan peralatan sesuai dengan penuntun praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.3 Melayani guru dan peserta didik dalam   pelaksanaan praktikum</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.3.4Menyiapkan kelengkapan pendukung praktikum   (lembar kerja, lembar rekam data, dan lain-lain)</td>
</tr>
<tr>
<td rowspan="5" width="180" valign="top">4.4  Menjaga   kesehatan dan keselamatan kerja di laboratorium sekolah/madrasah</td>
<td width="293" valign="top">4.4.1 Menjaga kesehatan diri dan lingkungan kerja</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.4.2 Menggunakan peralatan kesehatan dan   keselamatan kerja di laboratorium</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.4.3 Menangani bahan-bahan berbahaya dan beracun   sesuai dengan prosedur yang berlaku</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.4.4 Menangani limbah laboratorium sesuai dengan   prosedur yang berlaku</td>
</tr>
<tr>
<td width="293" valign="top">4.4.5 Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=377&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/kompetensi-profesional-kepala-laboratorium-teknisi-laboratorium-dan-laboran-laboratorium-sekolahmadrasah-salah-satu-kompetensi-tenaga-laboratorium-sekolahmadrasah-menurut-permendiknas-ri-no-26/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1  FISIKA GERAK MELINGKAR</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/latihan-ulangan-umum-semester-1-fisika-gerak-melingkar/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/latihan-ulangan-umum-semester-1-fisika-gerak-melingkar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 14:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Gerak Melingkar]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Latihan Soal]]></category>
		<category><![CDATA[Physics]]></category>
		<category><![CDATA[Problem Solving]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1 FISIKA GERAK MELINGKAR 29.Sebuah materi bergerak dengan kecepatan sudut 600 rad/s,kemudian materi tersebut di percepat dengan percepatan 120 rad/s2.Waktu yang digunakan untuk mencapai percepatan tersebut adalah…. a.2 s                 d.5 s b.3 s                 e.6 s c.4 s 30. Dalam waktu 2 s benda berotasi,perubahan kecepatan dari 4 rad/s menjadi 20 rad/s.Selama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=372&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>LATIHAN ULANGAN UMUM SEMESTER 1</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>FISIKA GERAK MELINGKAR</strong></p>
<p>29.Sebuah materi bergerak dengan kecepatan sudut 600 rad/s,kemudian materi tersebut di percepat dengan percepatan 120 rad/s<sup>2</sup>.Waktu yang digunakan untuk mencapai percepatan tersebut adalah….</p>
<p>a.2 s                 d.5 s</p>
<p>b.3 s                 e.6 s</p>
<p>c.4 s</p>
<p>30. Dalam waktu 2 s benda berotasi,perubahan kecepatan dari 4 rad/s menjadi 20 rad/s.Selama waktu tersebut titik C (berada pada benda) mendapat percepatan tagensial rata-rata sebesar 1,6 m/s.Jarak C ke sumbu putar adalah….</p>
<p>a.0,1 cm                 d.10 cm</p>
<p>b.0,2 cm                 e.20 cm</p>
<p>c.5 cm</p>
<p>31. Sebuah kaleng mula-mula diam kemudian berputar pada porosnya dengan percepatan sudut konstan sebesar 20 rad/s<sup>2</sup> selama 10 sekon.Selanjutnya kaleng tersebut mengalami perlambatan konstan 10 putaran. Waktu yang di perlukan sebelum kaleng berhenti jika posisi sudutnya 62,8 adalah…..</p>
<p>A,0,2 sekon                   d.0,8 sekon</p>
<p>b.0,4 sekon                     e.1,0 sekon</p>
<p>c.0,6 sekon<span id="more-372"></span></p>
<p>32.Silinder berongga yang bermassa 8 kg memiliki diameter dalam 6 cm.Momen inersia terhadap sumbu horizontal melalui pusat adalah…..</p>
<p>a.100 kg cm<sup>2</sup></p>
<p>b.125 kg cm<sup>2</sup></p>
<p>c.137,5 kg cm<sup>2</sup></p>
<p>d.140 kg cm<sup>2</sup></p>
<p>e.150 kg cm<sup>2</sup></p>
<p>33.Bola pejal bermassa M dan jari-jari R mengilinding menuruni sebuah bidang miring dengan sudut kemiringan θ terhadap arah mendatar. Percepatan bola adalah….</p>
<p>a..g.sin. θ</p>
<p>b..g.sin. θ</p>
<p>c..g.sin. θ</p>
<p>d g.sin θ</p>
<p>e. g cos θ</p>
<p>34.Pada gambar di atas bermassa balok A, beban B dan roda control berongga C adalah 7 kg, 2 kg dan 1 kg.Percepatan gravitasi 10 m/s<sup>2</sup>,tegangan tali T<sub>1</sub> adalah…..</p>
<p>a.20 N</p>
<p>b.16 N</p>
<p>c.14 N</p>
<p>d.8 N</p>
<p>e.7 N</p>
<p>35.Sistem pada gambar di atas berada dalam keadaan seimbang. Beat balok A adalah 600 N dan koefisien gesekan ststik antara balok A dan meja adalah 0,2. Berat balok B adalah….</p>
<p>a.20N</p>
<p>b.20N</p>
<p>c.40 N</p>
<p>d.40N</p>
<p>e.40N</p>
<p>36.Sebuah roda yang memiliki massa 10 kg dan jari-jari =0,8 bertumpu di lantai dan bersandar pada tangga yang tingginya 0,2 m dari lantai seperti gambar.Besar gaya untuk mengungkit roda jika g=10 m/s2 adalah….</p>
<p>a.28 N</p>
<p>b.53</p>
<p>c,64 N</p>
<p>d.88,3 N</p>
<p>e.102 N</p>
<p>37.Pada batang ADbekerja empat buah gaya sejajar masing-masinh F<sub>1</sub>=F<sub>3</sub>=5 dan F<sub>2</sub>=F<sub>4</sub>=12N</p>
<p>(lihat gambar ) maka momen kopel pada batang AD adalah….</p>
<p>a.5 N</p>
<p>b.10 N</p>
<p>c.12 N</p>
<p>d.24 N</p>
<p>e.34 N</p>
<p>38.Seorang anak yang beratnya 300 N duduk pada suatu ayunan seperti ganbar.Besar gaya F yang diperlukan pada posisi tersebut adalah….</p>
<p>a.200  N</p>
<p>b.200 N</p>
<p>c.100 N</p>
<p>d.175 N</p>
<p>e.150 N</p>
