<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ilmuwan Muda</title>
	<atom:link href="http://ilmuwanmuda.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com</link>
	<description>Bagi Siapa Saja yang Berjiwa Ilmuwan Mari Tegakkan Pilar Peradaban</description>
	<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:30:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>DANAU</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/07/04/danau/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/07/04/danau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 07:15:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmuwanmuda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/07/04/danau/</guid>
		<description><![CDATA[
Danau
 
Danau merupakan cekungan di daratan yang terisi air. Danau umumnya terisi oleh air tawar, tetapi ada juga yang airnya asin, seperti Danau Kaspia dan Danau Salt di Laut Kaspia. Danau air asin disebabkan oleh tidak adanya pelepasan air laut sehingga air yang mengisi cekungan danau hanya berkurang melalui proses penguapan. Danau air asin umumnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;text-transform:uppercase;">Danau</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:14pt;line-height:150%;text-transform:uppercase;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Danau merupakan cekungan di daratan yang terisi air. Danau umumnya terisi oleh air tawar, tetapi ada juga yang airnya asin, seperti Danau Kaspia dan Danau <span lang="SV">Salt di Laut Kaspia. Danau air asin disebabkan oleh tidak adanya pelepasan air laut sehingga air yang mengisi cekungan danau hanya berkurang melalui proses penguapan. Danau air asin umumnya berada di pedalaman benua dengan kondisi iklim kering. Danau-danau tersebut dapat surut, bahkan sampai tidak ada air seperti pada musim kering yang cukup panjang. Danau tersebut disebut Danau Temporer.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Berdasarkan proses terbentuknya, danau dibedakan atas beberapa jenis yaitu sebagai berikut :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Tektonik, yaitu danau yang      terbntuk oleh tenaga endogen yang bersumber dari gerakan tektonik seperti      cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan. Contohnya Danau Tempe, Danau      Tondano dan Danau Towuti di Sulawesi.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Vulkanik, yaitu danau bekas      gunung api. Air danau berasal dari curah hujan yang tertampung pada lubang      kepundan atau kaldera. Contohnya Danau Kawah Gunung Kelud, Gunung Batur,      dan Gunung Galunggung.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Vulkano-Tektonik, yaitu danau      yang terbentuk karena gabungan proses vulkanik dan tektonik. Patahan atau      depresi pada bagian permukaan bumi pasca letusan. Dapur magma yang telah      kosong menjadi tidak stabil sehingga terjadi pemerosotan atau patah.      Cekungan akibat patahan tersebut kemudian diisi oleh air contohnya Danau      Toba di Sumatera.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Karst (solusional), yaitu danau      yang terbentuk pada daerah batu gamping yang mengalami pelarutan sehingga      membentuk lahan negatif atau berada di bawah rata-rata permukaan setempat.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Ladam (oxbow lake) terbentuk      akibat proses pemotongan saluran sungai meander secara alami dan      ditinggalkan oleh alirannya sehingga disebut juga kali mati.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Bendungan, yaitu danau buatan manusia      yang dibentuk dengan cara membendung aliran sungai. Bendungan buatan      manusia lebih dikenal dengan istilah waduk, seperti Waduk Jatiluhur, Waduk      Cirata, Waduk Saguling, Karangkates, dan Gajahmungkur.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Danau Glestser, adalah danau yang      terbentuk karena es mencair. Pada saat gletser mencair dan meluncur ke      bawah, gletser tersebut mengikis batuan yang dilaluinya sehingga      terbentuklah cekungan. Jika terisi oleh air maka terbentuklah danau.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Jenis sungai dibedakan atas asal kestabilan air dan pola aliran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berdasarkan Asal Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai mata air, yaitu sungai yang airnya bersumber dari mata air. Sungai ini biasanya terdapat di daerah yang mempunyai curah hujan sepanjang tahun dan daerah alirannya<span> </span>masih tertutup vegetasi yang cukup lebat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai hujan, yaitu sungai yang airnya bersumber<span> </span>hanya dari air hujan. Jka tidak ada hujan, sungai akan kering kerontang. Sungai ini umumnya<span> </span>berada di daerah yang bervegetasi jarang atau terletak di daerah lereng, sebuah gunung atau perbukitan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai gletser, yaitu sungai yang airnya bersumber dari pencairan es atau salju. Sungai ini hanya ada di daerah lintang tinggi atau di puncak gunung yang tinggi. Contohnya sungai Membramo di Papua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai campuran, yaitu sungai yang airnya besumber dari berbagai macam sumber, baik dari hujan, mata air dan pencairan salju atau es. Artinya, air dari berbagai sumber tersebut bercampur menjadi satu dan mengalir sampai lautan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Berdasarkan Kestabilan Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai perenial, yaitu sungai yang airnya permanen atau selalu berair pada musim hujan dan kemarau. Contohnya sungai di Kalimantan, Sumatera dan Jawa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai intermitten, yaitu sungai yang air hanya<span> </span>pada waktu musim kemarau. Contohnya sungai Benam dan Membramo di Sumba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Sungai ephemeral, yaitu sungai yang berair hanya pada waktu datang hujan. Contohnya sungai di Nusa Tenggara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.75in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Tipe sungai yang dikelompokkan berdasarkan arah jurus dan kemiringan formasi batuan di bawahnya adalah sebagai beriktu.</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungai konsekuen (K) adalah sungai      yang alirannya mengikuti kemiringan batuan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungai subsekuen (S) adalah sungai      yang arah alirannya sejajar dengan jurusa lapisan batuan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungai obsekuen (O) adalah sungai      yang arah alirannya berlawanan dengan arah kemiringan lapisan batuan.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungai resekuen (R) adalah sungai      yang arah alirannya searah dengan sungai konsekuen dan alirannya masuk ke      sungai subsekuen.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="SV">Sungai insekuen (I) adalah sungai      yang arah alirannya miring terhadap sungai konsekuen atau jurus batuan.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola Aliran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Kenampakan pola alirandapat menunjukkan suatu bentuk permukaan bumi, misalnya daerah gunung api atau muka bumi yang terbentuk akibat patahan. Suatu pola aliran sungai tidak selalu merupakan dalam satu DAS.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Pola-pola aliran sungai :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>1)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran dendritik akan tebentuk jika pertemuan antara anak-anak sungai ada yang membentuk sudut lancip dan tumpul.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>2)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran paralel atau sejajar dapat dijumpai pada daerah-daerah perbukitan yang memanjang dengan kemiringan lereng yang curam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>3)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran trellis dicirikan dengan<span> </span>percabangan anak-anak sungai pada sungai utama yang membentuk sudut siku-siku. Pola ini dapat dijumpai pada kompleks pegunungan patahan dan lipatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>4)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran menyebar (radial) menunjukkan ciri aliran yang berbeda arah, ada yang ke utara, barat, timur dan selatan. Pola aliran ini biasanya terdapat pada daerah gunug yang berbentuk kerucut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>5)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran memusat (multi basinal) menunjukkan ciri aliran yang memusat pada lahan tertentu. Pola lairan ini biasanya terdapat pada daerah cekungan seperti dolina di daerah karst.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>6)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Pola aliran annular menunjukkan ciri aliran yang berpencar, tetapi sungai orde satu berpusat pada sungai orde dua yang melingkar. Pola aliran yang demikian menunjukkan daerah berbentuk kubah yang tererosi lanjut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-0.25in;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="SV"><span>7)<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="SV">Aliran rectangular merupakan pola aliran dari pertemuan antara alirannya membentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku. Pola aliran ini berkembang pada daerah rekahan dan patahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:0.25in;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV">Pemanfaatan potensi sungai sebagai potensi perairan darat antara lain, sebagai sumber irigasi pertanian, sumber air minum bila sudah dilakukan pengolahan, tempat rekreasi alam, sumber bahan bangunan (batu kali, dan pasir, pada daerah tertentu dapat digunakan untuk sarana transportasi). Usaha yang dilakukan untuk menjaga kelestarian sungai dilakukan dengan cara, melakukan pembersihan di sekitar daerah aliran sungai, melarang membuang sampah di sungai, memelihara kelestarian hutan di bagian hulu sungai, tidak mengambil material bangunan di dalam sungai secara berlebihan agar debit sungai tidak besar, melarang pemanfaatan lahan di sekitar sempadan sungai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Manfaat danau :</p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal">Perikanan</li>
<li class="MsoNormal">Sumber      air bersih<span lang="SV"></span></li>
<li class="MsoNormal">Sumber      tenaga air<span lang="SV"></span></li>
<li class="MsoNormal">Irigasi      pertanian<span lang="SV"></span></li>
<li class="MsoNormal">Pengendali      banjir<span lang="SV"></span></li>
<li class="MsoNormal">Obyek      wisata<span lang="SV"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="SV"> </span></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2008/07/danau-sungai.pdf" alt="" /></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&blog=3596454&post=23&subd=ilmuwanmuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/07/04/danau/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ilmuwanmuda-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilmuwanmuda.files.wordpress.com/2008/07/danau-sungai.pdf" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN: Apa, Mengapa dan Bagaimana?</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/31/mengintegrasikan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-ke-dalam-proses-pembelajaran-apa-mengapa-dan-bagaimana/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/31/mengintegrasikan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-ke-dalam-proses-pembelajaran-apa-mengapa-dan-bagaimana/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 May 2008 04:21:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmuwanmuda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Guru]]></category>