<p>39.Sebuah benda beratnya 400 N diletakan di atas papan yang panjang 4 m pada jarak 1,8 m dari salah satu ujungnya .Dua orang mengangkat papan tersebut pada ujung-ujungnya.Gaya orang tersebut berturut-turut yang harus di keluarkan setiap orang adalah….N</p>
<p>a.180 dan 220</p>
<p>b.200 dan 200</p>
<p>c.230 dan 270</p>
<p>d250 danm250</p>
<p>e.228 dan 272</p>
<p>40.Sebuah tangga mempunyai panjang I dan beratnya 1000 N .Tangga diam pada dinding vertical yang licin . Jika koefisien antara tangga dan lantai , sudut minimum sehingga tangga akan tergelincir adalah….</p>
<p>a.20<sup>0</sup></p>
<p>b.30<sup>0</sup></p>
<p>c.37<sup>0</sup></p>
<p>d.45<sup>0</sup></p>
<p>e.60<sup>0</sup></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=372&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/latihan-ulangan-umum-semester-1-fisika-gerak-melingkar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FORMULIR PENGAJUAN PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU PEMBINA KE ATAS PROPINSI JAWA TENGAH</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/formulir-pengajuan-penilaian-prestasi-kerja-guru-pembina-ke-atas-propinsi-jawa-tengah/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/formulir-pengajuan-penilaian-prestasi-kerja-guru-pembina-ke-atas-propinsi-jawa-tengah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 14:17:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curriculum]]></category>
		<category><![CDATA[Guru]]></category>
		<category><![CDATA[K T I]]></category>
		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[P T K]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Jurnal]]></category>
		<category><![CDATA[Karir Guru]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[Teacher]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[FORMULIR PENGAJUAN PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU PEMBINA KE ATAS PROPINSI JAWA TENGAH Nama                                                 : Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd NIP                                                     : 196609031994121003 Tempat, Tanggal Lahir               : Rembang / 03 September 1966 Pangkat, Gol. Ruang                    : Pembina / IVa / 01 Oktober 2008 Jabatan Guru                                 : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=367&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>FORMULIR PENGAJUAN PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU PEMBINA KE ATAS PROPINSI JAWA TENGAH</strong></p>
<ol>
<li>Nama                                                 : Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd</li>
<li>NIP                                                     : 196609031994121003</li>
<li>Tempat, Tanggal Lahir               : Rembang / 03 September 1966</li>
<li>Pangkat, Gol. Ruang                     : Pembina / IVa / 01 Oktober 2008</li>
<li>Jabatan Guru                                 : Guru Pembina / 01 Juli  2008</li>
<li>Jenis Guru                                       : Guru Mata Pelajaran</li>
<li>Tugas                                                 : Mengajar Fisika</li>
<li>Sekolah                                             : SMK Negeri 11 Semarang</li>
<li>Alamat                                              : JL. Cemara Raya, Semarang<span id="more-367"></span></li>
</ol>
<p>10.  No. Telpon Sekolah                          : 024-7472008</p>
<p>11.  No. HP                                                    : 08157610939</p>
<p>12.  Jenis Pengajuan                                 : Baru</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="574">
<tbody>
<tr>
<td width="41" valign="top"><strong> </strong></p>
<p><strong>NO</strong></td>
<td width="290" valign="top"><strong> </strong></p>
<p><strong>JUDUL KARYA ILMIAH</strong></td>
<td width="114" valign="top"><strong>TAHUN PEMBUATAN</strong></td>
<td width="129" valign="top"><strong>KETERANGAN</strong></p>
<p><strong>(BARU/REVISI)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">1</td>
<td width="290" valign="top">Fisika   Interaktif untuk SMA/MA Kelas X</td>
<td width="114" valign="top">2007/2008</td>
<td width="129" valign="top">baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">2</td>
<td width="290" valign="top">Peningkatan   Pemahaman Konsep Elastisitas Bahan Melalui Pemanfaatan Internet dalam Model   Belajar Mandiri Terstruktur pada Siswa Kelas XI PS 3 SMK Negeri 11 Semarang</td>
<td width="114" valign="top">2008</td>
<td width="129" valign="top">baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">3</td>
<td width="290" valign="top">Upaya Peningkatan   Kemampuan Praktik Pengukuran Besaran<strong> </strong>melalui   Penerapan Pembelajaran Fisika dengan Metode Inkuiri Terbimbing pada Siswa   Kelas X PS2 SMK Negeri 11 Semarang</td>
<td width="114" valign="top">2009</td>
<td width="129" valign="top">baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">4</td>
<td width="290" valign="top">Upaya Peningkatan   Kemampuan Menyelesaikan Soal-Soal tentang Usaha dan Energi melalui Metode Kolaborasi   pada Siswa Kelas X PS4 SMK Negeri 11 Semarang</td>
<td width="114" valign="top">2010</td>
<td width="129" valign="top">baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top">5</td>
<td width="290" valign="top">Upaya Peningkatan   Minat Siswa pada Kompetensi Dasar Listrik Statis melalui Penerapan Pembelajaran   Elaborasi pada Siswa Kelas XII PS1 SMK Negeri 11 Semarang</td>
<td width="114" valign="top">2010</td>
<td width="129" valign="top">baru</td>
</tr>
<tr>
<td width="41" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="290" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="114" valign="top"><strong> </strong></td>
<td width="129" valign="top"><strong>JUMLAH       5<br />
</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p style="text-align:right;">Semarang, 1 Agustus 2010</p>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;"><span style="text-decoration:underline;">Drs. Pristiadi Utomo</span><span style="text-decoration:underline;">, M.Pd</span></p>
<p style="text-align:right;">NIP. 196609031994121003</p>
<p style="text-align:right;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=367&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/08/29/formulir-pengajuan-penilaian-prestasi-kerja-guru-pembina-ke-atas-propinsi-jawa-tengah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istriku Menulis di Masa lalu (III)</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/06/27/istriku-menulis-di-masa-lalu-iii/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/06/27/istriku-menulis-di-masa-lalu-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jun 2010 06:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Children]]></category>
		<category><![CDATA[Curahan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Students]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi dan Komunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 6 Maret 2005 Pk. 11.41 Malam pertama di klinik Bhakti Ibu sesudah melahirkan aku tidak bisa tidur … Kamarku yang kebetulan berada tepat di sebelah kamar bayi membuatku selalu terbangun tiap kali ada suara tangis bayi dari kamar itu … Setiap jam selalu ada bayi menangis dan setiap jam itu juga aku selalu terbangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=354&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/06/aku-digendong-ibu-ada-mbak-dhani-umurku-5-bulan-1-minggu.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-355" title="Aku digendong Ibu ada Mbak Dhani Umurku 5 bulan 1 minggu" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/06/aku-digendong-ibu-ada-mbak-dhani-umurku-5-bulan-1-minggu.jpg?w=201&#038;h=141" alt="" width="201" height="141" /></a><span style="color:#008000;">Minggu, 6 Maret 2005</span></strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 11.41</strong></span></p>
<p>Malam pertama di klinik Bhakti Ibu sesudah melahirkan aku tidak bisa tidur …</p>
<p>Kamarku yang kebetulan berada tepat di sebelah kamar bayi membuatku selalu terbangun tiap kali ada suara tangis bayi dari kamar itu …</p>
<p>Setiap jam selalu ada bayi menangis dan setiap jam itu juga aku selalu terbangun … bertanya-tanya apakah yang menangis itu bayiku …?</p>
<p>Setiap pagi datang aku selalu tidak sabar menunggu perawat membawa masuk bayiku ke kamarku …</p>
<p>Hal yang paling menyenangkan bila bayiku berada di kamarku … dan aku ditemani suamiku …</p>
<p>Dan bila malam tiba aku selalu sedih karena itu berarti waktu untuk berpisah dengan bayiku karena dia harus kembali ke kamar bayi lagi … untuk tidur di dalam box-nya …</p>
<p>Akhirnya waktu yang kunanti-nantikan datang juga …</p>
<p>Aku bisa pulang ke rumah bersama bayiku …</p>
<p>Aku benar-benar menikmati malam pertamaku dengan bayiku …</p>
<p>Berada di rumahku sendiri … di kamarku …</p>
<p>Dengan suamiku bisa sepuas hati memandang bayi mungil kami …</p>
<p>Di hari-hari pertamanya …</p>
<p>Mas Hafidz, bayiku … lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur …</p>
<p>Sehingga belum ada rasa lelah yang terasa olehku …<span id="more-354"></span></p>
<p>Memasuki minggu ke-2 … dia mulai banyak bangun dan meminta perhatianku …</p>
<p>Mengganti popok …</p>
<p>Memberinya ASI …</p>
<p>Membuatkannya susu botol …</p>
<p>Mulai dari minggu ke-3 …</p>
<p>Aku mulai kewalahan karena dia ternyata lebih banyak bangun di malam hari …</p>
<p>Dan yang melelahkan … karena dia minta digendong dan harus keluar kamar …</p>
<p>Lebih dari itu … aku harus mengajaknya berjalan-jalan dari satu ruangan ke ruangan lain … karena kalau tidak dia akan menangis …</p>
<p>Setiap tengah malam dia selalu memaksaku untuk melawan rasa kantuk untuk melakukan rutinitas itu …</p>
<p>Rasa kantuk yang amat sangat membuatku menjadi sering tidak sabar menghadapi tangis bayiku …</p>
<p>Dan bisa dipastikan pagi harinya … di saat rasa kantukku hilang aku selalu merasa menyesal dan kasihan pada bayiku, karena telah memarahi bayi mungilku akibat ketidaksabaranku itu …</p>
<p>Tapi bila aku tidak merasa ngantuk … aku bisa lebih bersabar mengurusi bayiku di malam hari …</p>
<p>Semoga saja seiring berjalannya waktu … semakin membuatku lebih dewasa dalam mengurusi bayi mungilku …</p>
<p>Membuatku lebih bersabar menghadapi tangis bayiku …</p>
<p>Karena memang cuma itu cara dia berkomunikasi denganku …</p>
<p>Tapi yang pasti … walaupun kadang-kadang aku memarahi bayi mungilku kalau aku sedang tidak bisa bersabar …</p>
<p>Rasa sayangku … dan rasa kasihku padanya melebihi apa pun yang ada di dunia ini …</p>
<p>Tiap kali memandang wajah sedihnya membuat rasa sakit di hati ini … dan membuatku menangis …</p>
<p>Dan aku selalu ingin menebus rasa bersalahku tiap kali aku telah memarahinya …</p>
<p>Ya Allah … semoga Kau berikan kesenangan di dunia dan di akhirat untuk mas Hafidz-ku … Amin …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Minggu, 6 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk.14.04</strong></span></p>
<p>Sejak awal pernikahan, kondisi mengharuskan kami, saya dan mas Tomy, untuk mandiri dalam segala hal …</p>