		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[T I K]]></category>

		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>

		<category><![CDATA[TIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[ 
MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES PEMBELAJARAN:
Apa, Mengapa dan Bagaimana?
 
Abstrak
Hidup dalam era informasi di abad 21 ini merupakan kenyataan. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan era global saat ini. Untuk mendorong kesiapan SDM di era global melalui pendidikan di sekolah, pengintegrasian TIK ke dalam proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span lang="sv-SE"><strong><span lang="sv-SE"><strong>MENGINTEGRASIKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) KE DALAM PROSES </strong></span>PEMBELAJARAN:</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span lang="sv-SE"><em><strong>A</strong></em></span><span lang="sv-SE"><em><strong>pa, Mengapa dan Bagaimana?</strong></em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="right"> </p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.6cm;" align="center"><strong>Abstrak</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.6cm;margin-right:0.76cm;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Hidup dalam era informasi di abad 21 ini merupakan kenyataan. </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan era global saat ini. Untuk mendorong kesiapan SDM di era global melalui pendidikan di sekolah, pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran perlu dilakukan untuk 1) mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa; 2) mengembangkan keterampilan dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) itu sendiri; dan 3) untuk meningkatkan efektifitas, efisiensi dan kemenarikan proses pembelajaran. Dalam prakteknya, belum semua guru memahami apa yang dimaksud dengan mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran. Makalh ini memaparkan tentang apa, mengapa dan bagaimana integrasi TIK dilakukan dalam proses pembelajaran di sekolah. </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="sv-SE" align="right"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right">“<span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>In a global economy, it is education, not location, that determines the standard of  living.”</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">-</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Albert Hoser, CEO of Siemens- </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.wtvi.com/teks/tia"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">http://www.wtvi.com/teks/tia</span></span></a></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right">“<span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>Technology is a tool. A Means to end. Not the end in itself.”</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.wtvi.com/teks/integrate/tcea2001/powerpointoutline.pdf"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">http://www.wtvi.com/teks/integrate/tcea2001/powerpointoutline.pdf</span></span></a></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Pendahuluan</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dunia telah berubah. </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dewasa ini kita hidup dalam era informasi/global. Dalam era informasi, kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan waktu (Dryden &amp; Voss, 1999). Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa dalam era informasi sangat tergantung pada kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>knowledge-based society</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia akan mampu bersaing dalam era global. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Oleh karena itu, setiap negara berlomba untuk mengintegrasikan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) untuk semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegaranya untuk untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan agar dapat bersaing dalam era global. Apa akibatnya? Negara yang telah maju dan mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara sistemik/holistik, melompat berkali lipat jauh lebih maju. Beberapa contoh yang telah maju dan jauh meninggalkan diantaranya adalah Singapura, Jepang dan Korea. Sementara itu, negara-negara berkembang lain yang belum mampu mengintegrasikan teknologi tersebut secara komprehensif semakin berkali lipat jauh tertinggal. Kondisi seperti ini dinamakan kesenjangan digital (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>digital divide</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">).</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Indonesia, perlu segera mengurangi kesenjangan digital ini dengan mengintegrasikan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) secara sistemik untuk semua sektor pemerintahan seperti perdagangan/bisnis, administrasi publik, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan termasuk pendidikan. Dalam makalah ini, penulis ingin mengupas masalah pengintegrasian TIK dalam pendidikan. Tapi, penulis membatasi pembahasan hanya pada masalah yang lebih mikro, yaitu pengintegrasian TIK dalam lingkup pembelajaran (ruang kelas). Sementara itu, yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi disini meliputi teknologi cetak maupun non-cetak (seperti teknologi audio, audio-visual, multimedia, internet dan pembelajaran berbasis web). </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Beberapa permasalahan yang </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">penulis ingin coba dibahas dalam makalah ini meliputi: 1) apa yang dimaksud dengan pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran? 2) seperti apakah contoh bentuk pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran?; 3) mengapa TIK perlu diintegrasikan dalam pembelajaran?; 4) pendekatan seperti apa yang dapat digunakan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran?; dan 5) pertimbangan apa sajakah yang perlu dilakukan dalam mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran? </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>Apa yang Dimaksud dengan Mengintegrasikan </strong></span></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>TIK ke dalam proses pembelajaran?</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Mari kita bandingkan dua kalimat berikut! ”</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>Learning to Use ICTs </em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">vs</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em> Using ICTs to Learn”</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">. Secara sederhana, mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran sama maknanya dengan menggunakan TIK untuk belajar (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>using ICTs to learn</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">) sebagai lawan dari belajar menggunakan TIK (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>learning to use ICTs</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">). </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Belajar menggunakan TIK mengandung makna bahwa TIK masih dijadikan sebagai obyek belajar atau mata pelajaran. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Sebenarnya, UNESCO mengklasifikasikan tahap penggunaan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK dalam pembelajaran ekdalam empat tahap sebagai beirkut: </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Tahap </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>emerging</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">, baru menyadari akan pentingnya TIK untuk pembelajaran dan belum berupaya untuk menerapkannya. Tahap </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>applying,</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> satu langkah lebih maju dimana TIK telah dijadikan sebagai obyek untuk dipelajari (mata pelajaran). Pada tahap </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>integrating, </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK telah diintegrasikan ke dalam kurikulum (pembelajaran). Tahap </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>transforming</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> merupakan tahap yang paling ideal dimana TIK telah menjadi katalis bagi perubahan/evolusi pendidikan. </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">TIK diaplikasikan secara penuh baik untuk proses pembelajaran (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>instructional purpose</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">) maupun untuk administrasi (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>administrational purpose</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">).</span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Apa yang terjadi dalam praktek pembelajaran di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, TIK masih dijadikan sebagai obyek atau mata pelajaran. </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Sebagian besar, TIK masih dijadikan sebagai obyek belajar atau mata pelajaran di sekolah-sekolah. Bahkan di tingkat perguruan tinggi atau akademi, banyak dibuka program studi yang berkaitan dengan TIK, seperti teknik informatika, manajemen informatika, teknik komputer, dan lain-lain. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Secara ideal, kondisi yangs seharusnya terjadi adalah </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK sudah diintegrasikan dalam proses pembelajaran. Sebagai contoh, mari kita perhatikan salah satu bentuk pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran yang ditunjukkan dalam oleh suatu rencana pembelajaran (lesson plan) yang pernah dibuat oleh beberapa guru SMA sebagai berikut: </span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.71cm;" align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Tabel 1:</span></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.71cm;" align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Contoh Rencana Pembelajaran yang Mengintegrasikan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK</span></span><sup><span style="font-size:x-small;font-family:Symbol, serif;"><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="http://ilmuwanmuda.wordpress.com/wp-admin/#sdfootnote1sym"><sup></sup></a></span></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.71cm;" lang="sv-SE" align="center"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="7" width="591"><span style="font-size:x-small;"><col span="1" width="21"></col><col span="1" width="72"></col><col span="1" width="43"></col><col span="1" width="149"></col><col span="1" width="234"></col></span></p>
<tbody>
<tr valign="top">
<td width="21">
<p align="center"><span style="font-size:x-small;font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><strong>No.</strong></span></p>
</td>
<td width="72">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Topics</strong></span></span></p>
</td>
<td width="43">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Grade </strong></span></span></p>
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Level</strong></span></span></p>
</td>
<td width="149">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Objectives</strong></span></span></p>
</td>
<td width="234">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Instructional Activities and ICT Used</strong></span></span></p>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="21"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">01.</span></span></td>
<td width="72"><span style="font-size:x-small;">The Creation of Universe</span></td>
<td width="43">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">1</span></span><sup><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">st</span></span></sup><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
</td>
<td width="149">
<p style="margin-bottom:0;margin-left:0.13cm;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Students will be able:</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">to describe the theories of universe creation</span></span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">to compare theories of universe creation among each other </span></span></li>
</ul>
</td>
<td width="234">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students watch video shows (VCD) of the universe creation</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">given a book of universe creation, students (in group) analyze the differences among theories of universe creation</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">each group write their report using word processor application (e.g. MS Word).</span></span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">each group present and discuss their works in front of class.</span></span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="21">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">02.</span></span></p>
</td>
<td width="72"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Square Equation</span></span></td>
<td width="43">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">1</span></span><sup><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">st</span></span></sup></p>
</td>
<td width="149">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">to determine the root of square equation using factor and abc’ formula (rules)</span></span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">to use discriminant to solve the square equation problems</span></span></li>
</ul>
</td>
<td width="234">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">student studying the equation of square from CD-ROM</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">teacher discussing them and explain how to use the rule of square equation more deeply using MS Powerpoint </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students solving problems given by teacher</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">as a follow up, students assign to solve the problems related to the square equation and write the equation using equation facilities on MS Word</span></span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students submit their homework via e-mail to the teacher</span></span></li>
</ul>
</td>
</tr>
<tr valign="top">
<td width="21">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">06.</span></span></p>
</td>
<td width="72"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Narrative Monolog Discourse : “Aspect of Love”</span></span></td>
<td width="43">
<p align="center"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">1</span></span><sup><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">st</span></span></sup><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> </span></span></p>
</td>
<td width="149">
<ul>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">to write a monologue discourses related to the theme of “Aspect of Love” in the form of poetry. </span></span></li>
</ul>
</td>
<td width="234">
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students choose a project related to the theme of “Love” from </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.iearn.org/"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">http://www.iearn.org</span></span></a></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students studying the project description and procedures the choosen</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">students write their own poetry related to the theme of “Love” according to the project procedure suggested using MS Word or MS Power Point.</span></span></p>
</li>
<li><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">Students send their poetry to the teacher and their friends in the world through mailing list (group) on </span></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.iearn.org/"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;">http://www.iearn.org</span></span></a></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:x-small;"> to have some comments or feedback. </span></span></li>
</ul>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Rencana pembelajaran di atas menunjukkan secara jelas bahwa melalui pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran, disamping tujuan pembelajaran tercapai ada suatu agenda terselubung (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>hidden agenda</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">) penting yang dapat dicapai pula, yaitu </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>ICTs Literacy</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">, seperti siswa dapat melakukan </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>browsing informasi melalui internet</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">, berkomunikasi melalui </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>e-mail</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">, membuat laporan dengan aplikasi pengolah kata (MSWord), atau mempresentasikan sesuatu dengan MSPowerpoint. </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Inilah yang dimaksud dengan mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran. </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Fryer (2001) mengatakan bahwa penggunaan TIK dalam pembelajaran bertujuan untuk melatih keterampilan menggunakan TIK dengan cara mengintegrasikannya ke dalam aktifitas pembelajaran, bukan mengajarkan TIK tersebut sebagai mata pelajaran yang terpisah. Jadi, sudah saatnya TIK diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran dan bukan hanya sekedar menjadi mata pelajaran yang terpisah. </span></p>
<p style="margin-top:0.42cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Mengapa Pengintegrasian TIK ke dalam Proses Pembelajaran Penting?</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Jawabannya sangat berkaitan erat dengan mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk siap memasuki era masyarakat berbasis pengetahuan (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based </em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">society). Tahun 2020 Indonesia akan memasuki era perdagangan bebas (AFTA). Pada masa itu, masyarakat Indonesia harus memiliki </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>ICT literacy</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"> yang mumpuni dan kemampuan menggunakannya untuk meningkatkan produktifitas (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based society)</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">. pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>ICT literacy,</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"> membangun karakteristik masyarakat berbasis pengetahuan (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based society</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">) pada diri siswa, disamping dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran itu sendiri. </span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">UNESCO (2002) menyatakan bahwa pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran memiliki tiga tujuan utama: 1) untuk membangun ”</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based society habits” </em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">seperti kemampuan memecahkan masalah (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>problem solving</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">), kemampuan berkomunikasi, kemampuan mencari, mengoleh/mengelola informasi, mengubahnya menjadi pengetahuan baru dan mengkomunikasikannya kepada oranglain; 2) untuk mengembangkan keterampilan menggunakan TIK (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>ICT literacy</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">); dan 3) untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran.</span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Mengapa demikian? Karena secara teoretis </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK memainkan peran yang sangat luar biasa untuk mendukung terjadinya proses belajar yang:</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Active; </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">memungkinkan siswa dapat terlibat aktif oleh adanya proses belajar yang menarik dan bermakna.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Constructive;</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memungkinkan siswa dapat menggabungkan ide-ide baru kedalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk memahami makna atau keinginan tahuan dan keraguan yang selama ini ada dalam benaknya.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Collaborative; </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">memungkinkan siswa dalam suatu kelompok atau komunitas yang saling bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati dan memberi masukan untuk sesama anggota kelompoknya.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Intentional;</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memungkinkan siswa dapat secara aktif dan antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em> </em></span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Conversational;</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memungkinkan proses belajar secara inherent merupakan suatu proses sosial dan dialogis dimana siswa memperoleh keuntungan dari proses komunikasi tersebut baik di dalam maupun luar sekolah.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Contextualized;</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memungkinkan situasi belajar diarahkan pada proses belajar yang bermakna (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>real-world</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) melalui pendekatan ”</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>problem-based atau case-based learning</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">”</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Reflective; </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">memungkinkan siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri. (Jonassen (1995), dikutip oleh Norton </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>et al</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (2001)).