<p>Sehingga dalam menjalani kehidupan rumah tangga … secara finansial kami harus memulai bukan sekedar dani nol melainkan dari minus …</p>
<p>Alhamdulillah … mas Tomy sudah memiliki rumah untuk kami tempati … walaupun kondisinya masih banyak yang harus direnovasi …</p>
<p>Tapi setidaknya … hal terpenting yang dibutuhkan dalam berumah tangga sudah kami miliki …</p>
<p>Tanpa terasa … dua tahun sudah kami menikah …</p>
<p>Tepatnya …dua tahun lebih 25 hari …</p>
<p>Dan sudah ada seorang bayi mungil di tengah-tengah kami … yang baru berusia 38 hari …</p>
<p>Tapi sampai dengan saat ini kami masih belum memungkinkan untuk hidup berlebih-lebihan …</p>
<p>Bahkan untuk beberapa saat ke depan kami masih harus banyak menahan keinginan …</p>
<p>Seringkali semua terasa sangat berat untuk kami jalani …</p>
<p>Tapi Alhamdulillah … Allah senantiasa menolong kami … sehingga walau terasa berat tapi tetap dapat kami lalui …</p>
<p>Memang ada kalanya saya tidak bisa bersabar dan sulit menerima kenyataan mengenai kondisi keluarga kami …</p>
<p>Dan bila sudah begitu selalu mas Tomy yang menjadi sasaran kekesalan saya … dan saya menyakiti hatinya …</p>
<p>Sering saya merasa tidak bisa berpikir jernih … dan itu membuat saya jadi mudah tersinggung dan tidak bisa mengendalikan sikap dan perkataan …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Selasa, 8 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 18.58</strong></span></p>
<p>Sekali lagi beban berat terasa menghimpit kami …</p>
<p>Masih seperti yang sudah-sudah … masalah finansial …</p>
<p>Saat ini … kami harus memikirkan SPP  mas Tomy …</p>
<p>Sementara kewajiban bulanan kami untuk bulan ini masih banyak yang belum terpenuhi …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Senin, 14 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 11.52</strong></span></p>
<p>Alhamdulillah … di tengah-tengah beban yang sedang kami hadapi … ada pertolongan dari Allah …</p>
<p>Sepagian tadi saya bingung memikirkan ABN yang jatuh tempo hari ini … sementara uang les baru akan masuk sore nanti, dan itu pun tidak mencukupi untuk angsuran ABN …</p>
<p>Tapi Allah tidak meninggalkan kami … karena gaji dari PIB cair hari ini walaupun hanya setengahnya …</p>
<p>Satu beban terlewati … dan masih banyak lagi yang masih harus kami jalani … semoga Allah memberikan jalan bagi kami untuk melaluinya … Amin …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Senin, 21 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 17.43</strong></span></p>
<p>Satu hal yang paling tidak ingin kulakukan adalah …</p>
<p>Berpisah dengan bocah kecilku …</p>
<p>Baru membayangkannya saja … hatiku rasanya sudah sangat sakit …</p>
<p>Rasanya tidak rela melewatkan hari tanpa melihat wajah mungilnya …</p>
<p>Rasanya tidak rela melewatkan hari tanpa mendengar celotehnya …</p>
<p>Rasanya tidak rela tidak melihat mata mungilnya menatap wajahku …</p>
<p>Rasanya tidak rela membayangkan bila dia jadi lebih dekat dengan orang lain … dan bukan dengan aku ibunya …</p>
<p>Tapi entah harus bagaimana …</p>
<p>Kondisi masih mengharuskan aku untuk bekerja …</p>
<p>Kondisi belum memungkinkan aku untuk selalu berada di rumah tanpa melakukan sesuatu yang menghasilkan …</p>
<p>Masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi …</p>
<p>Termasuk kebutuhan bocah kecilku …</p>
<p>Sementara masih banyak juga kewajiban-kewajiban yang harus diselesaikan …</p>
<p>Dan itu berarti … aku harus meninggalkan bocah kecilku untuk bekerja di luar rumah …</p>
<p>Sebenarnya …</p>
<p>Aku sangat tidak ingin melewatkan setiap detik untuk mengikuti perkembangan buah hatiku …</p>
<p>Walaupun aku hanya berpisah di siang hari … dan malamnya kami bisa terus bersama …</p>
<p>Tapi rasanya sangat berat …</p>
<p>Tapi sepertinya belum ada jalan lain untuk menghindari hal itu …</p>
<p>Karena kalau aku berhenti bekerja sekarang …</p>
<p>Kehidupan kami justru akan semakin sulit …</p>
<p>Dan akan berat juga untuk bisa memenuhi kebutuhan bocah kecilku …</p>
<p>Memang masih ada waktu sampai dengan masa cutiku habis …</p>
<p>Tapi sampai dengan saat ini kami masih belum tahu jalan keluar untuk masalah ini …</p>
<p>Apakah bayiku akan dirawat oleh orang lain … atau oleh eyangnya yang di Rembang …</p>
<p>Dan juga masih belum tahu … apakah eyangnya yang ke Semarang … atau bayiku yang harus ke rumah eyangnya di Rembang …</p>
<p>Sedih rasanya memikirkan hal ini …</p>
<p>Kalau memungkinkan …</p>
<p>Sebenarnya aku sangat berharap eyangnya yang datang ke Semarang …</p>
<p>Tapi entahlah … apa mungkin eyangnya bersedia meninggalkan rumahnya …</p>
<p>Ah …</p>
<p>Memikirkan hal ini membuatku merasa pusing … dan sakit hati …</p>
<p>Karena aku sangat mengharapkan kenyataan yang lain ..</p>
<p>Semoga Allah memberi jalan keluar bagi kami …</p>
<p>Amin …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Senin, 21 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 18.08</strong></span></p>
<p>Banyak dan berat sekali beban yang harus kami penuhi untuk bulan ini …</p>
<p>Rekening telepon, Finansia, Citibank, Permata …</p>
<p>Semua harus dipenuhi …</p>
<p>Sementara SPP mas Tomy, uang buku, dan kebutuhan bulanan lainnya tetap juga tidak bisa diabaikan …</p>
<p>Ya Allah …</p>
<p>Kumohon pertolongan-Mu … Amin …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Senin, 28 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 18.36</strong></span></p>
<p>Sekarang tanggal 28 Maret … itu berarti waktuku untuk bersama si kecilku tinggal 8 hari …</p>
<p>Setelah itu … dia akan tinggal bersama eyangnya di Rembang …</p>