</span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.77cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dengan kata lain, </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK memungkinkan pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>multisensory</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">), baik audio, visual, maupun kinestetik (dePorter </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>et al</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">, 2000). TIK memungkinkan pembelajaran disampaikan secara interaktif dan simulatif sehingga memungkinkan siswa belajar secara aktif. TIK juga memungkinkan untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (seperti problem solving, pengambilan keputusan, dll.) serta secara tidak langsung meningkatkan ”</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy”</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (Fryer, 2001</span></span><span style="font-size:x-small;"><span lang="sv-SE">).</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dari rencana pembelajaran di atas terlihat jelas bahwa melalui mata pelajaran Fisika, Biologi atau Bahasa Inggris misalnya, secara tidak langsung </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">siswa berkembang. Disamping itu, dengan metode pembelajaran yang lebih bersifat konstruktif (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>contructivisme</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) secara tidak langsung keterampilan berpikir tingkat tinggi (seperti berpikir kritis, </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>problem solving</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">, dll.) dan keterampilan berkomunikasi dengan TIK pada diri siswa juga meningkat. </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Dengan kata lain, pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dapat membangun karakteristik masyarakat berbasis pengetahuan (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based society</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">) pada diri siswa. Jika pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran dilakukan sejak saat ini, maka siswa-siswi tahun 2005 misalnya, akan siap menjadi bagian dari masyarakat global pada masa diberlakukannya AFTA tahun 2020 mendatang. Penulis merasa bahwa pengintegrasian TIK ke dalam proses pembelajaran merupakan masalah yang ”</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>urgent” </em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">untuk mempersiapkan sumber daya manusia berbasis pengetahuan (</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>knowledge-based human </em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">resources) yang sangat diperlukan di abad ke-21 ini. </span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Tidaklah heran kalau seorang futurolog, Eric Ashby (1972) seperti dikutip oleh Miarso (2004) menyatakan bahwa perkembangan TIK yang semakin mutakhir saat ini telah membawa revolusi pendidikan yang keempat. </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Revolusi pertama terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua terjadi ketika diguanakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga terjadi seiring dengan ditemukannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio, televisi komputer dan internet untuk pemerataan dan perluasan pendidikan.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>Bagaimana Mengintegrasikan </strong></span></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>TIK ke dalam Proses Pembelajaran?</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dari sisi pendekatan, </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Fryer (2001) menyarankan dua pendekatan yang dapat dilakukan guru ketika merencanakan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, yaitu: 1) pendekatan topik (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>theme-centered approach</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">); dan 2) pendekatan software (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>software-centered approach</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">).</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>P</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>endekatan Topik (</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em><strong>Theme-Centered Approach</strong></em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>)</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">; Pada pendekatan ini, topik atau satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Secara sederhana langkah yang dilakukan adalah: 1) menentukan topik; 2) menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai; dan 3) menentukan aktifitas pembelajaran dan software (seperti modul. LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, dll) yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Rencana pembelajaran yang dicontohkan di atas merupakan salah satu contoh penggunaan pendekatan ini. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Pendekatan S</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>oftware (</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em><strong>Software-centered Approach</strong></em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>);</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> menganut langkah yang sebaliknya. Langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi software (seperti bku, modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar on-line di internet, dll) yang ada atau dimiliki terlebih dahulu. Kemudian menyesuaikan dengan topik dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan software yang ada tersebut. Sebagai contoh, karena di sekolah hanya ada beberapa VCD atau mungkin CD-ROM tertentu yang relevan untuk suatu topik tertentu, maka guru merencanakan pengintegrasian software tersebut untuk mengajar hanya topik tertentu tersebut. Topik yang lainnya terpaksa dilaksanakan dengan cara konvensional. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Sedangkan d</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">ari sisi strategi pembelajaran, ada beberapa pendekatan yang disarankan untuk membangun keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, diantaranya adalah: 1) </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">resource-based learning; 2) case-based learning; 3) problem-based learning; 4) simulation-based learning; dan 5) collaborative-based learning </span></span><span lang="sv-SE">(</span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.microlessons.com/"><span lang="sv-SE">http://www.microlessons.com</span></a></span></span><span lang="sv-SE">)</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">.</span></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Resources-based learning</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memiliki karakteristik dimana siswa diberikan/disediakan berbagai ragam dan jenis bahan belajar baik cetak (buku, modul, LKS, dll) maupun non cetak (CD/DVD, CD-ROM, bahan belajar online) atau sumber belajar lain (orang, alat, dll) yang relevan untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudain siswa diberikan tugas untuk melakukan aktifitas belajar tertentu dimana semua sumber belajar yang mereka butuhkan telah disediakan. Sebagai contoh, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa dapat membandingkan beberapa teori penciptaan alam semesta. Untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut, guru telah mengidentifikasi dan menyiapkan berbagai bentuk dan jenis sumber belajar yang berisi informasi tentang teori penciptaan alam semesta berupa buku, VCD, CD-ROM, alamat situs di internet dan mungkin seorang narasumber ahli astronomi yang diundang khusus ke kelas. Kemudian siswa ditugaskan untuk mencari minimal dua teori tentang penciptaan alam semesta secara individu atau kelompok baik dari buku, VCD, maupun internet sesuai dengan seleranya. Siswa juga diminta untuk menganalisis perbedaan dari berbagai segi tentang teori-teori tersebut dan membuat laporannya dalam MSWord yang kemudian dikirim ke guru dan teman lainnya melalui e-mail. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Case-based learning </strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">memiliki karakteristik dimana siswa diberikan suatu permasalahan terstruktur untuk dipecahkan. Dengan case-based learning solusi pemecahan masalahnya sudah tertentu karena skenario sudah dibuat dengan jelas. Tapi, dalam </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>problem-based learning </strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">kemungkinan solusi pemecahan masalahnya akan berbeda. Misal, dua orang siswa diberikan satu permasalahan dengan pendekatan problem-based learning. Maka solusi yang diberikan oleh siswa yang satu dengan siswa yang lain mungkin berbeda.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Simulation-based learning</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> memiliki karakteristik dimana siswa diminta untuk mengalami suatu peristiwa yang sedang dipelajarinya. Sebagai contoh, siswa diharapkan dapat membedakan perubahan percampuran warna-warna dasar. Maka, melalui suatu software tertentu (misal </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>virtual lab</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) siswa dapat melakukan berbagai percampuran warna dan melihat perubahan-perubahannya. Dan ia dapat mencatat laporannya dalam bentuk tabel dengan menggunakan MSExcell atau MSWord. Atau kalau perlu mempresentasikan hasilnya dengan menggunakan MSPowerpoint. </span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><strong>Colaborative-based learning</strong></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em><strong> </strong></em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">memiliki karakteristik dimana siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, melakukan tugas yang berbeda untuk menghasilkan satu tujuan yang sama. Sebagai contoh, untuk mencapai tujuan pembelajaran dimana siswa dapat membedakan beberapa teori penciptaan alam semesta, siswa dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok ditugas kan mencari satu teori penciptaan alam semesta. Kemudian ketiga kelompok tersebut berkumpul kembali untuk mendiskusikan perbedaan teori tersebut dari berbagai segi dan membuat laporannya secara kolektif. Salah seorang siswa dapat ditunjuk untuk menyajikan hasilnya. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.42cm;margin-bottom:0;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>Beberapa Pertimbangan </strong></span></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><span lang="sv-SE"><strong>yang Perlu Diperhatikan dalam Mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran</strong></span></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Ada beberapa hambatan yang perlu digaris bawahi berkaitan dengan pemanfaatan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK untuk pembelajaran. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya adalah: 1) penolakan/keengganan untuk berubah (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>resistancy to change</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) khususnya dari </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>policy maker</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> (kepala sekolah dan guru); 2) kesiapan SDM (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> dan kompetensi guru); 3) ketersedian fasilitas TIK; 4) ketersediaan bahan belajar berbasis aneka sumber; dan 5) keberlangsungan (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>sustainability</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) karena keterbatasan dana.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Penolakan atau keengganan untuk berubah, khususnya dari para pembuat kebijakan sekolah dan guru merupakan hal yang wajar mengingat TIK masih dapat dikatakan sebagai suatu inovasi (hal baru). Sikap para pengambil kebijakan atau guru terhadap TIK sebagian besar masih rendah disebabkan karena kurangnya pengetahuan terhadap TIK dan peran pentingnya bagi pembelajaran. Disamping itu, sikap keengganan/penolakan inipun didukung oleh karena redahnya melek teknologi (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">). Sehingga, kesiapan guru dan kompetensi guru untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran menjadi lemah. Walhasil, fasilitas TIK di sekolahpun menjadi terbatas sehingga keberlangsungan pemanfaatan TIK di sekolah juga masih dipertanyakan. Terlebih-lebih, ketersediaan bahan belajar berbasis aneka sumber (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>resources-based learning packages</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">), seperti modul, buku paket, VCD pembelajaran, CD-ROM pembelajaran, maupun bahan belajar online masih terbatas. </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Sebagai sumbang saran, dalam rangka mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran (kelas), penulis merekomendasikan beberapa hal berikut untuk dipecahkan secara sistemik dan simultan: </span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<ul>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Dukungan Kebijakan; sekolah mengeluarkan kebijakan untuk mengedepankan pengintegrasian TIK untuk pembelajaran. Misalnya melalui pencananagan visi, misi, peraturan dan rencana induk/rencana strategis sekolah ke depan.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">e-Leadership; Kepala sekolah dan atau beberapa guru panutan di sekolah menyadari penuh pentingnya peran TIK untuk pembelajaran dan berupaya untuk terus mempelajari dan menerapkannya di sekolah.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Penyiapan SDM; sekolah mengembangkan </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>ICT literacy</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"> para guru dan kompetensi guru dalam mengintegrasikan TIK kedalam pembelajaran (termasuk berbagai strategi/metode pembelajaran yang efektif). Bila perlu guru mengadopsi atau mengadaptasi strategi pembelajaran yang telah terbukti efektif dan mengkomunikasikannya dengan kolega. Bila perlu mengembangkan sendiri. Hal ini dpat dilakukan melalui pelatihan, pengiriman mengikuti loka karya atau seminar, terlibat aktif dalam komunitas jaringan sekolah dan lain-lain. Disamping itu, sekolah juga harus menyiapkan tenaga teknis dalam bidang TIK untuk pembelajaran.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Penyiapan fasilitas; sekolah menyiapkan fasilitas yang kondusif agar terjadinya belajar berbasis aneka sumber dengan menyiapkan beberapa fasilitas seperti perpustakaan (cetak dan non-cetak), komputer yang terhubung dengan LAN, koneksi internet, VCD/DVD player plus televisi, serta komposisi ruang kelas.</span></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Penyediaan software pembelajaran; penyediaan software pembelajaran seperti buku, modul, LKS, program audio cassette, VCD/DVD, CD-ROM interaktif, dan lain-lain dapat dilakukan dengan cara membeli produk yang telah ada di pasar atau memproduksi sendiri. </span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Penyiapan tenaga teknis; fasilitas TIK yang ada di sekolah hendaknya didukung oleh beberapa tenaga teknis yang memiliki keahlian atau keterampilan dalam mengelola dan memlihara peralatan tersebut. </span></span></p>
</li>
</ul>
<p style="margin-top:0.42cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span style="font-size:medium;"><strong>Kesimpulan dan Harapan</strong></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Sebagai kesimpulan, akankah pengintegrasian </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">TIK ke dalam proses pembelajaran dalam konteks kondisi Indonesia saat ini dapat berjalan dengan baik? Fakta nyata menunjukkan bahwa ada upaya secara sporadis dari beberapa sekolah-sekolah, baik sekoalh negeri maupun swasta di beberapa kota besar di Indonesia yang telah berupaya mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran. Walaupun mungkin belum sempurna, tapi telah menunjukkan adanya perbedaan baik bagi hasil belajar maupun apresiasi siswa, orang tua maupun guru.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Contoh kecil tersebut, penting untuk dijadikan sebagai catatan. Ke depan, upaya beberapa sekolah yang secara sporadis ini perlu mendapat dukungan secara nasional sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Oleh sebab itu, pemerintah diharapkan dapat mengakomodasi masalah penting ini dengan secara top-down mengeluarkan suatu kebijakan pemanfaatan TIK untuk pendidikan (</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>e-education</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">) yang disertai dengan dukungan infratsruktur teknologi informasi yang memadai. Akankah pendidikan Indonesia berjalan di tempat, sementara negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Fhilipina dan Thailand melesat jauh kedepan melalui </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>visi e-education-</em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">nya yang jauh lebih terarah? MUDAH-MUDAHAN TIDAK!</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;page-break-before:always;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.9cm;text-indent:-0.9cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Dryden, Gordon; dan Voss, Jeanette; (1999), ”</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>the Learning Revolution: to Change the Way the World Learn</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">”, the Learning Web, Torrence, USA, </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.thelearningweb.net/"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">http://www.thelearningweb.net</span></a></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">. </span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.91cm;text-indent:-0.91cm;line-height:150%;"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Fryer, Wesley A.; (2001), </span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>“Strategy for effective Elementary Technology Integration”, </em></span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.wtvi.com/teks/integrate/tcea2001/powerpointoutline.pdf">http://www.wtvi.com/teks/integrate/tcea2001/powerpointoutline.pdf</a></span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.9cm;text-indent:-0.9cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">NIE, Singapore, “</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>General Typology of Teaching Strategies in Integrated Learning System</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">”, </span><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://www.microlessons.com/">http://www.microlessons.com</a></span></span>.<span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em> </em></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.9cm;text-indent:-0.9cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">Norton, Priscilla; dan Spargue, Debra; (2001), “</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>Technology for Teaching</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">”, Allyn and Bacon, Boston, USA.</span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.9cm;text-indent:-0.9cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;">UNESCO Institute for Information Technologies in Education (2002), “</span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><em>Toward Policies for Integrating ICTs into Education”</em></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"> Hig-Level Seminar for Decision Makers and Policy-Makers, Moscow 2002.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;margin-left:1.4cm;text-indent:-1.29cm;line-height:150%;" align="justify"><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Yusufhadi Miarso; (2004). </span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">”</span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE"><em>Menyemai Benih Teknologi Pendidikan” </em></span></span><span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Prenada Media, Jakarta.</span></span></p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.9cm;text-indent:-0.9cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<p style="margin-top:0.21cm;margin-bottom:0;margin-left:0.7cm;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify"> </p>
<div id="sdfootnote1">
<p class="sdfootnote"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="http://ilmuwanmuda.wordpress.com/wp-admin/#sdfootnote1anc"></a> <span style="font-family:Arial Narrow, sans-serif;"><span lang="sv-SE">Contoh ini diambil dari hasil Pelatihan Perancangan Pembelajaran Berbasis TIK yang dihasilkan oleh guru-guru SMA rintisan South-east Asia Schoolnet (SEA-Schoolnet) Program, kerjasama antara Pustekkom dengan UNESCO-Bangkok, 2004). Pelatihan ini juga dilaksanakan oleh delapan negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam program tersebut. Sengaja dikutip sesuai aslinya dalam Bahasa Inggris.</span></span></p>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&blog=3596454&post=19&subd=ilmuwanmuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/31/mengintegrasikan-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-ke-dalam-proses-pembelajaran-apa-mengapa-dan-bagaimana/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ilmuwanmuda-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PROFESI KEGURUAN</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/30/2-profesi-keguruan/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/30/2-profesi-keguruan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 07:55:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmuwanmuda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Guru]]></category>

		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>

		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[School]]></category>

		<category><![CDATA[Teacher]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[

PENDAHULUAN



Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak unsure pembentuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><ol type="I">
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>PENDAHULUAN</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.95cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa Pendidikan adalah suatu bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi seorang manusia. Pendidikan yang berhasil akan menciptakan manusia yang pantas dan berkelayakan di masyarakat seta tidak menyusahkan orang lain. Masyarakat dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju mengakui bahwa pendidik / guru merupakan satu diantara sekian banyak unsure pembentuk utama calon anggota masyarakat. Namun, wujud pengakuan itu berbeda-beda antara satu masyarakat dan masyarakat yang lain. Sebagian mengakui pentingnya peranan guru itu dengan cara yang lebih konkrit, sementara yang lain masih menyangsikan besarnya tanggung jawab seorang guru, termasuk masyarakat yang sering menggaji guru lebih rendah daripada yang sepantasnya.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Demikian pula, sebagian orang tua kadang-kadang merasa cemas ketika menyaksikan anak-anak mereka berangkat ke sekolah, karena masih ragu akan kemampuan guru mereka. Di pihak lain setelah beberapa bulan pertama mengajar, guru-guru pada umumnya sudah menyadari betapa besar pengaruh terpendam yang mereka miliki terhadap pembinaan kepribadian peserta didik. Kesadaran umum akan besarnya tanggung jawab seorang guru serta berbagai pandangan masyarakat terhadap peranannya telah mendorong para tokoh  dan ahli pendidikan untuk merumuskan ruang lingkup tugas, tanggung jawab dan kualifikasi yang seharusnya dipenuhi oleh guru, sebagai pengajar guru mempunya tugas menyelenggarakan proses belajar-mengajar tugas yang mengisi porsi terbesar dari profesi keguruan ini pada garis besarnya meliputi minimal empat pokok, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">menguasai 	bahan pengajaran</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">merencanakan 	program belajar-mengajar</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">melaksanakan, 	memimpin dan mengelola proses belajar-mengajar serta,</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">menilai 	dan mengevaluasi kegiatan belajar-mengajar</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.95cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kemudian aspek-aspek apa saja yang dapat mendorong seorang guru dapat mengembangkan proses belajar mengajar? Apa indikatornya? Serta kompensasi macam apa yang dijalankan guna tercapainya proses belajar mengajar dalam upaya mengembangkan profesionalismenya?</p>
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<ol type="I">
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>LANDASAN</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Profesi Keguruan, Kata Profesi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lainprofesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis. Guru memerlukan kompetensi khusus yang berkenaan dengan tugasnya. Hal itu karena pendidikan tidak terjadi secara alami, tetapi dengan disengaja (disadari). Hubungan yang sederhana dan akal sehat saja belum cukup untuk melaksanakan pengajaran yang baik. Kompetensi guru tentu saja sinkron dengan bidang tugasnya, yaitu pengajaran, bimbingan dan administrasi. Ada anggapan bahwa untuk menjadi guru tidak perlu mempelajari metode mengajar, karena kegiatan mengajar bersifat praktis dan alami, siapapun dapat mengajar asalkan memiliki pengetahuan tentang apa yang akan diajarkan. Dari pengalamannya, orang kelak akan dapat meningkatkan kualitas pengajarannya. Memang ada orang yang kebetulan dapat mengajar dengan baik tanpa mempelajari metode mengajar, tetapi ada pula yang juga kebetulan tidak dapat mengajar dengan baik karena tidak memperlajarinya. Pada dasarnya, guru-guru “kebetulan” itu bersandar kepada pengalaman pribadinya di dalam mengajar. Pada dasrnya pula, metodologi pengajaran merupakan hasil pengkajian dan pengujian terhadap pengalaman yang tidak lagi kebetulan, tetapi pengalaman yang mempunyai kebenaran berdasarkan metode ilmiah. Dengan demikian, metodologi pengajaran jauh lebih memberikan kemudahan kepada guru dalam menjalankan tugas mengajar. Di samping itu, ilmu pengetahuan dan orientsai pendidikan di zaman sekarang mengalami perkembangan yang pesat. Hal ini menuntut guru untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan orientasi pendidikan yang baru serta metode-metode mengajar yang sesuai dengan perkembangan baru tersebut. Keberadaan metodologi pengajaran menunjukkan pentingnya kedudukan metode dalam system pengajaran. Tujuan dan isi pengajaran yang baik tanpa didukung metode penyampaian yang baik dapat melahirkan hasil yang tidak baik. Atas dasar itu, pendidikan penaruh perhatian yang besar terhadap masalah metode.</p>
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<ol type="I">
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>PROSES 	PERKEMBANGAN DAN PROSES BELAJAR MENGAJAR</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:0.95cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Para ahli mengumakakan definisi belajar yang berbeda-beda, namun tampaknya ada semacam kesepakatan di antara mereka yang menyatakan bahwa perbuatan belajar mengandung perubahan dalam diri seseorang yang telah melakukan perbuatan belajar. Perubahan itu bersifat intensional berarti perubahan itu terjadi karena pengalaman atau praktik yang dilakukan pelajar dengan sengaja dn disadari bukan kebetulan. Sifat positif berarti perubahan itu bermanfaat sesuai dengan harapan pelajar. Sifat aktif berarti perubahan itu terjadi karena usaha yang dilakukan pelajar, bukan terjadi dengan sendirinya seperti karena proses kematangan. Sifat efektif berarti perubahan itu memberikan pengaruh dan manfaat bagi pelajar. Adapun sifat fungsional berarti perubahan itu relative ttap serta dapat diproduksi atau dimanfaatkan setiap kali dibutuhkan.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Perubahan dalam belajar bisa berbentuk kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, pengetahuan atau apresiasi (penghargaan) perubahan tersebut bisa meliputi keadaan dirinya, pengetahuannya, atau perbuatannya. Artinya; Orang yang sudah melakukan perbuatan belajar bisa merasa lebih bahagia, lebih pandai menjaga kesehatan, memanfaatkan alam sekitar, meningkatkan pengabdian untuk kepentingan umum, dapat berbicara lebih baik dapat memainkan suatu alat musik atau melakukan suatu perbedaan, perubahan tersebut juga bisa bersifat pengadaan penambahan ataupun perluasan, pendek kata, di dalam diri seorang pelajar terdapat perbedaan keadaan antara sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Pengertian di atas memberi petunjuk bahwa keberhasilan belajar dapat diukur berdasarkan perbedaan cara berpikir merasa dan berbuat sebelum dan sesudah memperoleh pengalaman belajar dalam menghadapi situasi yang serupa. Umpamanya sebelum belajar pelajar belum dapat berwudlu, kemudian terjadi proses belajar mengajar, guru memberitahukan kepada pelajar syarat, rukun, bacaan dan tata cara berwudlu lalu pelajar mempraktikannya dan berlatih sampai akhirnya pelajar mampu berwudlu. Contoh lain pelajar diminta guru untuk berenang dari satu tepi kolam ke tepi yang lain, pelajar yang belum mengenal sama sekali situasi kolam renang langsung terjun dan hampir tenggelam. Guru yang memang sudah mengantisipasi bahwa hal itu akan terjadi segera membantunya dan mengajarinya cara berenang. Setelah belajar ia akhirnya dapat berenang, dapat ditarik kesimpulan bahwa perubahan pada cara pendekatan pelajar yang bersangkutan dalam menghadapi tugas-tugas selanjutnya merupakan bukti bahwa kegiatan belajar telah berhasil.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Bagaimana manusia belajar atau bagaimana belajar terjadi? Apa tanda-tanda bahwa ia telah belajar atau apa saja manifestasi belajar itu? Persoalan pertama berkaitan dengan perbuatan belajar, sedangkan persoalan kedua mengenai hasil belajar. Dengan mengetahui dua persoalan tersebut guru diharapkan dapat menentukan strategi dan langkah-langkah taktis pengajaran karena pengajaran adalah membuat pelajar belajar. Istilah “pelajar” dipilih ketimbang “pelajar” untuk menekankan pengertian tersebut.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Ada kecenderungan di masa sekarang untuk melupakan bahwa hakikt pendidikan adalah belajarnya pelajar, bukan mengajarnya guru, guru mendapat posisi yang istimewa dalam proses pendidikan sementara keinginana dan kemampuan pelajar secara mandiri untuk menciptakan, menemukan dan belajar untuk dirinya sendiri diabaikan. Hal itu telah merendahkan peranan pelajar dalam proses pendidikan, padahal belajar, sebagaimana ditekankan oleh John Dewey, menyangkut apa yang harus dikerjakan oleh pelajar untuk dirinya sendiri.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Oleh sebab itu, inisiatif belajar harus dating dari pelajar sendiri, guru hendaknya memposisikan diri sebagai pembimbing dan pengarah yang mengemudikan perahu, sedangkan tenaga untuk menggerakkan perahu tersebut berasal dari pelajar. Guru harus mendorong pelajar untuk belajar mandiri dengan dan bagi diri mereka sendiri, dengan kata lain, guru harus menjamin bahwa pelajar mampu menerima tanggung jawab untuk belajar dengan mengembangkan sikap dan antusiasnya. Dipandang dari pengertian di atas, barangkali tidak berlebihan jika dikatakan bahwa sebenarnya tidak ada “tujuan pengajaran” yang ada hanyalah tujuan belajar dilihat dari posisi guru sebagai pendorong kegiatan belajar maka tujuan trsebut “tujuan pembelajaran”.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Untuk mencapai interaksi belajar mengajar dibutuhkan komunikasi anatra guru dan peserta didik yang memadukan dua kegiatan. Yaitu kegiatan mengajar (usaha guru) dan kegiatan belajar (tugas peserta didik). Guru perlu mengembangkan pola komunikasi yang efektif dalam proses belajar mengajar, karena seringkali kegagalan pengajaran disebabkan oleh lemahnya system komunikasi. Tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas sangat membantu guru dalam membuat perencanaan, demikian halnya dengan prinsip-prinsip psikologi. Dalam perencanaan program pengajaran, banyaknya pengalaman guru dalam memilih prosedur pengajaran akan sangat membantunya dalam mencapai hasil-hasil yang diinginkan.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Sistem pengajaran di sekolah sekarang ini mengelompokkan tujuan pendidikan yang hendak dicapai ke dalam tiga bidang, yaitu :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">segi 	kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, penerapan (aplikasi), 	analisis, sintesis dan evaluasi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Segi 	efektif yang meliputi memperhatikan, merespon, menghayati dan 	menginternalisasi nilai.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Segi 	psikomotorik yang meliputi persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, 	gerakan terbiasa dan gerakan (respons) kompleks.</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<ol type="I">
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><strong>PENUTUP 	/ KESIMPULAN</strong></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Aspek-aspek yang berhubungan dengan kediatan belajar mengajar jika diidentifikasi melalui cirri-ciri kegiatan yang disebut belajar adalah suatu aktivitas yang menghasilakn perubahan pada diri individu yang belajar baik actual maupun potensial, perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang relative lama dan yang jelas perubahan itu terjadi karena proses dan usaha.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Kondisi fisiologis juga sangat berpengaruh terhdap belajar seseorang, orang yang sehat jasmaninya akan lain belajarnya dari orang yang kurang sehat. Dan yang tidak kalah penting adalah kondisi panca indera terutama penglihatan dan pendengaran.</p>
<p style="margin-left:0.95cm;text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Semua keadaan dan fungsi psikologis tentu saja berpengaruh terhadap proses belajar, beberapa factor psikologis yang utama meliputi, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan kemampuan-kemampuan kognitif. Msseski diakui tujuan pendidikan itu meliputi 3 aspek yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotor namun yang terutama adalah aspek kognitif, dan bahkan aspek kognitif sajalah yang perlu dikembangkan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;page-break-before:always;" align="center"><strong>REFERENSI</strong></p>
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<p style="margin-left:1.59cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">
<ol>
<li>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Syah, 		Muhibin. 2003. Psikologi Belajar, Jakarta PT Raja Grafindo Persada.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Winkel, 		WS. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta Gramedia Widiasarana 		Indonesia.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">Purwanto, 		M. Ngalim. 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung PT Remaja 		Rosdikarya.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify">DR. 		H. A. Qodri A. Azizy, MA. 2002. Psikologi Pendidikan Agama. 		Departemen Agama RI.</p>
</li>
</ol>
</li>
</ol>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&blog=3596454&post=14&subd=ilmuwanmuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/30/2-profesi-keguruan/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ilmuwanmuda-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi Anak</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/29/puisi-anak/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/29/puisi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmuwanmuda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Sastra Siswa]]></category>