<p>Ya Allah … entah bagaimana aku akan menjalani hari-hariku …</p>
<p>Tapi sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima ini sebagai kenyataan …</p>
<p>Semoga Engkau selalu menolongku ya Allah … Amin …</p>
<p><em>Surat Untuk Anakku (1)…</em></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Selasa, 29 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 07.26</strong></span></p>
<p>Anakku sayang …</p>
<p>Maafkan ibu … karena kamu lahir di saat kondisi ibu dan papa masih prihatin …</p>
<p>Mungkin ibu dan papa punya kasih sayang yang melimpah untuk kamu …</p>
<p>Tapi ibu dan papa belum punya materi yang berlebih untuk kamu saat ini …</p>
<p>Tapi biarpun begitu … ibu tidak menganggap kamu lahir di saat yang tidak tepat …</p>
<p>Justru kehadiran kamu menjadi penghibur hati di saat ibu merasa sedih …</p>
<p>Tapi sekaligus menimbulkan rasa bersalah karena sebenarnya ibu sangat berharap bisa memberikan segalanya untuk kamu …</p>
<p>Dan yang paling menyakitkan untuk ibu …</p>
<p>Karena ibu dengan sangat terpaksa harus menitipkan kamu … buah hati ibu … yang ibu tunggu-tunggu kehadirannya sejak awal pernikahan ibu … ke rumah Eyang di Rembang …</p>
<p>Sedih rasanya membayangkan kamu di sana tidak bersama ibu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa melihat senyum kamu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa ngobrol dengan kamu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa mendengar tangisanmu …</p>
<p>Ibu yang sudah terbiasa memeluk kamu dalam gendongan ibu …</p>
<p>Tapi untuk saat ini belum ada jalan lain …</p>
<p>Karena ibu masih harus bekerja … membantu papa berusaha untuk menormalkan kondisi keluarga kita …</p>
<p>Kalau ibu bisa memilih …</p>
<p>Ibu pasti memilih tidak akan pernah meninggalkan kamu anakku …</p>
<p>Tapi kelihatannya belum ada pilihan itu untuk ibu … karena yang ada … ibu dihadapkan pada kondisi … yang untuk sementara harus jauh dulu dari buah hati ibu …</p>
<p>Mudah-mudahan buah hati ibu bisa mengerti …</p>
<p>Mudah-mudahan buah hati ibu tidak marah dan menyalahkan ibu atas keadaan ini …</p>
<p>Saat ini … ibu hanya bisa berharap semoga Allah segera menolong ibu … mendekatkan kembali ibu dengan buah hati ibu dalam kondisi yang jauh lebih baik … Amin …</p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Kamis, 31 Maret 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 15.14</strong></span></p>
<p>Ada rasa berdosa yang amat sangat yang kurasakan hari ini untuk bayi kecilku …</p>
<p>Siang tadi … terpaksa aku mengajaknya pergi ke ATM karena hari ini harus membayar finansia …</p>
<p>Dalam kondisinya yang sedang flu dan dengan  suhu badan yang agak hangat … aku terpaksa mengajaknya naik motor …</p>
<p>Dan memang dia tidak seperti biasanya … karena tadi kelihatan dia merasa tidak nyaman berada dalam gendonganku … dan dia sempat menangis walau sangat sebentar …</p>
<p>Mendengar suara batuknya yang kecil membuatku menangis … terasa sangat berdosa karena telah membawanya dalam kehidupan yang masih sangat susah ini …</p>
<p>Terasa berdosa karena membiarkan bayi sekecil itu harus merasakan kehidupan yang keras …</p>
<p>Dia bayi kesayanganku … anak kesayanganku … kelihatannya dia akan jadi anak yang paling kusayangi karena aku telah berhutang padanya … berhutang kasih sayang … dan berhutang kesenangan … kenyamanan … dan kebahagiaan …</p>
<p>Dan ini berarti …</p>
<p>Aku harus benar-benar merelakannya untuk ikut dengan Eyangnya dulu  …</p>
<p>Supaya aku bisa menghabiskan seluruh waktuku untuk memperbaiki kondisi ekonomi kami saat ini …</p>
<p>Supaya secepatnya aku bisa menjemputnya kembali ke rumah ini …</p>
<p>Rumah tempat ibu dan papanya menunggu dan mengupayakan keadaan yang jauh lebih baik …</p>
<p>Untuk bisa membahagiakan dan mencukupi kebutuhan anak-anak kami kelak …</p>
<p>Kumohon pertolongan-Mu ya Allah … Amin …</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Minggu, 3 April 2005</strong></span></p>
<p><span style="color:#008000;"><strong>Pk. 17.58</strong></span></p>
<p>Ntah apa rencana Allah …</p>
<p>Yang jelas saat ini … ternyata kamu menolak untuk tinggal dengan mbah di Rembang …</p>
<p>Sesudah rencana itu … hari-hari menjelang keberangkatan ke Rembang … kamu malah mendadak sering rewel dan seperti kehilangan keceriaan …</p>
<p>Setiap kali diajak bicara tentang rencana ke Rembang … kamu malah memasang wajah sedih … atau marah …</p>
<p>Tapi biarpun begitu … rencana … dengan sangat terpaksa akan tetap dijalankan …</p>
<p>Sampai pada akhirnya … tepat malam terakhir  menjelang waktu berangkat …</p>
<p>Ibu dan papa dengan keyakinan yang amat sangat … memutuskan untuk membatalkan rencana itu …</p>
<p>Karena kamu … malah jatuh sakit …</p>
<p>Malam itu juga ibu segera memberi kabar tentang pembatalan itu …</p>
<p>Dan lucunya … malam itu kamu mulai banyak senyum dan mengoceh lagi … sepertinya kamu merasa lega dengan keputusan akhir itu … Alhamdulillahi rabbil alamiin …</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/354/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=354&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/06/27/istriku-menulis-di-masa-lalu-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/06/aku-digendong-ibu-ada-mbak-dhani-umurku-5-bulan-1-minggu.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Aku digendong Ibu ada Mbak Dhani Umurku 5 bulan 1 minggu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ELECTROSTATICS</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/28/electrostatics/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/28/electrostatics/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 21:57:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Physics]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Fisika]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Problem Solving]]></category>