		<category><![CDATA[Children]]></category>

		<category><![CDATA[Education]]></category>

		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[School]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[
Dari Lingkungan Hidupnya …
Anak-Anak Belajar
 

Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela, 
kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.
Jika anak terbiasa hidup dalam permusuhan, 
kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.
Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, 
kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.
Jika anak biasa hidup dikasihani, 
kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.
Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Times New Roman;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><strong><span style="font-size:14pt;color:#339933;">Dari Lingkungan Hidupnya …<br />
Anak-Anak Belajar</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:14pt;color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup dicacat dan dicela, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menyalahkan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak terbiasa hidup dalam permusuhan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup dicekam ketakutan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup dikasihani, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa meratapi nasibnya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup diolok-olok, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa merasa bersalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa percaya diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup banyak dipuji, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menghargai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan</span><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup mendapatkan pengakuan dari kiri kanan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa menetapkan sasaran langkahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup jujur, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup diperlakukan adil, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa dengan keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup mengenyam rasa aman, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa percaya diri dan mempercayai orang-orang di sekitarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:#0000cc;">Jika anak biasa hidup di tengah keramahtamahan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">kelak ia akan terbiasa berpendirian : “Sungguh indah dunia ini !”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;color:fuchsia;">(Dorothy Law Nolte)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="color:#0000ff;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#0000ff;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;">Anak-anak Belajar Dari Apa Yang Mereka Alami</p>
<p><span style="font-family:Jester;color:#009900;"> </span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">Bila anak hidup dengan kritikan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk mengutuk.</span><br />
Bila anak hidup dengan permusuhan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk melawan.</span><br />
Bila anak hidup dengan ejekan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar menjadi pemalu.</span><br />
Bila anak hidup dengan rasa malu,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk merasa bersalah.</span><br />
Bila anak hidup dengan toleransi,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar menjadi sabar.</span><br />
Bila anak hidup dengan penuh dukungan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk percaya diri.</span><br />
Bila anak hidup dengan keadilan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar menjadi adil.</span><br />
Bila anak hidup dengan rasa aman,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk mempunyai keyakinan.</span><br />
Bila anak hidup dengan pengakuan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar untuk menyukai dirinya.</span><br />
Bila anak hidup dengan kejujuran,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar kebenaran.</span><br />
Bila anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan,<br />
<span style="color:#ff0000;">Ia belajar menemukan rasa kasih sayang di dunia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;">(Terjemahan dari Dorothy Law Nolte, 1982)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#000000;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Times New Roman;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#0000ff;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:green;">Anak Belajar Dari Perlakuan yang Dialaminya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan celaan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar memaki</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:lime;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar berkelahi</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#ff6600;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar rendah diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar menyesali diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan toleransi, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar menahan diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan dorongan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar percaya diri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar keadilan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:fuchsia;">ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan</span><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#0000cc;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#ff6600;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:14pt;"><span style="color:#000000;"> </span></span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;color:#ff6600;">(Dorothy Law Nolte)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#0000ff;"> </span></p>
<p style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;">
<p style="text-align:center;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><span style="font-size:16pt;line-height:150%;color:#0000ff;"><span style="font-family:Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:Times New Roman;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilmuwanmuda.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilmuwanmuda.wordpress.com&blog=3596454&post=12&subd=ilmuwanmuda&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/29/puisi-anak/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/ilmuwanmuda-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tomy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Soal - jawab Hukum Kekekalan Momentum</title>
		<link>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/29/soal-jawab-hukum-kekekalan-momentum/</link>
		<comments>http://ilmuwanmuda.wordpress.com/2008/05/29/soal-jawab-hukum-kekekalan-momentum/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 07:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilmuwanmuda</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Materi Fisika]]></category>