		<category><![CDATA[School]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[ELECTROSTATICS In this chapter we will introduce a new property of matter known as  “electric charge” (symbol q ).   We will explore the charge of atomic constituents. Moreover, we will describe the following properties of charge: - Types of electric charge - Forces among two charges (Coulomb’s law) - Charge quantization - Charge conservation Empirically [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=319&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/force_img.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-349" title="force_img" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/force_img.jpg?w=300&#038;h=230" alt="" width="300" height="230" /></a>ELECTROSTATICS</strong></p>
<p>In this chapter we will introduce a new property of matter known as  “electric charge” (symbol q ).   We will explore the charge of atomic constituents.</p>
<p>Moreover, we will describe the following properties of charge:</p>
<p>- Types of electric charge</p>
<p>- Forces among two charges (Coulomb’s law)</p>
<p>- Charge quantization</p>
<p>- Charge conservation</p>
<p>Empirically it was known since ancient times that if amber is rubbed on cloth, it acquires the property of attracting light objects such as feathers.  This phenomenon was attributed to a new property of matter called “electric charge”.  (electron is the Greek name for amber) More experiments show that they are two distinct type of electric charge:  Positive (color code : red) ,  and  Negative (color code : black)                             The names “positive” and “negative” were given by Benjamin Franklin.</p>
<p><span id="more-319"></span></p>
<p>When we rub a glass rod with silk cloth both objects acquire electric charge. The sign on the charge on the glass rod is defined as<strong> positive</strong></p>
<p>In a similar fashion when we rub a plastic rod with fur both objects acquire electric charge. The sign on the charge on the plastic rod is defined as <strong>negative.</strong></p>
<p><strong>Q:</strong> Do we have enough information so as to determine the sign of all other charges in nature?</p>
<p><strong>Q:</strong> Do we have enough information so as to be able  to determine the sign of all other charges in nature?  To answer this question we need one more piece of information.</p>
<p>Further experiments on charged objects showed that:</p>
<ol>
<li>Charges of the same type (either both positive or both      negative) repel each other</li>
<li>Charges of opposite type on the other hand attract each other .      The force direction allows us to determine the sign of an unknown      electric charge.</li>
</ol>
<p><strong>Charges of the same sign repel each other.  Charges of opposite sign attract each other</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>The recipe is as follows:</strong></p>
<p>We charge a glass rod by rubbing it with silk cloth. Thus we know that the charge on the glass rod is positive.  The rod is suspended in such a way so that it can keep its charge and also rotate freely under the influence of a force applied by charge with the unknown sign.  We approach the suspended class rod with the new charge whose sign we wish to determine.                                       Two outcomes are possible. These are shown in the figure to the left:</p>
<p><strong>Fig.a</strong> : The two objects repel each other.  We then conclude that the unknown charge has a positive sign.</p>
<p><strong>Fig.b</strong> : The two objects attract each other.  We then conclude that the unknown charge has a negative sign</p>
<p>In Benjamin Franklin’s day (18<sup>th</sup> century) it was assumed that electric charge is some type of weightless continuous fluid.  Investigations of the structure of atoms by Ernest Rutherford at the beginning of the 20<sup>th</sup> century revealed how matter is organized and also identified that charge of its constituents.</p>
<p>Atoms consist of <strong>electrons</strong> and the <strong>nucleus</strong>.  Atoms have sizes ~ 5´10<sup>-10</sup> m         Nuclei have sizes  ~  5´10<sup>-15</sup> m</p>
<p>The nucleus itself consists of two types of particles: protons and neutrons.                                             The electrons are <strong>negatively </strong>charged The protons are <strong>positively </strong>charged, The neutrons are <strong>neutral </strong>(zero charge)</p>
<p>Thus electric charge is a fundamental property of the elementary particles (electrons, protons, neutrons) out of which atoms are made of.</p>
<p><strong>Mass and charge of atomic constituents </strong></p>
<p>Neutron (n) :     Mass   <em>m</em> = 1.675´10<sup>-27</sup> kg   ;  Charge   <em>q </em>= 0</p>
<p>Proton (p)   :     Mass  <em>m </em>= 1.673´10<sup>-27</sup> kg    ;  Charge <em>q</em> = +1.602´10<sup>-19</sup> C</p>
<p>Electron (e) :     Mass <em>m</em> = 9.11´10<sup>-31</sup> kg       ;  Charge q =  -1.602´10<sup>-19</sup> C<strong> </strong></p>
<p><strong>Note 1: </strong>We use the symbol “-e” and “+e”  for the electron and proton charge, respectively. This is known as the <strong>elementary charge</strong></p>