		<category><![CDATA[Media Ajar]]></category>

		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[Physics]]></category>

		<category><![CDATA[Soal]]></category>

		<category><![CDATA[Fisika]]></category>

		<category><![CDATA[Problem Solving]]></category>

		<category><![CDATA[School]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilmuwanmuda.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[
1. Seorang anak naik skate board yang massanya 5 kg dengan kelajuan 5 m/s. Jika massa anak 25 kg tentukan kecepatan skate board pada saat :
a.  anak melompat ke depan dengan kelajuan 2 m/s
b. anak melompat ke belakang dengan kelajuan 2 m/s
c. anak melompat ke samping dengan kelajuan 2 m/s
 Penyelesaian :
 Dik : [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;line-height:150%;text-align:center;" align="center"><strong><a href="/Ganeca%20Exact%20%28Azka%20Mulia%20Media%29/Ada%20Kelas%20XI/FISIKA%20KELAS%20XI%20BAB%205%20IMPULS%20DAN%20MOMENTUM.doc"></a></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">1. Seorang anak naik skate board yang massanya 5 kg dengan kelajuan 5 m/s.<span> </span>Jika massa anak 25 kg tentukan kecepatan skate board pada saat :</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">a.  anak melompat ke depan dengan kelajuan 2 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">b. anak melompat ke belakang dengan kelajuan 2 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:81pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">c. anak melompat ke samping dengan kelajuan 2 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><strong><span lang="SV"><span> </span>Penyelesaian :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Dik : <span> </span>m<sub>a</sub> = 25 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>v<sub>a</sub> = 5 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>m<sub>s </sub>= 5 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>v<sub>s</sub> = 5 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Dit : <span> </span>a) v<sub>s</sub>&#8216; = &#8230;..?<span> </span>v<sub>a</sub>&#8216; = 2 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>b) v<sub>s</sub>&#8216; = &#8230;..?<span> </span>v<sub>a</sub>&#8216; = - 2 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>c) v<sub>s</sub>&#8216; = &#8230;..?<span> </span>v<sub>a</sub>&#8216; = <span> </span>2 m/s, α = 90°</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Jwb : a</span>) <span> </span>m<sub>a</sub> V<sub>a</sub> + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span> </span>=<span> </span>m<sub>a</sub> V<sub>a</sub><span lang="SV">&#8216;</span> + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span><span> </span>25 . 5 + 5 . 5<span> </span>=<span> </span>25 .2 + 5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>125 + 25<span> </span>=<span> </span>50 + 5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span>150<span> </span>=<span> </span>50 + 5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>150 <span lang="SV">- 50</span><span> </span>=<span> </span>5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span>V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span>= <span> </span>20 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>b</span>) <span> </span><span style="color:blue;">m<sub>a</sub> V<sub>a</sub> + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span> </span>=<span> </span>m<sub>a</sub> V<sub>a</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span><span style="color:blue;"> + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span><span> </span>25 . 5 + 5 . 5<span> </span>=<span> </span>25 .(-2) + 5. V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span><span style="color:blue;"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span>125 + 25<span> </span>=<span> </span>- 50 + 5. V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span></span><span style="color:blue;">150<span> </span><span> </span>=<span> </span>- 50 + 5. V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span>150 </span><span style="color:blue;">+ 50</span><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span>=<span> </span>5. V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span></span><span style="color:blue;">V<sub>s</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span><span style="color:blue;"><span> </span><span> </span>= <span> </span>40 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>c</span>) <span> </span>m<sub>a</sub> V<sub>a</sub> + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span> </span>=<span> </span>m<sub>a</sub> V<sub>a</sub><span lang="SV">&#8216;</span> cos α + m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span><span> </span>25 . 5 + 5 . 5<span> </span>=<span> </span>25 .2 . cos 90<span lang="SV">°</span>+ 5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>125 + 25<span> </span>=<span> </span>0 + 5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span>150<span> </span><span> </span>=<span> </span>5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>150<span> </span><span> </span><span> </span>=<span> </span>5. V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span></span>V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span><span> </span>= <span> </span>30 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">2. Sebuah senapan massanya 2 kg menembakkan <span style="color:blue;">peluru</span> yang massanya 2 gr dengan kelajuan 400 m/s, tentukan kecepatan senapan sesaat <span style="color:blue;">peluru</span> lepas dari senapan !</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><strong><span lang="SV"><span> </span>Penyelesaian :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Dik : m<sub>s</sub> = 2 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>v<sub>s</sub> = 0 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>m<sub>p </sub>= 2 g = 0,002 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>v<sub>p</sub> = 0 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span><span> </span>v<sub>p</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span><span lang="SV"> = 400 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Dit : v<sub>s</sub>&#8216; = &#8230;..?<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span lang="SV"><span> </span>Jwb : </span><span> </span>m<sub>s</sub> V<sub>s</sub> + m<sub>p</sub> V<sub>p</sub><span> </span>=<span> </span>m<sub>s</sub> V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span> + m<sub>p</sub> V<sub>p</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>2 . 0 + 0,002 . 0<span> </span>=<span> </span>2 . V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span> + 0,002 . 400</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span><span> </span>0 + 0<span> </span>=<span> </span>2 . V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span> + 0,8</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span>- 2 . V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span><span> </span>=<span> </span>0,8</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><span> </span>V<sub>s</sub><span lang="SV">&#8216;</span><span> </span><span> </span>=<span> </span>- 0,4 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;">Tanda<span> </span>(-) artinya senapan bergerak ke belakang</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;"><span>3.<span style="font:7pt;"> </span></span>Dua buah bola A dan B,<span> </span>massanya masing-masing 0,2 kg dan 0,4 kg<span> </span>kedua bola bergerak berlawanan arah dan segaris.<span> </span>Kedua bola bertumbukan, sesaat setelah tumbukan kelajuan bola A adalah 10 m/s berlawanan dengan arah semula.<span> </span>Kelajuan A dan B sebelum tumbukan masing-masing 80 m/s dan 12 m/s. <span style="color:blue;">Berapa kelajuan benda B sesudah tumbukan</span> ?</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><strong><span lang="SV"><span> </span>Penyelesaian :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV"><span> </span>Dik : m<sub>A</sub> = 0,2 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">v<sub>A</sub> = 80 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">m<sub>B </sub>= 0,4 kg</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">v<sub>B</sub> = -12 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">v<sub>A</sub></span><span lang="SV">&#8216;</span><span lang="SV"> = -10 m/s</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;"><span lang="SV">Dit : v<sub>B</sub>&#8216; = &#8230;..?<span><br />
</span>Jwb : </span><span> </span>m<sub>A</sub> V<sub>A</sub> + m<sub>B</sub> V<sub>B</sub><span> </span>=<span> </span>m<sub>A</sub> V<sub>A</sub><span lang="SV">&#8216;</span> + m<sub>B</sub> V<sub>B</sub><span>&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;">0,2 . 80 + 0,4 . (- 12)<span> </span>=<span> </span>0,2 . (- 10) + 0,4 . V<sub>B</sub><span>&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;">16<span> </span>- 4,8<span> </span>=<span> </span>- 2<span> </span>+ 0,4 . V<sub>B</sub><span>&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;">11,2 + 2<span> </span>=<span> </span>0,4 . V<sub>B</sub><span lang="SV">&#8216;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;">V<sub>B</sub><span lang="SV">&#8216;</span> <span> </span>=<span> 13,2/0,4 </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;">V<sub>B</sub><span lang="SV">&#8216;</span> <span> </span>=<span> </span>33 m/s</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:45pt;text-indent:-0.25in;line-height:150%;text-align:justify;">4.  Sebuah bola A massa 600 gram dalam keadaan diam, ditumbuk oleh bola B yang bermassa 400 gram bergerak dengan laju 10 m/s.<span> </span>Setelah tumbukan kelajuan bola B menjadi 5 m/s dengan arah sama dengan arah semula.<span> </span>Tentukan kelajuan bola A sesaat ditumbuk bola B.</p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 2.3pt 0 0.25in;"><strong><span lang="SV"><span> </span>Penyelesaian :</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:2in;text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;"><span lang="SV"><span> </span>Dik : <span> </span>m<sub>A</sub> = 0,6 kg</span></p>
<p class="MsoNor