<p><strong>Note 2: </strong>Atoms are electrically neutral.  The number of electrons is equal to the number of protons.  This number is known as “ <strong>atomic number</strong> ” (symbol: Z)    The chemical properties of atoms are determined <strong>exclusively </strong>by Z</p>
<p><strong>Note 3: </strong>The sum of the number of protons and the number of neutrons is known as the “ <strong>mass number </strong>” (symbol: A)</p>
<p><strong>Notation: </strong></p>
<p>Z= 92 = number of protons/electrons</p>
<p>A = 235 = number of protons + neutrons</p>
<p>The atomic number Z = 92 defines the nucleus as that of a Uranium atom</p>
<p><strong>Conservation of Charge</strong></p>
<p>Consider a glass rod and a piece of silk cloth (both uncharged) shown in the upper figure.  If we rub the glass rod with the silk cloth we know that positive charge appears on the rod (see lower figure).  At the same time an equal amount of negative charge appears on the silk cloth, so that the net rod-cloth charge is actually zero.  This suggests that rubbing does not create charge but only transfers it from one body to the other, thus upsetting the electrical neutrality of each body.  Charge conservation can be summarized as follows:  In any process the charge at the beginning equals the charge at the end of the process.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=319&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/28/electrostatics/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/force_img.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">force_img</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TENGGELAMNYA KEROKO PUKEN</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/27/tenggelamnya-keroko-puken/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/27/tenggelamnya-keroko-puken/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 11:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pristiadi Utomo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Art]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Education]]></category>
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Students]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari pada zaman dahulu berangkatlah seorang janda ke tegalannya. Di dekat tegalan ada kolam yang keramat nan angker. Tatkala matahari sangat panas, wanita itu beristirahat di pondok. Saat itu dari arah kolam terdengar suara tawa-canda gadis-gadis. Wanita itu mendekat ke kolam. Dari tempat ketinggian ia dapat mengintip tujuh gadis cantik yang sedang berenang bersuka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=329&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/ratu2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-346" title="ratu" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/ratu2.jpg?w=216&#038;h=160" alt="" width="216" height="160" /></a>Suatu hari pada zaman dahulu berangkatlah seorang janda ke tegalannya. Di dekat tegalan ada kolam yang keramat nan angker. Tatkala matahari sangat panas, wanita itu beristirahat di pondok. Saat itu dari arah kolam terdengar suara tawa-canda gadis-gadis. Wanita itu mendekat ke kolam. Dari tempat ketinggian ia dapat mengintip tujuh gadis cantik yang sedang berenang bersuka ria di kolam. Setelah puas mandi, dalam sekejap mata ketujuh gadis itu berubah menjadi tujuh burung merpati yang terbang lalu menghilang di awan biru.<span id="more-329"></span></p>
<p>Hari berikutnya wanita yang sudah menjanda itu cepat-cepat pergi ke kolam. Ia bersembunyi di balik batu besar yang tertutup semak belukar. Tidak lama kemudian terbanglah ketujuh burung merpati. Sampai di kolam, ketujuh burung itu berubah menjadi tujuh gadis cantik yang asyik berenang di kolam. Wanita itu sangat terpikat pada gadis paling kecil. Kebetulan sekali pada hari berikutnya si gadis bungsu meletakkan pakaiannya di dekat persembunyian si janda. Tatkala ketujuh gadis itu asyik berendam di kolam, pakaian si bungsu diambilnya secara diam-diam. Gadis bungsu itu ke luar dari kolam lalu menuju ke tempat pakaiannya, namun pakaiannya tidak ditemukannya lagi. Dicarinya kian kemari, namun tak kunjung didapatinya. Iapun menangis. Seketika itu juga keluarlah wanita tua itu dari persembunyiannya. Dibujuknya si gadis bungsu. Ia menyodorkan selembar sarung yang telah disiapkannya. Keduanya duduk sambil berkisah tentang kehidupan masing-masing. Pada akhir kisah si gadis bungsu berpesan agar wanita tua itu merahasiakan namanya dan asal usul dirinya. Setelah bersepakat, keduanya menuju ke pondok di tegalan dan tidur di pondok. Sementara itu, Lagan Doni sangat gelisah karena sudah lima hari ibunya tidak pulang ke rumah. Keesokannya pergilah Lagan Doni ke pondok di tegalan untuk mencari ibunya, si gadis bungsu disuruh oleh ibu Lagan Doni untuk bersembunyi.</p>
<p>“Kenapa Ibu tidak pulang ke rumah selama ini?” Tanya Lagan Doni kepada Ibunya. “Di sini saya tinggal bersama dengan seorang gadis pilihanku,” jawab sang ibu. “Untuk apa Ibu tinggal dengan gadis itu?” “Untuk mencari jodohmu dan inilah pilihanku yang terakhir sebelum ibumu meninggal,” jawab sang ibu lagi. Ibunya memanggil si gadis bungsu untuk menemui Lagan Doni. Bagaikan dalam mimpi Lagan Doni memandang gadis cantik nan rajin. Akhirnya Lagan Doni yang tampan itu menerima pilihan ibunya. Ibunya gembira karena anak tunggalnya sudah mempunyai istri. Akan tetapi, beberapa bulan kemudian istri Lagan Doni tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Pada saat itu timbullah niatnya untuk cari tahu tentang asal-usul istrinya.</p>
<p>Pada suatu hari Lagan Doni menyadap lontar. Ia terjatuh dari pohon lontar lalu pingsan. Harapan hidup baginya sangat tipis. Maka, sang ibu dan istrinya meratapinya. Dalam keadaan pingsan itu Lagan Doni sempat mendengar ratapan istrinya, “Wahai Lagan Doni raja dunia, jangan kau tinggalkan aku Nini Sari Kolong Merpati Kayangan!” Tidak lama kemudian Lagan Doni siuman kembali. Istri dan ibunya merawatnya hingga kesehatannya pulih kembali. Setelah siuman, Lagan Doni bergurau, “Saya sudah tahu asal-usulmu dan namamu Nini Sari.” Mendengar gurauan itu, wajah Nisi Sari merah padam dan benar-benar tersinggung. Ia pun segera membakar kotoran/sampah kemudian ia melompat ke dalam kepulan asap dan terbang ke angkasa. Lagan Doni menceritakan peristiwa itu kepada ibunya. Ibunya langsung jatuh sakit sampai meninggal dunia.</p>
<p>Setelah menguburkan jenazah ibunya, Lagan Doni bertapa agar memperoleh kesaktian guna mencari istrinya ke dunia kayangan. Ia bertapa di kuburan orang tuanya. Setelah genap masa bertapa, ia pergi ke puncak gunung tertinggi sesuai dengan petunjuk orang tuanya. Di sana Lagan Doni memanjat sebatang pohon yang sangat licin. Akhirnya laki-laki itu sampai di kayangan dan ia menunggu di mata air yang biasa dipakai oleh semua gadis kayangan untuk menimba air. Di dekat mata air terdapat sebatang pohon asam. Pohon itu dipanjatnya dan dari sanalah ia mengamati semua gadis yang datang menimba air. Di antara gadis-gadis itu ada istrinya, Nini Sari. Pada saat Nini menimba air, Lagan Doni menjatuhkan daun asam ke dalam tempayannya. Ia juga menjatuhkan cincin permata dan Nini mengambilnya. Lagan Doni turun, keduanya bertemu. Nini Sari tidak lagi merahasiakan asal-usulnya.</p>
<p>Sebelum membawa Lagan Doni ke rumah ayahnya, Nini berpesan agar Lagan Doni harus tabah  menghadapi ujian/hukuman yang diberikan ayahnya. Keduanya berjalan menuju rumah sang ayah. Begitu ayah Nini melihat Lagan Doni, kedua algojo diperintahkannya untuk menyeret Lagan Doni ke tahanan. Namun, Lagan Doni tabah menghadapi cobaan itu sesuai dengan pesan Nini. Keesokan harinya kedua algojo datang dan membawa Lagan Doni ke pantai yang berpasir putih. Di situ telah disiapkan tujuh bakul berisi jawawut yang bijinya sangat halus seperti butir pasir. Jawawut itu dituangkan ke pasir lalu Lagan Doni disuruh untuk mengisi kembali jawawut itu ke dalam bakul.</p>
<p>“Kalau kau tidak bisa mengisi kembali jawawut yang berserakan ini ke dalam bakul, kau akan dibunuh di pantai ini,” demikian ancam kedua algojo. Lagan Doni sedih mengenang nasibnya. “Wahai anak manusia, kenapa kau sedih?” Tanya raja pipit. Lagan Doni menceritakan semuanya. Raja pipit pun memerintahkan kawanan pipit untuk mencotok biji jawawut yang berserakan dan memasukkannya ke dalam bakul. Sore harinya algojo datang dan melihat bakul-bakul telah terisi. Lagan Doni dikembalikan ke tahanan.</p>
<p>Keesokannya lagi Lagan Doni dibawa ke tengah laut. Di sana algojo menuangkan mute tana (sejenis bahan perhiasan untuk membuat kalung) dari dalam tujuh gumbang ke dalam lautan. Algojo kembali ke daratan. Pada saat Lagan Doni berada dalam kesulitan itu, datanglah kawanan bangau untuk membantunya. Sore harinya algojo datang dan melihat ketujuh gombang itu telah terisi dengan mute tana seperti semula. Ia kembali ke tahanan. Hari berikutnya Lagan Doni dibawa ke suatu areal untuk membangun rumah adat seperti di Keroko Puken. Dalam keadaan susah payah itu, datanglah raja landak dan kawanannya untuk memahat dan bergotong royong membangun rumah adat. Sore harinya algojo datang dan melihat sebuah rumah adat nan indah. Lagan Doni pun dikembalikan ke tahanan. Hari berikutnya lagi dibawa ke sebuah gedung yang gelap pekat. Di situ berkumpul pasangan suami istri dan Nini berada di antara pasangan itu. Lagan Doni disuruh menggandeng Nini dan jika ia menggandeng istri orang maka ia akan dibunuh. Dalam keadaan bingung itu Lagan Doni dibantu oleh kunang-kunang. Begitu lampu dinyalakan terlihat Lagan Doni menggandeng tangan Nini Sari.</p>
<p>Akhirnya laki-laki itu dapat menikah dengan Nini Sari. Setelah pesta pernikahan, pada hari ketujuh Nini dan suaminya diantar ke bumi di Keroko Puken. Di bumi Nini rajin bekerja kepandaiannya menenun tiada duanya. Pada suatu hari seekor ular naga kecil yang sangat elok warna kulitnya dilihat Nini. Ular itu dipungutnya dan dibawa ke rumahnya lalu diletakkan di hadapannya sambil meniru membuat motif tenunannya dari kulit ular itu. Kian hari ular itu membesar, mengganas, dan membunuh anak manusia. Nini yang kesohor itu diumpat dicaci maki oleh masyarakat Keroko Puken. Penduduk Keroko Puken mendatangkan dukun untuk membunuh ular yang semakin ganas itu. Mulut sang ular naga itu ditusuk dengan tombak berpijar. Sang ular pun mati dengan meneriakkan suara gemuruh menggelegar yang sangat menakutkan. Bersamaan dengan teriakan ular itu, hujan lebat pun turun, air mulai naik, dan gelombang yang ganas menghempas penduduk Keroko Puken. Tenggelamlah Keroko Puken dan penduduknya lari ke mana-mana.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&amp;blog=3596454&amp;post=329&amp;subd=ilmuwanmuda&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2010/04/27/tenggelamnya-keroko-puken/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b764304de785cb975857eec456a6f44e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2010/04/ratu2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ratu</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
